Blog ini ditulis untuk menanggapi komentar Hai Hai: "Mustahil Istri Nabi Hosea Selingkuh", soalnya terlalu panjang kalo mao ditulis sebagai komentar lagi 
-------------
Pertama, konteks buku Hosea harus jelas dulu:
- Hosea 1: Tuhan memerintahkan Hosea untuk mengambil istri untuk si Hosea sendiri:
"TUHAN berkata, "Hosea, kawinilah seorang yang suka melacur, dan anak-anakmu juga akan menjadi seperti dia. Umat-Ku sama seperti istrimu itu; mereka tidak setia kepada-Ku, dan meninggalkan Aku."" Hosea 1:2 (BIS)
(BIS diambil di sini soalnya lebih konsisten dengan terjemahan lainnya (NIV & ESV) dibanding Terjemahan Baru) - Hosea 2: Tuhan menjelaskan ketidak-setiaan bangsa Israel, dengan menggambarkan mereka sebagai istri yang tidak setia. Pasal ini menggambarkan Israel, bukan Gomer, karena:
"...seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir" Hosea 2:15 (Terjemahan Baru)
Di pasal ini, setelah Tuhan menggambarkan ketidak-setiaan Israel (dianalogikan sebagai istri yang tidak setia), Tuhan sendiri yang menjadikan mereka setia pada akhirnya - Hosea 3: Tuhan menyuruh Hosea untuk kembali ke istrinya, walaupun dia sudah berselingkuh. Nah, gue (eh, saya) yakin, di sinilah yang diperdebatin sama preman hai hai
, karena memang banyak terjemahan yang tidak menjelaskan apakah ini istri yang sama atau tidak. Masalahnya gue bukan ahli Dead Sea Scrolls, dan sejauh ini mengasumsikan ini adalah istri yang sama, karena konsisten dengan konteks seluruh buku Hosea (harap sabar, lebih jelas abis ini)
"KEMUDIAN TUHAN berfirman kepadaku, "Pergilah, jemput lagi istrimu itu. Terimalah dia kembali dan kasihilah dia walaupun ia suka berzinah. Karena Israel tetap dikasihi TUHAN, walaupun ia telah berpaling kepada allah-allah lain dan memberi mereka persembahan-persembahan istimewa." Hosea 3:1 (Firman Allah Yang Hidup)
(FAYH diambil di sini karena gue (eh, saya) yakin ini menjelaskan arti yang sesungguhnya, seperti NIV. Ya benar, terjemahan lain lebih konsisten ke bahasa aslinya, yang tidak begitu menjelaskan apakah ini memang benar istri yang sama atau tidak. Tapi gue yakin, bahkan konteks Hosea 3 sendiri menjelaskan, ini adalah istri yang sama) - Hosea 4 & 5: Tuhan memperingatkan bahwa ketidak setiaan mereka membawa hukuman
- Hosea 6 & 7: Dasar si Israel emank badung! Masih juga kagak setia
- Hosea 8 - 10: Israel kena getahnya, wong udah diperingatin kok sama Tuhan!
- Hosea 11:1-11: Dasar emang Tuhan penuh kasih dari dulu (siapa bilang Tuhan di Perjanjian Lama lebih serem dibanding Yesus, wong Tuhan yang sama!!!!), udah Israel kagak setia bak istri tak setia, tetep aja Tuhan mengasihi Israel
- Hosea 11:12 - Hosea 12: Ketidak setiaan (dosa) Israel diingetin lagi
- Hosea 13: Tuhan ngambek
- Hosea 14: Tuhan mengingatkan kembali, pertobatan untuk jalan kembali kepada Tuhan
--------------
Mode berantem: ON 
-------------Tidak setuju dengan hai hai (#1) ---------------------
Hai hai bilang:
"Tuhan suruh Nabi Hosea mengawini seorang pelacur, namanya Gomer yang melahirkan 2 anak lelaki dan 1 anak perempuan baginya. Kemudian kembali Tuhan menyuruhnya mengawini seorang pelacur, namun melarangnya untuk bersetubuh dengan istri keduanya itu"
Dijawab di atas, ngikutin FAYH (atau English NIV), ini sebenernya istri yang sama. Lagipula, kenapa Tuhan suruh Hosea ngambil istri kedua? Karena itu tidak konsisten dengan konteks seluruh buku Hosea.
-------------Tidak setuju dengan hai hai, Kendrik, dan Erich (#2) ---------------------
Hai hai bilang:
"...Sekaligus di sini saya membantah pernyataan bung Kendrik Sumolang yang mengatakan bahwa "Lelaki tidak bisa belajar mencintai!" Kisah nabi Hosea dalah bukti tak terbantah bahwa baik lelaki maupun wanita dapat belajar mencintai. apa yang dikatakan oleh Pastur Erich From benar, cinta adalah perasaan yang harus dilatih! and tidak percaya? Silahkan mempelajari kitab Hosea sekali, kali ini lakukan dengan hati-hati tanpa prasangka"
Buku Hosea bukan buku tentang belajar cinta-mencintai dalam konteks sempit (hanya laki-wanita atau suami-istri) seperti Kendrik dan Erich bilang. Buku Hosea adalah buku yang sangat baik menggambarkan emosi Tuhan, betapa pahit dan sakitnya dikhianati bangsa pilihanNya sendiri. Di buku ini, Tuhan menggambarkannya melalui hubungan suami-istri yang tidak sempurna, dimana si suami selalu setia (digambarkan melalui Hosea), dan istrinya (bangsa Israel) yang tidak pernah setia.
Saya setuju tapinya, bahwa kita bisa belajar mengasihi (tidak sekadar mencintai, yang hanya di konteks suami-istri), hanya karena Tuhan sudah mengasihi kita terlebih dahulu, yang direalisasikan melalui kematian dan kebangkitan anakNya yang Tunggal, Yesus Kristus (konteks seluruh Alkitab)
------------------Sangat Sangat Sangat Tidak setuju dengan hai hai (#3) ----------
Hai hai bilang:
" Saya menjamin, bahwa Gomer, setelah menjadi istri nabi Hosea, tidak pernah melakukan selingkuh"
Kalau pernyataan ini benar, menurut gue (eh, saya), buku Hosea seharusnya dibakar dan dihapus dari Alkitab, karena tidak ada gunanya. Yang mesti kita inget, buku ini menggambarkan hubungan Tuhan dengan Israel yang sangat tidak harmonis, semata-mata karena Israel tidak setia!
Hubungan ini digambarkan, dengan Tuhan memerintahkan Hosea mengambil istri yang tidak setia, dan terus-terusan tidak setia. Kalau ini tidak terjadi, maka hubungan Tuhan-Israel tidak begitu parah donk?
Yang lebih dahsyatnya lagi, Tuhan tetap setia. Seperti yang hai hai bilang:
"Istri seorang nabi yang dengan kekeh jumekeh menyatakan bangsa Israel sebagai "SUNDAL" bila ketahuan berselingkuh, pasti akan dirajam sampai mati oleh masyarakat. Mustahil Nabi Hosea mencegah hal itu, sebab bila dilakukannya, sama saja dengan melanggar perintah Tuhan"
TEPAT SEKALI. Kenyataanya, Tuhan tidak merejang Israel sampai mati, hanya karena janjiNya yang sudah dia berikan dari awal, kepada Abraham, dan hanya karena kasihNya semata!!! Di konteks komunitas Israel, mengapa komunitas Israel tidak merejangnya sampai mati? Hmmmmm..... sejauh ini, berapa banyak peraturan yang sudah dilanggar oleh Israel?
-------------Tidak setuju & setuju dengan hai hai (#4) ---------------------
Hai hai bilang:
" PERHATIKAN, bila setelah Yizreel lahir dan ibunya Gomer tetap selingkuh, mustahi nabi Hosea mau menyetubuhinya lagi, minimal dia akan melakukan protes kepada Tuhan"
"...menurutku, nabi Hosea adalah nabi yang diberkati"
Terjawab di #2, buku Hosea bukan tentang bagaimana Hosea menjalankan hubungan rumah tangganya, buku ini menggambarkan hubungan Tuhan-Israel. Tuhan memilih Hosea sebagai representasi hubungan ini, oh betapa malangnya Hosea!!!!!!!!
Saya setuju tapinya, Hosea diberkati pada saat yang sama! Toh, apa definisi berkat itu? Rumah tangga sip-sip saja? Atau berhubungan dekat dengan Tuhan? Walaupun harus mengalami apa yang Tuhan alami (dikhianati)? Karena dari ini, artikel gue (eh, saya) sebelumnya bertanya, "ada yang pernah sakit hati?" Anggaplah itu sebagai berkat!! Karena itulah yang Tuhan alami dengan kita! Untuk mengalami emosi Tuhan, bukankah itu sebuah berkat?
-------------sangat sangat sangat setuju dengan hai hai (#4) ---------------------
Hai hai bilang:
"Menurutku, Tuhan mau ngasih analogi kepada bangsa Israel dan seluruh umat manusia, bahwa sekali Tuhan menyatakan cintaNya, tidak ada seorangpun yang bisa menolakNya apalagi mengkhianatiNya"
SANGAT SETUJU!
"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 8:38-39 (Terjemahan Baru)
Mode berantem: OFF