? FU/BERKAT
Karakter bahasa Chinese sunguh sangat menarik, hampir semua bagian mempunyai arti dan salah satunya karakter Fu yang berarti berkat. Semua orang senang dengan apa yang namanya berkat dan karakter fu sungguh bisa menjelaskan apa sebenarnya arti dibalik kata berkat.
Arti pertama. Karakter Fu bisa di bagi dalam dua bagian; yang sebelah kiri dan yang sebelah kanan. Pertama, bagian sebelah kanan dari atas ke bawah ada tiga bagian yakni; pertama yi (?) yakni yang berhubungan dengan keseluruhan dan juga hal-hal yang utama dalam hidup. Hal-hal utama tersebut seperti kebahagiaan, damai, kesejahteraan, aman tentram, jodoh dan sebagainya. Karakter dibawahnya adalah kou (?) yang melambangkan hal-hal yang berkaitan dengan mulut dan tubuh seperti sandang, pangan, papan dan kebutuhan sehari-hari. Sedang yang ketiga adalah karakter tian (?) yang arti dasarnya adalah sawah. Berikutnya tian bisa diartikan hal-hal seperti harta benda yang dibutuhkan dalam hidup, juga sebagai harga diri manusia. Ketiga hal di atas adalah berkat-berkat yang dibutuhkan semua manusia, tapi itu semua tidak ada artinya jika tidak ada karakter yang disebelah kirinya. Karakter sebelah kiri adalah shen yang menunjukan bahwa semua hal-hal yang utama seperti kebahagiaan, damai sejahtera aman dan tentram, semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan hidup, dan semua harta benda serta harga diri, semuanya berasal dari Tuhan Allah. Semua berkat yang dibutuhkan oleh manusia semua berasal dari Tuhan Allah.
Kedua, karakter fu juga dibagi dua bagian tetapi dengan pengertian yang berbeda. Sebelah kiri tetap berarti Tuhan dan sebelah kanan bisa tiga karakter tersebut bisa dibaca yi kou tian. Yi Kou itu berarti seseorang dan tian itu berarti bumi atau sawah atau harta kekayaan. Ketiga karakter bertumpuk tersebut jika disebelah kirinya tidak ada karakter Tuhan maka Yi kou tian itu tidak mempunyai arti. Jelasnya, walau seseorang hidup di dalam dunia memiliki harta yang banyak, memiliki kedudukan yang tinggi, memiliki pengaruh yang luas, dan mampu memenuhi segala kebutuhan jasmani dan pskisnya namun jika tanpa Tuhan semuanya tiada berarti. Selain itu Yi kou tian itu bisa berarti manusia beserta bumi dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya semua berasal dari Tuhan Allah.
Orang di daratan China sangat senang dengan karakter Fu. Khususnya pada hari-hari menjelang Chinese New Year, kebanyakan pintu-pintu rumah bertuliskan karakter Fu Dao berwarna merah, atau karakter Fu dengan posisi terbalik. Maksud mereka adalah agar berkat-berkat yang dibutuhkan oleh mereka sungguh-sungguh bisa sampai ke rumah mereka. Pada era kapitalisme negeri China saat ini, dalam pikiran umumnya orang di sini adalah uang, rumah, jabatan, harga diri, serta kenikmatan hidup. Tidak sulit untuk mengetahui pikiran rakyat negeri ini pada umumnya, kita tinggal sediakan telinga untuk mendengar apa yang mereka bicarakan baik di warung-warung kecil sampai restaurant besar. Dari orang yang sedang berjalan, sampai yang naik kendaraan umum, hampir semua bahan pembicaraan berkaitan dengan hal-hal di atas. Jika kita di Indonesia umumnya orang tidak akan secara langsung seperti misalnya, “Hai Hen, gajimu berapa? Atau Pendapatanmu sebulan berapa?” Tapi jika kita ada di negeri China pertanyaan seperti itu sudah sangat biasa, bahkan ketika ada di warung, orang yang sedang makan disebelah kita bisa tiba-tiba bertanya,”Tuan, kamu kerja di mana, gajinya berapa” Orang yang tidak kenalpun bisa langsung bertanya soal uang kita atau kita punya apa saja. Nampak seperti tidak sopan dan tidak tahu budaya, tapi itulah yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari di negeri ini. Umumnya orang mengejar semua kebutuhan hidup dan jika sudah menadapatkannya berusaha menaikannya pada level yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Orang di sini sungguh-sungguh dalam mengejar berkat-berkat jasmani dan berkat secara psikis, tapi mereka lupa bahwa semua jenis berkat asalnya dari Allah Pencipta. Orang di sini umumnya tahu tulisan fu dan tahu mengapa karakter Fu bisa seperti demikian, namun mereka seolah menutup sebelah mata bahwa semua kehidupan di dunia tanpa Tuhan tidak ada artinya. Mereka hanya mau berkat dari Allah tanpa mau mengenal Allah sumber berkat itu.
Penghargaan terhadap orang umumnya tergantung berapa besar gaji seseorang, berapa tinggi jabatan dan tingkat pendidikannya, berapa banyak pengaruh seseorang, berapa besar rumahnya dan sebagainya. Apa yang melekat pada seseorang merupakan alat untuk menilai dan menghargai seseorang. Karena itu orang berlomba-lomba menaikan taraf hidupnya, menaikan level pendidikannya, mengejar jabatan yang tinggi, investasi yang semakin banyak, salah satu tujuannya agar bisa dihargai oleh orang lain. Walau dengan cara-cara yang merugikan orang lain sekalipun akan ditempuh asal bisa meningkatkan kebahagiaan duniawi dan harga diri. Kenyataannya banyak orang tidak menemukan kebahagiaan sejati dan juga kepuasan hidup walau segala berkat fisik dan psikis terpenuhi.
Saya pikir kita perlu kembali ke inti dari karakter Fu bahwa manusia dan dunia serta segala kekayaan di dalamnya semua berasal dari Tuhan Allah, karena itu perlu hidup dengan ucapan syukur atas hidup dan segala kepercayaan yang Tuhan sudah berikan selama ini. Dari pada mengeluh dan menyalahkan keadaan serta diri sendiri akan apa yang belum dimiliki lebih baik kita bersyukur karena atas apa yang sedang kita miliki saat ini, yang semua itu asalnya dari Tuhan. Sikap menerima dengan ucapan syukur akan apa yang sudah diberikan kepada kita oleh Tuhan menolong kita untuk hidup lebih rileks dan produktif. Lebih daripada itu, kata Fu mau mengajak kita untuk lebih menghargai Sumber berkat ketimbang wujud berkat yang kita terima karena tanpa Tuhan sumber berkat itu hidup di dunia tiada berarti. Jika mata rohani dan jasmani kita bisa melihat Tuhan jauh lebih penting dari semua harta, kedudukan serta kenikmatan duniawi lainnya maka sebenarnya kita berada pada level yang Tuhan tetapkan pada kita. Berikutnya karakter Fu mau mengajar kepada kita bahwa karena sumber berkat itu adalah Tuhan maka segala pengharapan akan kebutuhan jasmani dan rohani ada di dalam tangan-NYa. Berharaplah pada Tuhan untuk semua kebutuhan jasmani dan rohani kita. Sikap hidup seperti ini akan menghindarkan kita pada kekuatiran hidup yang berlebihan, apalagi jika mengingat perkataan Paulus, “Ia, yang tidak menyangkan anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkannya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?(Roma 8:32).
Betapa kayanya karakter Fu, apakah Anda sama dengan kebanyakan penduduk negeri ini dalam memahaminya? Apakah Anda hanya menginginkan berkat-berkat Tuhan tanpa benar-benar merindukan Tuhan? Apakah bisa kita menghormati-Nya sebagi pemberi dan penyedia segala berkat?
Salam Chinansha
Wu Shan
Hendra Rey