Submitted by Debu tanah on
Alkitab mengajarkan, untuk menyelamatkan umat manusia, Allah telah mengutus Anak-Nya dalam diri Yesus Kristus. Yesus Kristus, Juru Selamat manusia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Yesus adalah Tuhan dan (sekaligus) manusia. Yesus Kristus adalah pencipta yang menjelma menjadi manusia ciptaannya yang darahnya dicurahkan untuk menghapus dosa ciptaan. Kenapa Allah harus repot-repot turun ke dunia, dilahirkan, tumbuh sebagai manusia, kemudian menderita dan disalibkan untuk menyelamatkan manusia? Karena itu lah satu-satu nya jalan, ini juga ajaran Alkitabnya orang Kristen.
 
Rahasia keselamatan orang Kristen adalah bahwa Yesus sang Juru Selamat manusia adalah Tuhan dan manusia.  Pertanyaannya, bagian mana dari Yesus yang manusia dan bagian mana dari Yesus yang disebut Allah, apakah Yesus adalah perpaduan antara Allah & manusia atau 100% Allah yang mengenakan “tubuh manusia” ?
 
Ayat-ayat  Alkitab yang eksplisit berkata bahwa Yesus adalah manusia, antara lain:
 
Roma 1:3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

I Yohanes  4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

II Yohanes  1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Yohanes  1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

I Petrus
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Istilah “Anak domba” dalam 2 ayat terakhir adalah merujuk sama dengan manusia, bukan merujuk kepada ke-Allah-an Nya. Dalam perjanjian lama, darah anak domba dikorbankan sebagai korban penghapus dosa manusia.
 
Ayat-ayat yang eksplisit berkata bahwa Yesus adalah Tuhan:
 
Matius
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga

Roma 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Roma  10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
 
Allah Menjelma menjadi Manusia
 
Untuk memahami kenapa Allah harus menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia, cobalah menjawab dua pertanyaan berikut ini:

1.    Dapatkah Allah menciptakan manusia baru yang tanpa dosa (yang bukan Tuhan yang menjelma menjadi manusia) untuk dikorbankan untuk menghapus dosa?
2.    Dapatkah Yesus itu hanya Tuhan saja (tanpa menjelma menjadi manusia) menghapus dosa manusia? Dapatkah Allah mengampuni tanpa ada manusia Yesus sebagai Anak Domba yang dikorbankan?
 
 
 
Korban Binatang Penghapus Dosa?
 
Dalam ibadah orang Israel dalam Perjanjian Lama, untuk mengampuni dosa umat Israel, imam mengorbankan binatang di atas mezbah.
 
Keluaran  30:10 Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."

Tetapi dari Alkitab Perjanjian Baru kita tahu bahwa darah binatang dalam Perjanjian Lama tidak benar-benar menghapus dosa:
 
Ibrani
10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
.....................
10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.


Sekarang kita bahas, apa yang bisa menghapus dosa, ayat 5 berkata:

Ibrani 10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.

Dalam bahasa Inggris:

10:5 For this reason, when Christ was about to come into the world, he said to God: "You do not want sacrifices and offerings, but you have prepared a body for me.

Ayat di atas berkata bahwa korban manusialah yang dapat menghapus dosa manusia. Prinsip ini dijelaskan dengan sangat gamblang dalam Kitab Roma:

Roma
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus


Karena manusia telah berdosa maka, dosa manusia hanya bisa dihapuskan dengan korban MANUSIA lain dengan tubuh yang sama tetapi tidak melakukan dosa untuk dihukum menggantikan manusia yang berdosa itu.

I Petrus 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

I Yohanes  3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.



Kemanusiaan dan Ketuhanan Yesus Kristus


Yesus adalah manusia dan Tuhan, tubuh Yesus adalah manusia, tetapi jiwa/roh nya adalah Anak Allah. Namun Yesus Kristus bukan manusia biasa yang melakukan dosa (berbuat dosa), Alkitab jelas mengajarkan bahwa Yesus tidak berbuat dosa. Tetapi Alkitab mengajarkan Yesus adalah Allah yang mengosongkan diri-Nya di dalam daging / tubuh manusia berdosa (= “SARX”, Yunani ). 

Lantas bagaimanakah posisi Allah – Manusia dalam diri Yesus Kristus? Kita mengetahui bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa/roh. Menurut Alkitab, beginilah komposisi Manusia- Allah dalam diri Yesus Kristus:


Yesus Kristus = Tubuh Manusia Berdosa + Anak Allah
 
1. Tubuh tanpa jiwa / roh = daging manusia yang berdosa = Sinful flesh = SARX, Yunani (Ibrani 4:15, Ibrani 10:5, Roma 8:3)
 
2. Anak Allah sebagai Jiwa/Roh (Yohanes 8:23, Filipi 2:7)
Ibrani  4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
 
Ibrani 10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.
 
Yohanes 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
 
Namun demikian Yesus BUKAN tubuh manusia tanpa jiwa/roh yang dirasuki oleh Roh Tuhan, karena bila demikian maka Yesus tidak lebih dari robot. Tetapi istilah Alkitab: Yesus Kristus adalah Allah yang telah mengosongkan diri-Nya = MENJADI SAMA dengan manusia. (Filipi 2:6-8)

Filipi
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
 
Dengan kata lain Anak Allah memposisikan diri sebagai manusia, tubuh manusia Yesus sama dengan tubuh kita, tetapi bedanya dengan kita, ke-Allah-an Nya itu menjamin manusia Yesus tidak berbuat dosa.

Cara Yesus Menyelamatkan Manusia

Bagaimanakah (kematian) Yesus bisa menyelamatkan manusia?

Roma  8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

Yesus Kristus adalah Anak Allah yang berinkarnasi ke dalam daging (Yunani “SARX” = tubuh manusia berdosa), Anak Allah mengosongkan diri-Nya, artinya menjadi sama dengan manusia dan berlaku sebagai manusia. Ayat di atas jelas berkata bahwa tubuh Yesus SAMA seperti tubuh kita yang dikuasai oleh dosa, hanya tidak berbuat berdosa. (Ibrani 4:15). Kemudian Bapa menjatuhkan hukuman atas dosa di kayu salib !

Ibrani  4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.


Bandingkan dengan ayat berikut:

I Petrus
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Perhatikan, apakah Roma 8:3 yang berkata tubuh Yesus serupa dengan daging yang dikuasai dosa kontradiksi dengan 1 Petrus 1:19 yang berkata bahwa darah Kristus yang tak bernoda dan tak bercacat?

Darah adalah lambang “kehidupan”, kehidupan Yesus adalah kehidupan Anak Manusia yang tak bernoda dan tak bercacat di hadapan Allah, Yesus taat kepada Bapa hingga mati di kayu salib! Walaupun tubuh Yesus sama dengan kita yaitu daging yang dikuasai dosa karena dia keturunan perempuan, namun Roh Kudus memelihara agar kehidupan-Nya tak bernoda dan tak bercacat, dengan kata lain Yesus tidak melakukan dosa! (I Yoh 3:5)

I Yohanes  3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.


Dalam menyelamatkan manusia berdosa, Yesus melakukan 2 hal:
1.    Menerima hukuman Allah atas dosa (Roma 8:3)
2.    Melakukan tuntutan hukum Taurat

Dalam menyelamatkan manusia, Anak Allah harus menjelma ke dalam tubuh manusia yang berdosa, karena manusia tidak berdaya melakukan tuntutan hukum Taurat karena kelemahan daging, Anak Allah menjadi sama dengan manusia (= keturunan perempuan, Roma 8:3) dan melakukan tuntutan hukum taurat dengan tidak melakukan dosa sehingga darahnya tidak bernoda dan bercacat (1 Petrus 1:19) sehingga layak menjadi Anak Domba penghapus dosa manusia.


Kesimpulan

1.    Allah tidak pernah berniat menciptakan manusia yang sempurna (tanpa kelemahan), karena bila demikian maka Anak Allah tidak perlu datang ke dunia. Dengan kelemahan manusia, justru membuka jalan bagi Allah untuk menyatakan diri-Nya bahkan menjadi satu dengan manusia sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia.

2.    Yesus Kristus (baca: Allah menjelma menjadi manusia) adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia, karena manusia tidak mampu melakukan tuntutan Allah. Anak Allah menjelma menjadi manusia yang telah berdosa itu dalam diri Yesus untuk menerima hukuman atas dosa untuk menggantikan manusia dan melakukan tuntutan Allah.


Note:
Tulisan ini terutama saya dedikasikan kepada mereka yang sedang mencari jalan keselamatan.