Submitted by hai hai on

Memahami NAMA dan DEFINISI dengan benar serta menggunakannya secara konsisten adalah hal yang sangat penting di dalam usaha memahami maupun mengajarkan ajaran Alkitab.  Banyak ajaran-ajaran Alkitab yang SALAH dipahami karena para teolog tidak memahami NAMA dan DEFINISI dengan benar serta menggunakannya secara konsisten. Melalui tulisan ini kita akan belajar bersama-sama untuk memahami NAMA dan DEFINISI dengan benar serta menggunakannya secara konsisten.

Allah Tritunggal Yang Mahagelap itu ESA

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2

Pada mulanya Allah Tritunggal itu ESA dan MAHAGELAP. ESA karena Ketiga-Nya adalah dalam satu kesatuan. Mahagelap artinya mustahil berinteraksi dengan manusia dan mustahil dikenali manusia. Itu sebabnya saya menyebut Ketiga Tuhan Yang Mahaesa itu sebagai Allah Yang Mahagelap atau Allah Yang Transenden.

Allah Yang Mahagelap Menciptakan Allah Yang Mahaterang

Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 1:3

Terang yang diciptakan oleh Allah adalah TUHAN Allah.  TUHAN Allah disebut TERANG karena Dia bisa berinteraksi dengan manusia dan dikenali manusia. Itu sebabnya saya menyebutnya Allah Yang Mahaterang. Allah Yang Mahagelap dan Allah Yang Mahaterang itu ESA.

Orang-orang Kristen bodoh menuduh saya mengajarkan ajaran SESAT karena mengajarkan teori Allah MENCIPTAKAN Allah.  Allah Yang Mahagelap MENCIPTAKAN Allah Yang Mahaterang. Padahal itulah yang diajarkan oleh Alkitab kepada kita.

Gelap + Samudera + Roh Allah = Allah Yang Mahagelap = Allah Tritunggal = Tiga Allah Yang Mahaesa = Allah Yang Mahaesa

Allah Mahagelap = Allah Tansenden (Mustahil dikenali dan bertinteraksi dengan manusia)

Allah Mahaterang = Allah Imanen (berinteraksi dan dikenali manusia)

Gelap = Allah Bapa

Samudera = TUHAN Allah = Yesus Kristus

Roh Allah = Nafas Hidup = Roh Kudus

Allah Bapa
= PEMRAKARSA


TUHAN Allah = PENANGGAP

Ketika Allah Bapa menyatakan kehendak-Nya agar ADA Allah Yang Mahaterang maka TUHAN Allah menanggapi-Nya dengan MENJADIKAN diri-Nya sebagai Allah Yang Mahaterang.

Anda boleh memahaminya sebagai TUHAN Allah yang awalnya adalah Allah Yang Mahagelap BERUBAH atau MENJELMA atau MENGEJAWANTAH atau INKARNASI menjadi Allah Yang Mahaterang namun Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa itu adalah PENCIPTAAN. TUHAN Allah MENCIPTA Allah Yang Mahaterang.

Kenapa HARUS menggunakan kata MENCIPTA? Bukankah MENCIPTA berarti MENCIPTAKAN yang tidak ada menjadi ADA? Creatio at NIHILO? Benar! MENCIPTA berarti CREATIO AT NIHILO. Namun selama ini istilah MENCIPTA alias BARA alias CREATIO AT NIHILO dipahami dengan SALAH oleh banyak Teolog terutama Teolog Reformed.

Creatio at nihilo = BARA = MENCIPTAKAN sesuatu yang sebelumnya TIDAK ADA

Selama ini para teolog memahami BARA sebagai menciptakan SESUATU tanpa BAHAN baku atau menciptakan sesuatu dari NIHIL.

Allah BARA manusia = Allah MENCIPTA manusia

Sebelum diciptakan tidak ada yang disebut manusia. Setelah diciptakan baru ada yang disebut manusia. Itu sebabnya dikatakan Allah BARA manusia. Manusia di-BARA oleh TUHAN Allah dari debu tanah bukan dari NIHIL.

Allah BARA sorga dan dunia = Allah menciptakan Sorga dan dunia


Sebelum diciptakan tidak ada yang disebut sorga dan dunia. Setelah diciptakan baru ada yang disebut sorga dan dunia. Itu sebabnya dikatakan Allah BARA sorga dan dunia. Sorga dan dunia di-BARA oleh TUHAN Allah dari NIHIL tanpa bahan baku.

Inilah yang dapat kita simpulkan dari kedua kisah penciptaan tersebut di atas:

BARA bukan MENCIPTAKAN dari NIHIL
namun BARA adalah MENCIPTAKAN yang TIDAK ADA menjadi ADA. Allah BISA mem-BARA dari NIHIL namun JUGA bisa mem-BARA dari sesuatu yang sudah ada. Sebelum di-BARA tidak ada yang disebut langit dan bumi serta manusia. Itu sebabnya dikatakan Allah BARA langit dan bumi serta manusia. Namun, TUHAN Allah mem-BARA langit dan bumi dari NIHIL serta mem-BARA manusia dari debu tanah.


Handai taulan sekalian, itulah arti kata BARA atau MENCIPTA. Apabila tidak MEMAHAMI definisi BARA dengan BENAR dan MENGGUNAKANNYA dengan konsisten mustahil anda MEMAHAMI kisah PENCIPTAAN  oleh TUHAN Allah dengan BENAR dan KONSISTEN.

Allah Yang Mahagelap mem-BARA Allah Yang Mahaterang = Allah Bapa mem-BARA TUHAN Allah

Kenapa disebut BARA? Karena:

  1. Sebelum di-BARA menjadi Allah Yang Mahaterang, TUHAN Allah adalah Allah Yang Mahagelap.
  2. Sebelum TUHAN Allah di-BARA menjadi Allah Yang Mahaterang tidak ada yang disebut Allah Yang Mahaterang.
  3. SETELAH Allah Yang Mahagelap di-BARA menjadi Allah Yang Mahaterang, Dia TIDAK BISA menjadi Allah Yang Mahagelap LAGI.
  4. APABILA setelah di-BARA menjadi Allah Yang Mahaterang TUHAN Allah bisa KEMBALI menjadi Allah Yang Mahagelap lagi, itu berarti Allah MENYANGKAL ketetapan-Nya sendiri.

Handai taulan sekalian, setelah MEMAHAMI kata BARA alias MENCIPTA dengan BENAR, tidak sulit bukan untuk memahami ajaran Alkitab tentang Allah Yang Mahagelap MENCIPTAKAN Allah Yang Mahaterang?

Allah Yang Mahagelap Berpisah Dengan Allah Yang Mahaterang


Setelah Allah Yang Mahagelap menciptakan Allah Yang Mahaterang maka sejak itulah ada DUA jenis Allah:

  1. Allah Yang Mahagelap yang tidak BISA kelihatan dan tidak dikenal serta tidak berinteraksi dengan manusia.
  2. Allah Yang Mahaterang yang BISA kelihatan dan dikenal serta berinteraksi dengan manusia.

Walaupun ada DUA jenis Allah namun Kedua-Nya Esa. Kedua-Nya bisa dibedakan namun ada dalam KESATUAN. Siapakah Allah Yang Mahagelap? Allah Yang Mahagelap adalah Allah Bapa atau Allah. Siapakah Allah Yang Mahaterang? Allah Yang Mahaterang adalah TUHAN Allah. Bagaimana dengan Roh Allah? Karena Allah tidak mencipta Roh Allah menjadi terang itu berarti Roh Allah adalah Allah Yang Mahagelap.

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4

 
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama Kejadian 1:5


Memisahkan Gelap dari Terang berarti MEMISAHKAN Allah Yang Mahagelap DARI Allah Yang Mahaterang itu berarti memisahkan Allah dari TUHAN Allah. Karena TELAH dipisahkan itu berarti Allah Yang Mahagelap dan Allah Yang Mahaterang TIDAK ESA lagi. Bagaimana dengan Roh Allah? Karena yang dipisahkan HANYA Allah Yang Mahagelap DARI Allah Yang Mahaterang itu berarti baik Allah Yang Mahagelap maupun Allah Yang Mahaterang TETAP ESA dengan Roh Allah. Itu sebabnya walaupun tidak terdeteksi Indera manusia karena Dia adalah Allah Yang Mahagelap, namun Alkitab mencatat kehadiran Roh Allah di dunia. Sejak berpisah dari Allah Yang Mahagelap maka TUHAN Allah alias Allah Yang Mahaterang menjadi PERANTARA antara Allah Yang Mahagelap dan manusia. Karena telah berpisahlah maka Alkitab mencatat tentang komunikasi antara Allah Yang Mahagelap dan Allah Yang Mahaterang.

Allah Yang Mahagelap Menciptakan Allah Yang Mahamanusia


Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Wahyu 12:1

Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Wahyu 12:2

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Wahyu 12:3

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Wahyu 12:4

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Wahyu 12:5

Ayat-ayat terebut di atas adalah kisah kelahiran Yesus Kristus yang diceritakan oleh Yesus Kristus kepada rasul Yohanes melalui Roh Kudus. Itu adalah kisah Allah Yang Mahagelap menciptakan Allah Yang Mahamanusia.

Ketika Allah Bapa menyatakan kehendak-Nya agar ADA Allah Yang Mahamanusia maka TUHAN Allah yang saat itu ada dalam wujud Mahamalaikat (Malak YHWH) menanggapi-Nya dengan MENJADIKAN diri-Nya sebagai Allah Yang Mahamanusia yang disebut Anak Manusia. Disebut menciptakan karena:

  1. Sebelum DICIPTA menjadi Allah Yang Anak Manusia, Yesus Kristus adalah Allah Yang Mahamalaikat.
  2. Sebelum Malak YHWH DICIPTA menjadi Anak Manusia tidak ada yang disebut Anak Manusia.
  3. SETELAH TUHAN Allah DICIPTA menjadi Anak Manusia, Dia TIDAK BISA menjadi Malak YHWH lagi.
  4. Apabila setelah DICIPTA menjadi Anak Manusia, Yesus Kristus bisa KEMBALI menjadi Malak YHWH atau TUHAN Allah atau Allah Yang Mahagelap lagi, itu berarti Allah MENYANGKAL ketetapan-Nya sendiri.

Setelah menciptakan Allah Yang Mahamanusia alias Anak Manusia alias Yesus Kristus Allah Bapa lalu memisahkan-Nya dari Roh Allah alias Roh Kudus. Karena telah dipisahkan itu berarti Anak Manusia dan Roh Kudus tidak ESA lagi.

Allah Yang Mahagelap Berpisah dengan Roh Allah

Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Yohanes Yohanes 15:26

Pada Mulanya Allah Tritunggal itu Esa. Pada awal penciptaan sorga dan dunia Allah Bapa berpisah dengan TUHAN Allah. Ketika hidup di dunia sebagai Anak Manusia, TUHAN Allah berpisah dengan Roh Kudus. Ketika Tuhan Yesus naik ke sorga, Roh Kudus berpisah dengan Allah. Pada saat ini Allah Tritunggal SUDAH berpisah secara sempurna. Allah Bapa adalah Allah Yang Mahagelap, itu sebabnya kita hanya mengenal-Nya melalui Yesus Kristus. Roh Kudus adalah Allah Yang Mahagelap itu sebabnya walaupun ada di dalam hati kita, namun tidak kita kenal dan rasakan sama sekali. Tuhan Yesus adalah Allah Yang Mahaterang itu sebabnya walaupun Dia tidak ada di Dunia saat ini namun kita merasa akrab dan dekat dengan-Nya.

Sebagian orang Kristen pasti menuduh saya SESAT karena mengajarkan bahwa Allah Tritunggal BERPISAH. Yesus Keluar dari Allah Bapa. Roh Kudus keluar dari Yesus dan Allah Bapa. Bukankah KELUAR berarti BERPISAH? Apabila demikian, bukankah itu berarti Allah Tritunggal TIDAK tunggal lagi? Apabila demikian, bukankah itu berarti orang Kristen menyembah TIGA Allah? Handai taulan sekalian, Kita menyembah Tiga Allah Yang Mahaesa. Kenapa dikatakan Mahaesa? Karena walaupun Ketiga Allah itu BERPISAH namun Allah Bapa ada di dalam Yesus Kristus dan Yesus Kristus ada di dalam Allah Bapa. Allah Bapa dan Yesus Kristus ada di dalam Roh Kudus dan Roh Kudus ada di dalam Allah Bapa dan Yesus Kristus. Saat ini kita tidak akan membahas masalah ini namun kita akan membahasnya lain kali.

NB.
Blog ini ditulis untuk melengkapi blog:

Allah Tritunggal dan Allah Yang Mahagelap - klik di sini
Allah Yang Mahagelap Menciptakan Allah Yang Mahaterang -   klik di sini
Budi Asali YAK-YAK-O Karena YHWH Memang DICIPTAKAN - klik di sini.