Submitted by Debu tanah on
Apakah Efesus 2:15 saling bertentangan dengan Roma 3:31 dan Matius 5:17? Efesus 2:15 jelas secara ekplisit berkata bahwa hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya telah dibatalkan (bagi orang beriman) ! Apakah Paulus sudah pikun waktu menuliskan Efesus 2:15 sehingga bertentangan dengan Roma 3:31 dan ucapan Yesus Kristus sendiri dalam Matius 5:17?
 
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.
 
Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
 
Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
 
 
Tetapi Paulus sendiri telah berkata bahwa dia tidak mempertentangkan hukum Taurat dengan janji Allah (keselamatan karena iman):
 
Galatia
3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
 
 
 
Kebenaran karena Iman vs Kebenaran karena Hukum Taurat
 
Roma
10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya."
10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
10:7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
 
 
Fakta 1: Allah tidak pernah bermaksud menyelamatkan manusia dengan memberikan hukum Taurat.
 
Alkitab mengajarkan tidak ada yang dibenarkan karena Hukum Taurat:
 
Galatia
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
 
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
 
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
 
 
Lalu untuk apa hukum Taurat diberikan kepada manusia?
 
Bagi orang yang mengakui kebenaran karena Iman, tuntutan hukum Taurat telah TERGENAPI dalam diri Yesus Kristus. Sedangkan bagi orang yang tidak mau percaya, hukum Taurat akan menghakimi mereka, dan Alkitab menyingkapkan bahwa tidak ada yang mampu melakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging!
 
Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.
 
Kalimat kunci nya adalah bahwa TIDAK ADA manusia yang MAMPU melakukan tuntutan hukum Taurat, jadi Allah tidak pernah bermaksud menyelamatkan mausia dengan memberikan hukum Taurat melalui Musa!
 
Lalu buat apa diberikan?
 
Roma
3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
Roma 3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
 
Tetapi orang yang percaya, sama sekali tidak termasuk di sini! Jadi Yesus sendiri tidak membatalkan Hukum Taurat:
 
Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
 
Matius 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
 
 
 
Fakta 2: Siapa membatalkan siapa?
 
(Janji keselamatan Allah lebih dulu datang daripada hukum Taurat)
 
Pertanyaannya, apakah iman telah membatalkan hukum Taurat? Kita harus melihat kronologis mana yang terlebih dulu datang janji Allah atau hukum Taurat?
 
Dengan dibatalkannya (tidak berlaku) hukum Taurat bagi orang beriman, kita sama sekali tidak bisa mengatakan bahwa iman telah membatalkan hukum Taurat, sebab janji keselamatan karena janji kebenaran karena iman lebih dulu daripada Hukum Taurat:
 
Galatia
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
 
 
KESIMPULAN
 
Hukum Taurat tidak dibatalkan untuk orang yang hidup di bawah hukum Taurat, tetapi “dibatalkan” untuk orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
 
Istilah dibatalkan dalam Efesus 2:15 bermakna (bagi orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat) : hukum Taurat tidak berlaku bagi mereka karena sesungguhnya Allah sudah terlebih dahulu memberikan janji keselamatan melalui iman kepada Abraham (Galatia 3:16-17, 29), jadi sejak semula Allah telah menentukan jalan keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus bukan dengan melakukan hukum Taurat yang baru diberikan belakangan kepada Musa!
 
Galatia
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
 
3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
 
 
Hukum Taurat diberikan kepada manusia bukan untuk menyelamatkan manusia, tetapi untuk menyumbat mulut orang yang mengharapkan kebenaran diri sendiri.
 
Roma 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
 
 
Note:
Tulisan ini adalah untuk menanggapi perdebatan Henso, Pniel, Vantillian vs SF, Dennis & JF dalam blog nya Henso TORAT TETAP BERLAKU , serta tulisan Suhu Hai hai Sebelum Langit dan Bumi Lenyap, Hukum Taurat Tetap Berlaku.
 
 
Deta tidak bermaksud bahwa mengatakan bahwa salah satu pihak salah total dan yang lain benar. Hanya saja diskusi di sana sama sekali gak nyambung bo !!
 
Menurut saya SF sudah benar waktu berkata bahwa hukum Taurat tidak berlaku bagi orang beriman, hanya saja SF tidak berhasil meyakinkan kubu yang berpendapat bahwa hukum Taurat tetap berlaku bagi orang beriman. Diskusi tidak nyambung karena masing-masing Kubu tidak melihat 2 hal berikut:
 
1.      Tujuan Allah memberikan hukum Taurat bukan untuk meyelamatkan manusia tetapi justru supaya orang yang mengharapkan kebenaran diri sendiri jatuh ke bawah hukuman Allah. (Roma 3:19)
2.      Bahwa janji keselamatan karena iman terlebih dahulu datang kepada Abraham daripada hukum Taurat itu sendiri melalui Musa.