Setelah uraian tentang Allah Tritunggal tidak ada sanggahan, saya lanjutkan untuk mempertegas konsep Tritunggal dari sisi lain. Tidak dijelaskan kapan Yesus mulai "maujud" sebagai Firman yang keluar dari Bapa untuk menyampaikan kehendak Bapa, namun Alkitab jelas menuliskan bahwa alam semesta diciptakan oleh kehendak Allah Bapa MELALUI Yesus Kristus. Bahwa sebelum turun ke bumi sebagai manusia bernama Yesus, maka Sang Firman tinggal bersama Bapa di Sorga, dan beberapa pekerjaan besar yang Sang Firman kerjakan bersama Bapa, diantaranya adalah
menciptakan "langit dan bumi" (Kejadian 1).
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yoh 1:1-3)
Kapan Bapa "memperanakkan" Yesus, atau mewujudkan Sang Firman sebagai Pribadi "terpisah" dari Bapa? Waktunya saya tidak tahu secara tepat, tetapi saat itu ADA!!!
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (Mazmur 2:7,8)
Siapapun penulis ayat Mazmur tersebut, tetapi kalau Yesus tidak meralatnya, maka itu adalah sebuah kebenaran, bahwa Yesus adalah Dia yang dimaksudkan itu, yaitu yang diperanakkan secara Roh oleh Bapa tanpa suatu perkawinan seperti pada manusia. Lalu diperkuat oleh ayat berikut:
Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.Allah (Bapa)telah membangkitkan Dia (Yesus) dari antara orang mati dan Ia (Yesus) tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. (Kisah 13:32-34)
Dan ayat-ayat berikut lebih "tajam" lagi:
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." (Ibrani 1:1-9)
Nah, kembali kepada judul topik.
Dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Yesus setiap kali berdoa, maka Yesus sedang berdoa kepada Allah Bapa (Yesus di Bumi, Bapa di Sorga).
Lalu ketika Yesus disalib, maka Ia menjadi manusia seutuhnya, dan kembali Yesus menyapa Bapa-Nya dengan sebuah keluhan: Eli, Eli, Lama Sabakhthani? Bermakna: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?
Ketika Yesus disalib, maka Dia sedang menjadi Anak Domba yang disembelih, untuk dipersembahkan kepada siapa? Kepada Bapa Sorgawi yang saat itu sedang berada di Sorga.
Setelah "upacara penyembelihan" selesai, yaitu semua penderitaan manusia yang harus ditanggung-Nya sudah selesai, maka Yesus menyerahkan nyawa-Nya. Menyerahkan kepada siapa?
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya." (Lukas 23:46)
Jelang wafat-Nya, Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa.
Jadi, Allah Bapa tidak pernah disalib, tetapi Sang Firman yang menjadi manusia bernama Yesus, Dialah yang disalib.
Apakah Roh Kudus ikut disalib?
Memang tidak ditulis kapan Roh Kudus meninggalkan Yesus. Dugaan saya: di kayu salib, ketika Anak Manusia ini merasa sendiri dan ditinggalkan.
Lalu Yesus wafat, dan setelah bangkit, empat puluh hari lamanya Dia menampakkan diri kepada para murid, kemudian terangkat ke Sorga. Yesus harus naik ke Sorga "meninggalkan" murid-murid-Nya, supaya Dia dapat mengutus Roh Kudus untuk turun "menggantikan posisi" Yesus hanya dalam fungsi berbeda.
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yoh 16:7).
Jadi, Allah Bapa tidak pernah mati disalib, dan memang tidak akan pernah wafat sampai kapanpun. Yesus lah yang menjadi persembahan, dan Bapa yang menerima persembahan itu, sebagaimana ketentuan Taurat Musa soal korban dan persembahan.
Amien.