Submitted by Debu tanah on

 Tidak terasa hampir 1 tahun Deta menjadi anggota di Sabdaspace (per 30 Januari 2009, keanggotaan Deta adalah 50 minggu 1 hari). Pertama kali saya “terdampar” di sini (beberapa minggu sebelum menjadi anggota) adalah karena saya browsing artikel waktu saya mencari “kebenaran” saat “pencobaan” menimpa hidup saya. Saya percaya ini bukan kebetulan, namun oleh pengaturan Roh Kudus, itulah yang membuat saya yakin bahwa Tuhan Yesus memang menghendaki saya menulis disini! 

Awalnya saya tidak berani menulis, saya hanya membaca banyak tulisan-tulisan bagus dan membangun di sini, kemudian saya memberanikan memberikan komentar-komentar atas blog-blog yang ada (sebelum menjadi anggota). Namun atas dorongan saudara Hai hai dan saudara Nosid, saya memberanikan diri menulis blog perdana saya Mengapa Allah Menciptakan Manusia ?, yang saya publish pada 3 Maret 2008. Terima kasih saudara Hai dan Saudara Nosid !! 

Gayung bersambut rupanya, saya adalah seorang Kristen yang gemar membaca Alkitab dan merenungkannya, tetapi tidak punya wadah untuk mengekspresikannya, hingga saya mulai menulis di sini. Tetapi cara Deta membaca Alkitab bukanlah seperti saudara Hai hai yang membaca Alkitab seperti Novel dan telah berkali-kali membacanya hingga habis atau seperti saudara Samuel Franklyn yang telah membaca Alkitab lebih dari 50 kali dalam beberapa versi dan bahasa. Deta mau ngaku dosa nih, Deta belum pernah membaca Alkitab satu kali pun dari Kejadian hingga Wahyu sampai habis! Tetapi Deta sejak kecil hanya membaca dan merenungkan Alkitab mengenai kisah-kisah dan bagian-bagian yang disukai nya saja dengan berulang-ulang, juga membaca berulang-ulang buku-buku koleksinya yang dibelinya karena sedang menjadi beban dan “mood” di hati saja. Karena Deta memang sangat malas membaca kitab–kitab atau buku yang menurut Deta sangat membosankan, sehingga mulai membacanya pun ogah.. Ada niat sih, mungkin Deta perlu menyisihkan waktu untuk membaca Alkitab sampai tuntas barang satu kali. 

Sejauh ini Deta hanya mampu menulis 30 blog, termasuk blog ini. Jauh di bawah produktivitas saudara-saudara yang sangat rajin menulis di sini! Salut buat mereka! 

Saya “tidak tahu” apakah saya telah menulis apa yang berkenan kepada-Nya, apakah tulisan-tulisan saya ini benar-benar memuliakan nama-Nya atau malah menodai nama-Nya yang kudus? Mengapa saya katakan demikian? Karena oleh beberapa tulisan-tulisan tersebut saya telah menuai kritikan dan kata-kata mutiara antara lain: SESAT, BEBAL, BENGAL, MEMBERITAKAN INJIL BARU, dsb. Tidak ada sedikitpun sakit hati, Deta malah semakin berhati- hati dalam menulis dan kembali merenungkan apa yang telah saya tulis. Beberapa waktu yang lalu Tuhan mengingatkan saya melalui ayat berikut: 

I Timotius  4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
 

Namun demikian, saya menulis apa yang saya pahami tentang ajaran Alkitab, pengalaman hidup saya dalam mengikuti Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat saya, dengan harapan, semoga banyak orang yang terbantu dan mendapat jalan pintas untuk mengenal jalan-jalan Tuhan, sehingga semakin cepat “menemukan” Dia ! 

Tidak ada yang perlu dibanggakan, walau kadang ada bisikan dalam hati yang hendak memuji diri sendiri. Namun Tuhan tahu, saya menyesal bila kadang ada bisikan demikian dalam hati saya dan saya memohon supaya Roh Kudus untuk memurnikan motivasi saya dalam menulis di Sabdaspace. 

Dan ini lah yang selalu saya ingatkan kepada diri sendiri: 

Selagi Allah berkenan saya menulis, memberikan saya waktu luang untuk menulis, dan bisa online di Sabda, maka saya akan terus menulis dan komentar untuk kemuliaan nama-Nya, yaitu untuk memberitakan injil kepada yang belum menerimanya dan memberkati saudara-saudara di dalam Tuhan, membasuh kaki-kaki mereka yang kotor oleh debu waktu mereka berjalan di dunia ini, meluruskan yang bengkok, menegur yang menyimpang dan tentu saja tetap terus belajar dari saudara-saudara semuanya di sini. 

Saya sendiri percaya bahwa saya sudah memperoleh keselamatan yang terjamin oleh kasih karunia Allah. Namun tidak bisa tidak, oleh dorongan kasih yang ada dalam hati saya kepada-Nya, maka saya melayani Dia untuk kemuliaan nama-Nya, karena Dia terlebih dahulu mengasihi saya! 

Akhir kata, saudara-saudara di dalam Kristus, bila kita menulis, baiklah kita menulis bagi Dia, semoga dengan tulisan-tulisan kita, nama-Nya semakin dimuliakan! Amin…
 

Catatan:

Pada kesempatan ini saya minta maaf kepada saudara-saudara yang oleh karena emosi atau gaya diskusi yang berlebihan, Deta telah terlanjur mengeluarkan ucapan yang tidak baik dan menyinggung beberapa saudara. Harapan saya tegurlah Deta bila Deta salah. Semoga saja Deta mau sadar, bila Deta sering “ngeyel” itu karena dia merasa benar dan berniat menegakkan kebenaran Alkitab yang sejati. 

Oh, ya satu hal lagi. Bila ada yang merasa Deta itu terkesan emosian dan dan kadang sampai marah, harap maklum karena Deta hanya manusia biasa dan mencoba meneladani Yesus Kristus yang kadang juga bisa marah. Hehehe… (Cari excuse nih ye….).