Submitted by Adrina on

Injil Yang Lain: Kesesatan Bidat tentang Allah Tritunggal dan Kristologi



Gal 1:6-9  “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”

Ayat  ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa guru palsu / pengajar sesat di kalangan Yahudi yang mengacaukan orang-orang di Galatia dengan memaksa mereka untuk melaksanakan segala ketentuan Hukum Taurat, sebagai syarat untuk diselamatkan.

Guru-guru palsu itu mengajarkan bahwa keselamatan bukan hanya oleh iman, tetapi juga karena taat pada Hukum Taurat; harus disunat, menaati Hukum Taurat dan merayakan hari-hari raya Yahudi (Gal 3:5; 4:10; 5:2).

Rasul Paulus langsung menanggapinya, dan dengan penuh semangat mempertahankan berita Injil yang sebenarnya. Paulus menegaskan bahwa keselamatan dapat terjadi hanya karena Kasih karunia oleh iman kepada Yesus Kristus (Gal 2:16 dan pasal 3-4).  

Gal 2:16  “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.”

Inilah yang dimaksud dengan “injil yang lain”, yaitu berita ‘Injil’ yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Kata ‘Injil’ dalam bahasa Yunani disebut ‘euaggelion’ yang berarti ‘kabar baik’. Kabar baik tentang apa? Tentang Kristus yang adalah TUHAN; kita adalah manusia yang berdosa dan pasti ke neraka, tetapi  Allah dalam Yesus Kristus mati untuk memikul / menebus dosa kita, sekarang kita bisa masuk sorga bukan karena perbuatan baik tetapi hanya dengan percaya pada Yesus. Inilah yang disebut dengan berita Injil yang sejati.

Sebagai orang percaya, kita harus berani menolak segala bentuk pemberitaan / ajaran yang tidak sesuai / bertentangan dengan Kitab Suci. Tak perduli, siapapun yang memberitakannya (pengajar Alkitab, guru sekolah minggu, teman / sahabat kita, Pendeta, dosen Teologi atau gembala sidang kita sendiri) dan apapun gelarnya (STh, MTh, MDiv, Doktor Theologi, dsb).

Menurut saya, kita bukan saja hanya menolak ajaran tersebut, tetapi juga harus bisa  menjawab dan mempertanggung jawabkan iman kita terhadap ajaran sesat dari guru-guru palsu dan para bidat tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, saya telah membuat tulisan tentang "Siapakah Yesus Kristus ditinjau dari tiga 'era' keberadaan-Nya". Disana saya telah menunjukkan tujuh kesesatan dari seorang guru palsu tentang doktrin Allah Tritunggal dan ajaran tentang diri Kristus. Saya memandang perlu untuk menyajikannya kembali disini, dengan tujuan agar bisa menjadi bahan pengkajian / perenungan kita bersama.

Orang yang saya maksud dengan istilah ‘guru palsu’ disini,  tidak lain adalah suhu Hai hai. Menurut saya, orang ini adalah salah satu Pionir / perintis dari “Injil yang lain” yaitu berita Injil yang tidak sesuai / bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan yang sejati.

Perlu saudara ketahui, ketika saya menunjukkan segala kesesatan dari Hai hai, saya melakukannya bukan atas dasar kebencian terhadap orang ini atau karena dia telah seringkali ‘memfitnah’ pendeta / guru saya, dsb, tetapi saya melakukannya sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai pengikut Kristus.

1 Petrus 3:15  “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”

Berikut adalah contoh,  tujuh  kesesatan bidat tentang Allah Tritunggal dan Kristologi, yang ada di ‘Sabda Space’, salah satu situs Kristen di Indonesia.
 
 

Kesesatan Hai hai yang pertama:

Dalam debat dengan saya tentang tulisan yang berjudul "Tanggapan terhadap ajaran Hai hai tentang setan, iblis dan malaikat (part 2)" , Hai hai berkata:

"Sebelum Yesus naik ke sorga, murid-murid tidak menyembah-Nya ketika betemu dengan-Nya. Namun, setelah Dia naik ke Sorga baik Paulus maupun Yohanes trsungkur menyembah ketika bertemu dengan-Nya."

Tanggapan Adrina:

Hai hai, kata-katamu ini dengan jelas telah membongkar kedokmu yang sebenarnya tentang pandangan / pemahamanmu terhadap diri Kristus.

LIHAT BAIK-BAIK AYATNYA:

Mat 8:2  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Mat 15:25  Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

Mat 14:33  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Joh 9:38  Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Disini terlihat dengan JELAS, saat Yesus masih ada didunia, orang-orang (termasuk murid-murid-Nya), MENYEMBAH Dia !

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN !!!

Secara "implicit", saya melihat Hai hai tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan !

 

Kesesatan Hai hai yang kedua:

“Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-mnalaikat disorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri” Matius 24:36
 

Hai hai:

"Adrina, saya sudah tahu bahwa anda PASTI akan menggunakan argumentasi TOLOL itu untuk menentang ajaran Alkitab. Coba anda baca kembali Matius 24:36 dan Markus 13:32 tersebut di atas dengan teliti dan hati-hati. Setelah itu cobalah berpikir dengan dengkul anda bila otak anda nggak mampu mencernanya dengan baik, apa arti kata, " hanya Bapa sendiri." alias "hanya Bapa saja?"

"Mungkin dengkul anda juga nggak akan mampu memahaminya baiklah saya beritahu bahwa  frasa 'hanya Bapa sendiri.'  dalam Matius 24:36 dan  'hanya Bapa saja' dalam Markus 13:32 berarti Roh Kudus juga TIDAK TAHU. Itu berarti argumen TOLOL Yesus punya dua hakekat yang anda ajukan itu benar-benar KONYOL dan asal nyeruduk seperti kambing bandot."
 
Tanggapan Adrina:

Hai hai, anda jangan seenaknya omong besar, tanpa membandingkan semua ayat-ayat yang berhubungan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus.
Pernyataan anda itu bertentangan dengan ayat di bawah ini:

Yesus adalah Allah (Yes 9:5; Yoh 1:1; Kis 20:28; Ibr 1:8)
Roh Kudus adalah Allah (Kis 5:3-4)

Yesus Maha Tahu (Yoh 2:24-25; Yoh 6:64; Yoh 4:18)
Roh Kudus Maha Tahu (1 Kor 2:10-11; Yes 40:13)

Mereka adalah Allah, dan karena itu Mereka juga MAHA TAHU !

Setelah berinkarnasi, Yesus Kristus adalah Allah dan manusia sejati. Itu mengakibatkan Dia punya dua hakekat, hakekat Allah dan hakekat manusia dalam satu pribadi. Sebagai manusia, tentunya dia tidak tahu kapan Ia akan datang kembali. Tetapi sebagai Allah, Dia tahu dengan persis saat kedatangan-Nya kelak.  

Disini Hai hai telah melakukan penghinaan kepada Tuhan Yesus dan Allah Roh Kudus, dengan mengatakan Mereka TIDAK MAHA TAHU. Dan jelas, Hai hai sudah MENYANGKALI  KETUHANAN  DARI  YESUS dan ROH KUDUS!



KESESATAN Hai hai yang ketiga

Dalam tulisannya yang berjudul "Bengcu menggugat doktrin satu pribadi dua hakekat", Hai hai berkata:

“Alkitab mengajarkan bahwa YHWH adalah TUHAN Allah dan TUHAN Allah adalah Yesus Kristus, Yesus Kristus bukan Allah Bapa. YHWH memang mencipta Tuhan Yesus, namun Dia mencipta diri-Nya sendiri menjadi Allah dalam wujud manusia bukan mencipta Tuhan Yesus dari TIDAK ada”.
 

Tanggapan Adrina:

Saya melihat, disini hai hai menciptakan satu jurus baru yaitu “jurus membingungkan orang”. Tetapi sebetulnya Hai hai hanya bisa melakukannya untuk orang bodoh, karena hanya orang bodoh yang bisa dipengaruhi oleh kata-katanya ini.

1)    Hai hai berkata: “YHWH memang mencipta Tuhan Yesus”.

Yang saya soroti disini adalah kata “MENCIPTA TUHAN”. Kalimat ini jelas membuktikan bahwa Hai hai menganggap bahwa Tuhan Yesus sebelumnya belum ada / tidak ada, lalu YHWH menciptakannya, sehingga Ia menjadi ada. Kata-kata Hai hai ini jelas telah bertentangan dengan Yohanes 1:1-3 yang mengatakan:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.

            Ayat ini menjelaskan 2 hal:

a)    “Sang Firman” yang adalah Yesus, telah ada bersama-sama dengan Allah sejak kekekalan masa lampau yang tanpa titik awal.    
b)    “Sang Firman” yang adalah Yesus Kristus, adalah PENCIPTA segala sesuatu.

Jadi, karena Yesus Kristus telah ada bersama-sama dengan Allah sebelum berinkarnasi, dan Dia juga adalah Allah pencipta segala sesuatu, maka YHWH tidak mungkin MENCIPTA Tuhan Yesus !!!

2)    Hai hai berkata:  “Dia (YHWH), mencipta diri-Nya sendiri menjadi Allah  dalam wujud manusia bukan mencipta Tuhan Yesus dari tidak ada”.

Yang pertama, Hai hai berkata: “Dia (YHWH) mencipta diri-Nya sendiri menjadi Allah dalam wujud manusia” Kata-kata Hai hai ini, kembali dengan jelas  menunjukkan kebodohannya! Dia menganggap bahwa YHWH yang adalah TUHAN Allah yang adalah Yesus Kristus mencipta diri-Nya sendiri menjadi Allah dalam wujud manusia. Berarti, disini telah terjadi “perubahan” dalam diri Allah, yang tadinya Allah yang sempurna (Maha Kuasa, Maha Tahu, dsb), kini telah menjadi Allah yang “tidak sempurna” (bisa menjadi tidak Maha Tahu, bisa memiliki kelemahan-kelemahan manusia, dsb).

Hal ini bertentangan dengan Mazmur 102:25-28

“Aku berkata: "Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!" Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan”

Salah satu sifat Allah yang tidak bisa dimiliki oleh semua mahluk hidup adalah sifat-Nya yang tetap / tidak berubah. Hewan dan tumbuh-tumbuhan suatu saat akan musnah. Manusia, hanyalah mahluk ciptaan-Nya yang pada mulanya tidak ada. Tetapi Allah, tetap ada / sama, tahun-tahun-Nya tidak pernah berkesudahan Ia kekal dan tidak pernah mengalami perubahan apapun.

Yang kedua, Hai hai berkata: Bukan mencipta Tuhan Yesus dari tidak ada”.

Kata-kata Hai hai dalam kalimat ini saling kontradiksi satu dengan yang lainnya. Yang pertama dia mengatakan “YHWH mencipta Tuhan Yesus”, lalu kalimat berikutnya dia mengatakan “Bukan mencipta Tuhan Yesus dari tidak ada”. Saya tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran Hai hai ini ! Bagaimana mungkin kedua kalimat ini bisa harmonis / saling berkaitan satu dengan yang lainnya ??? Dua kalimat ini BERTENTANGAN!

Hai hai, saya menyarankan anda untuk belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar dulu, setelah itu baru anda boleh membuat tulisan.  

Hai hai ini adalah kesesatanmu yang KETIGA.

 

KESESATAN Hai hai yang keempat

Hai hai berkata:

“Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan baik tersurat maupun tersirat bahwa Yesus Kristus memiliki dua hakekat (nature). Mengajarkan yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab sungguh MENGGELIKAN. Mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab, benar-benar MENGENASKAN. Itu sebabnya saya katakan, "ajaran Diofisitisme MENGELIKAN dan MENGENASKAN."

“Apabila Diofisitisme benar bukankah itu berarti Yesus Kristus memiliki dua PRIBADI? Satu pribadi dengan hakekat Ilahi yang lainnya pribadi dengan hakekat manusia. Kenapa disebut DUA pribadi? Karena masing-masing memiliki KARAKTER khusus tersendiri. Pribadi yang satu mahakuasa dan mahatahu pribadi yang lain fana.”

“Ajaran Diofisitisme, Kristus satu pribadi dua hakekat bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah satu hakekat dan satu pribadi Dia adalah Allah sejati.”
 

Tanggapan Adrina:

Memang istilah “hakekat” dan “pribadi”, tidak ada dalam Alkitab. Hal itu sama dengan istilah “Tritunggal” juga tidak ada dalam Alkitab. Tetapi, mengapa anda “percaya” pada Allah Tritunggal? Dan menggunakan istilah (Tritunggal) tersebut?

Dalam Alkitab, kita memang tidak menemukan satu kalipun istilah “Tritunggal”. Tetapi, apakah berarti penggunaan istilah tersebut salah / bertentangan dengan Kitab Suci?

Mengapa orang –orang Kristen menggunakan istilah itu dan percaya pada Allah Tritunggal?

Karena dalam Kitab Suci, ada banyak ayat-ayat yang menunjukkan KETUNGGALAN Allah dan banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan adanya semacam “KEJAMAKAN” dalam diri Allah. Alkitab adalah Firman Allah, oleh karena itu, kita tidak bisa hanya percaya pada KETUNGGALAN Allah dan membuang “KEJAMAKAN-NYA”. Keduanya harus diterima dan harus digunakan bersama-sama, sehingga tidak bisa tidak, semua orang Kristen HARUS percaya pada doktrin Allah Tritunggal!!!

Demikian pula dengan istilah “hakekat”, dari mana kita bisa simpulkan bahwa Yesus punya dua hakekat? Dari Kitab Suci itu sendiri.

Dalam Alkitab ada banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah (Yes 9:5; Yoh 1:1; Rom 9:5; Ibr 1:8; Fil 2:6; Tit 2:13, dsb), tetapi ada banyak juga ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati (Yes 7:14; Mat 1:23; Yoh 1:14; 1 Tim 3:16; 1 Yoh 4:2, dsb). Kedua bagian ayat ini, menunjukkan bahwa Yesus Kristus punya dua hakekat / natur; hakekat Allah dan hakekat manusia.

Hai hai berkata: “Apabila Diofisitisme benar bukankah itu berarti Yesus Kristus memiliki dua PRIBADI? Satu pribadi dengan hakekat Ilahi yang lainnya pribadi dengan hakekat manusia. Kenapa disebut DUA pribadi? Karena masing-masing memiliki KARAKTER khusus tersendiri. Pribadi yang satu mahakuasa dan mahatahu pribadi yang lain fana.”
 

Tanggapan Adrina :

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” Filipi 2:5-8.

Ayat ini sedang berbicara Yesus sebagai Allah dan manusia sejati.

Sebagai Allah, itu terlihat dengan adanya kata-kata “Dalam rupa Allah” dan “Kesetaraan dengan Allah”.

Sebagai manusia, terlihat dari adanya kata-kata “Mengambil rupa seorang hamba”, “Menjadi sama dengan manusia”, “Dalam keadaan sebagai manusia” dan kata-kata “Mati di kayu salib”.

Akibat yang ditimbulkan adalah: Yesus punya dua esensi / hakekat ! Secara hakiki, Dia adalah Allah dan secara hakiki pula Dia adalah manusia sejati.
Jadi, ayat ini sedang menjelaskan bahwa pada mulanya Yesus adalah Allah (seorang pribadi), lalu “mengosongkan diri-Nya” artinya Dia mengambil hakekat yang lain / baru yaitu hakekat manusia. Tetapi Allah tidak mengambil “pribadi manusia”, namun hakekat manusia. Hakekat Allah dan hakekat manusia adalah berbeda dan mempunyai sifat-sifatnya masing-masing.

Hakekat Allah dan hakekat manusia berpadu dalam satu pribadi Allah Anak, tetapi kedua hakekat itu tidak bercampur baur.

Jadi, setelah berinkarnasi, Yesus Kristus punya dua hakekat tetapi satu pribadi..

Hai hai berkata: Ajaran Diofisitisme, Kristus satu pribadi dua hakekat bukan ajaran Alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah satu hakekat dan satu pribadi Dia adalah Allah sejati.

Adrina menjawab:

Kalau anda berpendapat bahwa Yesus hanya punya satu hakekat yaitu hakekat Allah, maka anda sebetulnya telah membuat ayat-ayat dalam Alkitab menjadi kacau balau dan saling kontradiksi satu dengan yang lainnya.

Disamping itu, dengan mempercayai Yesus hanya punya satu hakekat yaitu hakekat Allah, maka Hai hai telah melakukan penghinaan / penghujatan terhadap Allah!!!

Alkitab adalah Firman Allah, oleh karena itu, kita tidak boleh hanya percaya pada bagian-bagian tertentu dari Kitab Suci. Kita tidak boleh hanya mengambil ayat-ayat yang menunjukkan “keAllahan” dari Yesus, tetapi membuang ayat-ayat yang menunjukkan “kemanusiaan-Nya”. Keduanya harus diterima, dan tidak bisa tidak, orang Kristen HARUS percaya pada ajaran bahwa Yesus Kristus punya dua hakekat dalam satu pribadi.  

 

KESESATAN Hai hai yang kelima

...supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, filipi 2:10

Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Wahyu 5:13

Hai hai berkata:

“Apabila Diofisitisme benar, bukankah seharusnya Yesus bertekuk lutut menyembah diri-Nya sendiri, karena CIPTAAN harus menyembah PENCIPTANYA? Bukankah hakekat manusia-Nya harus menyembah hakekat Allah-Nya?”

“Apabila Diofisitisme benar bukankah setiap makluk yang menyembah Yesus sedang menyembah manusia yaitu hakekat manusia Yesus yang adalah manusia? Menyembah manusia sebagai Allah berarti menyembah berhala.”

Tanggapan Adrina:

 “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Filipi 2:9-11.

Ayat ini tidak bisa tidak, juga harus ditafsirkan menunjuk pada dua hakekat yang ada di dalam Yesus.

Kata-kata “Meninggikan Dia” dan “Mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama”, jelas menunjuk pada Yesus sebagai manusia.

Tetapi, kata-kata “Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan", itu bukan menunjuk pada kemanusiaan Yesus, tetapi berbicara tentang Yesus dalam hakekatnya sebagai Allah.    

Jadi, pada saat segala mahluk bertekuk lutut, menyembah Yesus, mereka tidak menyembah “kemanusiaan” dari Yesus, tetapi KeAllahan-Nya.  

Ayat ini sama sekali tidak menjelaskan bahwa “kemanusiaan” Yesus harus menyembah “keAllahan-Nya”, mengapa? Karena ayat ini memang tidak sedang bermaksud untuk menjelaskan hal itu, demikian juga dengan Wahyu 5:13, juga tidak menjelaskannya. Lalu dari mana Hai hai punya penafsiran yang tolol seperti itu?

Kalau kita menganggap demikian, maka kita sebenarnya telah MEMISAHKAN keilahian dan kemanusiaan-Nya. Kitab Suci menjelaskan bahwa kedua hakekat dari Yesus itu tidak terpisah namun tidak bercampur, kedua hakekat itu ada di dalam satu pribadi.

Ayat ini hanya menunjukkan bahwa semua manusia, suatu saat nanti akan bertekuk lutut, menyembah dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Oleh karena itu, sebelum hal itu terjadi, siapapun anda, dan apapun agama yang anda anut, anda HARUS cepat-cepat percaya kepada-Nya sebagai TUHAN dan Juruselamat. Sebelum semuanya terlambat, sebelum saudara dipaksa untuk mengakuinya, tetapi semuanya sudah terlambat, yang pada akhirnya menghantar saudara pada kebinasaan yang kekal, selama-lamanya di neraka!

 

KESESATAN Hai hai yang keenam

Hai hai berkata:

“Diofisitisme mengajarkan bahwa Yesus memiliki DUA kesadaran dan DUA kehendak. Kadang-kadang Yesus berpikir dan merasa sebagai Allah di lain kesempatan Dia berpikir dan merasa sebagai manusia. Walaupun memiliki dua kehendak, namun kehendak manusia-Nya adalah SUCI itu sebabnya tidak terjadi pertentangan kehendak di dalam Pribadi Kristus. Apabila ajaran Diofisitisme benar, bukankah itu berarti bertentangan dengan ajaran kejatuhan total, di mana sifat hakekat manusia adalah mustahil tidak berbuat dosa? Sebagian teolog menjawab bahwa hal itu terjadi karena kehendak manusia Yesus SUCI sebab hakekat manusianya takluk kepada PRIBADI-NYA. Apabila hal demikian benar, kenapa KESADARAN manusia-Nya tidak takluk kepada pribadi-Nya? Teolog lain menjawab: Kehendak manusia Yesus SUCI karena Roh Kudus melindungi-Nya sehingga tidak tercemar oleh dosa warisan sejak di dalam kandungan. Apabila benar demikian, kenapa Roh Kudus tidak melakukan hal yang sama kepada semua umat manusia? Bukankah dengan demikian, Kristus tidak perlu mati menebus dosa asal?”

Tanggapan Adrina:

Mengapa manusia Yesus itu suci dan tidak mungkin berdosa ?
Saya setuju dengan pendapat bahwa Yesus SUCI karena Roh Kudus terus menjaga-Nya sejak dari pembuahan dalam kandungan supaya Ia bebas dari dosa.

“Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu Mazmur 45:8.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang” Yesaya 11:2-3.

Ini merupakan nubuat untuk Yesus yang akan diurapi secara luar biasa melebihi semua orang / manusia yang lain. Tujuan dari pengurapan ini adalah supaya Yesus bisa melaksanakan kehendak Allah dengan sempurna.

Hai hai berkata: “Apabila benar demikian, kenapa Roh Kudus tidak melakukan hal yang sama kepada semua umat manusia? Bukankah dengan demikian, Kristus tidak perlu mati menebus dosa asal?”

Adrina menjawab:

Anda benar-benar mahluk yang kurang ajar! Apa dasarnya sampai-sampai anda berani mengatur Tuhan ? Apa anda pikir anda lebih hebat dari Allah?  Apa anda pikir anda lebih bijaksana dari Allah? Apa anda pikir anda lebih berkuasa dari Allah?

Kalau Allah Roh Kudus tidak melakukannya untuk semua orang, apa hak anda untuk melarang-Nya?

Kalau Kristus ingin menebus seluruh dosa manusia, apa hak anda untuk melarang-Nya?

Hai hai, jangan sok mengatur Tuhan, Dia adalah Allah yang tahu apa yang terbaik untuk Dia lakukan bagi manusia.

Kalau Kristus tidak perlu mati untuk menebus dosa manusia, maka saya yakin anda akan memikul dosa itu selama-lamanya di NERAKA!!!

Ingat, anda hanyalah mahluk ciptaan-Nya! Yang harus anda lakukan adalah TUNDUK sepenuhnya pada kedaulatan-Nya.

Hai hai berkata: “Apabila ajaran Diofisitisme benar, bukankah itu berarti bertentangan dengan ajaran kejatuhan total, di mana sifat hakekat manusia adalah mustahil tidak berbuat dosa?”

Adrina menjawab:

Keberadaan Yesus yang suci, tidak menentang ajaran Total Depravity yang merupakan salah satu ajaran Calvinisme.

Perhatikan definisi “Total Depravity” menurut Pdt. Budi Asali:

“Ini mengajarkan bahwa seluruh manusia sudah dipengaruhi secara negatif oleh dosa, dan ini menyebabkan manusia itu sendiri sama sekali tidak bisa melakukan hal-hal yang betul-betul baik di mata Allah dan tidak bisa percaya kepada Yesus dengan kekuatan dan kemauannya sendiri.” (Calvinisme yang difitnah, oleh Pdt. Budi Asali)

Yesus pada mulanya adalah Allah lalu berinkarnasi. Mungkinkah Allah yang menjadi manusia itu bisa / dapat berbuat dosa ?

Yesus Kristus adalah pribadi Allah. Mungkinkah pribadi Allah itu bisa dipengaruhi secara negative  oleh dosa ?

Kalau memang manusia Yesus bisa berbuat dosa, maka itu akan menentang banyak ayat yang mengatakan bahwa Yesus itu SUCI.

“Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” Yohanes 8:46

“Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya" Lukas 23:22

Jadi, adalah tindakan yang sangat konyol kalau ada orang yang menyamakan antara “kemanusiaan” Yesus dengan manusia pada umumnya. Keduanya jelas berbeda dan tidak bisa disamakan !

 

KESESATAN Hai hai yang ketujuh

Kejadian 3:22  Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Dalam tulisannya "Allah yang Maha Tahu tidak tahu", Hai hai berkata :

"Kejadian 3:22 adalah percakapan antara Allah Tritunggal. Frasa "salah satu dari Kita" berarti HANYA satu dari Kita. Mustahil frasa "salah satu dari Kita" berarti KITA bertiga. HANYA ada satu Allah yang tahu berarti ada DUA Allah yang tidak tahu."

"Lebih lanjut Adrina mengajarkan bahwa memahami Kejadian 3:22 secara hurufiah berarti MENGHINA atau MENGHUJAT Allah karena Allah sejati MUSTAHIL tidak tahu. Namun dia lupa bahwa dengan menafsirkan Kejadian 3:22 seperti yang dilakukannya berarti membuat BERHALA yang diberinya kuasa untuk MUSTAHIL tidak tahu dan dinamainya Allah. Kejadian 3:22 mengajarkan dengan gamblang dan tegas bahwa Allah Tritunggal yang menyatakan diri lewat Alkitab adalah Allah yang TIDAK mustahil tidak tahu.

"Kejadian 3:22 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa hanya SATU Allah dari Allah Tritunggal yang tahu hal yang baik dan yang jahat sementara DUA Allah yang lainnya tidak tahu. MUSTAHIL menyangkalnya! Dari pada berlaku TOLOL dan sia-sia menyangkalnya, menurut saya adalah bijaksana menerima kebenaran tersebut lalu berusaha memahaminya."

Ajaran Hai hai ini, ternyata mendapat dukungan dari salah seorang “muridnya” yang bernama Samuel Franklin.

Samuel berkata:

“Nah dalam blog ini maka ketidak tahuan Allah Yang Mahatahu itu adalah dalam konteks antar sesama Allah Tritunggal. Dari sudut pandang manusia maka Allah Mahatahu akan tetapi tidak dari sudut pandang sesama Allah Tritunggal.”

Tanggapan Adrina:

Disini saya kembali melihat betapa bodohnya Hai hai. Karena begitu bodohnya, sampai-sampai, ia telah mengalahkan kebodohan para Saksi Yehova dan Unitarian. Ya, dia telah memecahkan rekor sebagai orang terbodoh di seluruh SS bahkan di dunia.

Mengapa saya katakan demikian ?

Karena, bahkan para bidat seperti Saksi Yehova dan Kristen Tauhid-pun tahu arti dari kata “tidak tahu”. Kata itu, kalau diterapkan bagi Allah, tentunya sangat tidak memungkinkan / mustahil ! Mengapa ? Karena Allah Yang Maha Tahu, tidak mungkin tidak tahu. Hanya yang bukan Allah yang bisa “tidak tahu”. Oleh karena itu mereka (para bidat) menganggap Yesus Kristus BUKAN Allah yang sejati, karena ternyata Dia “tidak tahu” kapan Dia akan datang kembali.

Namun berbeda dengan Hai hai, dia menganggap Yesus Kristus dan Roh Kudus tidak Maha Tahu, tetapi anehnya, mengapa dia “TETAP” mengatakan bahwa Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Allah ??? Sungguh aneh bin ajaib !!!

Hai hai berkata: “Kejadian 3:22 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa hanya SATU Allah dari Allah Tritunggal yang tahu hal yang baik dan yang jahat sementara DUA Allah yang lainnya tidak tahu.”

Jawaban Adrina:

Yang pertama: Hai hai, anda telah menentang banyak ayat-ayat yang mengatakan bahwa ketiga pribadi Tritunggal itu adalah Allah dan Mereka adalah Allah Yang Maha Tahu.

Bapa adalah Allah:

1 Korintus 8:6  namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Yesus Kristus adalah Allah:

Roma 9:5  Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Roh Kudus adalah Allah:

Kisah 5:3-4  Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

Bapa Maha Tahu:

Matius 6:8  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Yesus Maha Tahu:

Yohanes 16:30  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."

Roh Kudus Maha Tahu:

1 Korintus 2:10-11  Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Allah / YHWH, identik dengan Maha Tahu:

Mazmur 139:1-24  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

1 Samuel 2:3  Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.

Kalau memang ajaran Hai hai itu benar / sesuai dengan Kitab Suci, lalu mengapa ajarannya itu justru sangat bertentangan dengan banyak ayat dalam Kitab Suci ?

Kalau memang Kejadian 3:22 harus di pahami bahwa hanya satu dari Allah Tritunggal yang tahu tentang hal yang baik dan yang jahat, lalu mengapa ada banyak ayat dalam Kitab Suci yang mencatat bahwa ketiga pribadi Tritunggal adalah Allah dan Mereka adalah Allah Yang Maha Tahu ?

Samuel berkata:

“Nah dalam blog ini maka ketidak tahuan Allah Yang Mahatahu itu adalah dalam konteks antar sesama Allah Tritunggal. Dari sudut pandang manusia maka Allah Mahatahu akan tetapi tidak dari sudut pandang sesama Allah Tritunggal.”

Adrina menjawab:

Samuel, anda sama seperti Tuhan Yesus yang tidak berubah. Tetapi “ketidak berubahan” anda itu, berbeda dengan Tuhan Yesus; Yesus Kristus tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya, Dia adalah Allah yang sejati, tetapi anda tetap sama, bukan karena anda adalah Allah, namun karena anda sangat setia pada suhu anda. Itu anda lakukan terus menerus, sekalipun ajaran suhu anda itu SESAT.

Samuel, anda katakan “ketidak tahuan Allah Yang Mahatahu itu adalah dalam konteks antar sesama Allah Tritunggal”.

Coba tunjukkan mana ayat yang mengatakan demikian ???

Samuel, anda katakan  “Dari sudut pandang manusia maka Allah Mahatahu akan tetapi tidak dari sudut pandang sesama Allah Tritunggal.”

Coba tunjukkan mana ayat yang mengatakan demikian ???

Samuel, apakah juga berarti “kemahatahuan” anda dengan guru anda si Hai hai, juga ada dalam konteks sesama BIDAT ???

Tolong di jawab Samuel !

Yang kedua: Mengenai kasus dalam Kejadian 3:22, saya termasuk yang mendukung tafsiran dari Pdt Budi Asali M.Div, bahwa hal ini  “tidak boleh diartikan secara hurufiah. Itu adalah irony (= ejekan). Tuhan mengatakan itu karena Adam / Hawa percaya pada kata-kata setan dalam ay 5.”

Mengenai persoalan Pdt. Stephen Tong yang menurut Hai hai memegang pandangan 'dikotomi', sekalipun ada ayat yang mengajarkan Trikotomi,
saya berpendapat kalau memang demikian, berarti pak Tong telah SALAH dalam hal ini. Mengapa? Karena ayat-ayat Alkitab tidak mungkin saling bertentangan satu dengan yang lainnya, pasti hanya ada satu yang benar dan kebenaran itu tidak bisa disertai dengan adanya ‘pertentangan’ dalam ayat-ayat itu sendiri.

 

Dalam tulisan saya yang berjudul "Siapakah Yesus Kristus ditinjau dari tiga 'era' keberadaan-Nya, Hai hai berkata:  

"Adrina, silahkan kutip sebanyak ayat mungkin ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Allah Tritunggal mahatahu namun ayat-ayat tersebut mustahil MENIADAKAN Kejadian 3:22 yang mengajarkan bahwa hanya ada SATU Allah yang tahu tentang hal yang baik dan yang jahat dan Matius 24:36 yang mengajarkan bahwa hanya Allah Bapa yang tahu kapan Anak Manusia akan datang kembali ke dunia."

Tanggapan Adrina:

Ini jelas adalah pernyataan yang paling TOLOL didunia !  Allah tidak mungkin mempunyai lidah yang 'bercabang', dimana perkataan-Nya bisa saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Saya tidak percaya pada Allah seperti ini. Ini jelas adalah Allah hasil ciptaan dari si bodoh Hai hai.

Hai hai berkata: "Anda menyangkali kedua ayat itu karena YAKIN bahwa Allah Tritunggal MUSTAHIL tidak tahu, namun izinkan saya untuk memahami Alkitab apa adanya. Bila Alkitab mengajarkan bahwa Allah Tritunggal TIDAK TAHU suatu ketika, maka saya meyakininya karena itulah ajaran Alkitab."
 

Tanggapan Adrina:
Ya, anda memang tetap konsisten dengan metode ‘penafsiran’ anda, memahami Alkitab apa adanya. Dalam kasus-kasus tertentu, penafsiran seperti ini, memang ada benarnya, tetapi dalam persoalan ini, maka kita butuh penafsiran. Penafsiran yang dilakukan bukan berdasarkan pikiran kita sendiri, tetapi berdasarkan ayat-ayat lain yang berhubungan dengan ayat yang sedang ditafsirkan. Jika tidak demikian, maka anda telah membuat ayat-ayat dalam Alkitab menjadi kontradiksi / kacau balau satu dengan yang lainnya.

Catatan / tantangan buat Hai hai:

Anda jangan hanya menanggapi point tentang hal ini saja. Saya menantang anda untuk mempertanggung jawabkan seluruh KESESATAN anda !

Anda jangan berlaku seperti seekor Tupai yang sukanya melompat-lompat untuk menghindari ‘bahaya’. Kesesatan anda bukan hanya SATU, tapi untuk sementara ini ada TUJUH! Silahkan anda partanggung jawabkan itu satu persatu mulai dari point / kesesatan yang pertama, lalu kesesatan kedua, dan seterusnya. Kalau kesesatan pertama sampai keenam tidak anda tanggapi, berarti saya menganggap anda telah mengakui bahwa ajaran anda memang ajaran SESAT.

Kalau anda menganggap bahwa ajaran anda bukan ajaran sesat, silahkan anda mempertanggungjawabkannya di hadapan seluruh pembaca SS.

Kalau dalam debat nanti saya KALAH karena ternyata ajaran saya bertentangan dengan Kitab Suci, saya akan mengikuti anda untuk menganut ajaran TOLOLLOGI.

Ajaran Hai hai jelas bukan ajaran Kitab Suci dan harus ditolak mentah-mentah !

 

Ini adalah tujuh contah kesesatan tentang Allah Tritunggal dan Kristologi, yang merupakan ‘Injil yang lain’ atau ajaran yang bertentangan dengan Kitab Suci. Hanya satu dari tujuh kesesatan yang telah dijawab oleh suhu Hai hai, sementara enam yang lainnya, belum dijawab sampai sekarang.
 

Nasib para pengajar sesat / guru palsu

Gal 1:6-9  “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”

Rasul Paulus mengatakan dengan TEGAS, jika ada manusia atau bahkan seorang malaikat dari sorga, memberitakan ‘Injil yang lain’, maka orang itu adalah orang yang TERKUTUK!

“Istilah ‘terkutuk’ [untuk kekal (NIV)] (Yunani = anathema) berarti bahwa seseorang berada dibawah kutukan Allah, dihukum untuk binasa dan akan menerima murka dan kutukan Allah(sumber: Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan).

Bandingkan dengan sikap tegas dari Tuhan Yesus sendiri:

Mat 23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”

Rasul Petrus, menunjukkan dengan tegas, penghukuman yang akan diterima bagi guru-guru palsu.

2Pe 2:1-3  “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”

Inilah penghukuman bagi para bidat / guru-guru palsu, mereka akan mengalami kebinasaan.

Tetapi bukan hanya itu, mereka yang juga menjadi pengikutnya, atau yang telah berhasil dipengaruhi oleh ajaran guru palsu ini, juga akan mengalami nasib yang sama, dihukum selama-lamanya.

Oleh karena itu, saya memperingatkan bagi para bidat / pengajar sesat, baik yang ada di SS ini, di gereja, dan dimana saja, cepatlah BERTOBAT, akuilah semua kesalahan / dosa-dosa anda, dan percayalah pada Tuhan Yesus Kristus, sebelum semuanya terlambat, sebelum saudara dilempar selama-lamanya di NERAKA!!!   

Tuhan memberkati