Kemampuan memimpin ibarat katup yang menentukan tingkat keefektifan seseorang. Semakin tinggi kemampuan memimpinnya, semakin besar tingkat keefektifannya. Untuk mencapai tingkat keefektifannya tertinggi, Anda harus membuka tinggi-tinggi katup kemampuan Anda memimpin. Jika kita menumbuhkan kemampuan kita atau katup-katup tersebut maka kesempatan akan datang kepada kita, bukan sebaliknya.
Daud dan Saul dengan katup kepemimpinan yang berbeda:
|
|
Katup-katup yang membatasi Saul: ? Rasa takut : bersembunyi dan takut menghadapi Goliat. ? Rasa tidak sabar : tidak mau menunggu Samuel sehingga mempersembahkan korban bakaran. ? Sikap menyangkal : ketika diberitahu Samuel bahwa dia telah ditolak sebagai raja, Saul tidak peduli ? Sikap mengikuti dorongan hati : Ia ceroboh mengambil sumpah yang hampir mengorbankan nyawa puteranya, Yonathan ? Sikap licik : dia akan menghadiahkan putrinya, Mikhal, asal Daud mau memerangi bangsa Filistin padahal dia ingin Daud mati dalam pertempuran. ? Rasa cemburu : dia mengamuk ketika dibandingkan dengan Daud. ? Rasa marah : lebih dari satu kali dia melempar lembing ketika Daud memainkan kecapi untuknya. |
Katup-katup yang tidak membatasi Daud: ? Keluarganya : dia diremehkan (tidak diperhitungkan) oleh ayah dan saudara-saudaranya. ? Pemimpinnya : Saul terus berupaya menghambat kepemimpinan dan keefektifan Daud. ? Latar belakang : berasal dari keluarga penggembala yang miskin, bukan keturunan bangsawan atau posisi berpengaruh dan juga bukan anak tertua. ? Usianya masih sangat muda dan tidak
Cara Daud membuka katupnya: ? Daud membuka katup untuk dirinya terlebih dahulu. Ia tidak peduli dengan kata orang tetapi tetap berani bertempur. ? Daud membuka katup bagi mereka yang dekat dengannya. Ketika dia membunuh Goliat maka kemampuan temput pahlawan-pahlawan Israel berlipat ganda. ? Daud membuka katup bagi seluruh bangsanya. Akhirnya bangsa Israel mulai percaya bahwa jika Allah berkenan, mereka dapat melakukan apapun.berpengalaman |
|
Tiga hal yang membantu orang lain maju ke tingkatan berikutnya: ? Memberikan semangat kepada orang lain dengan kata-kata. ? Membangkitkan semangat orang lain dengan perbuatan. ? Berkorban agar orang lain bisa naik. |
Untuk direnungkan:? Setiap orang berpotensi menjadi pemimpin.? Setiap pemimpin memiliki berbagai katup.? Ada katup yang bisa dibuka oleh sang pemimpin sendiri.
? Tidak banyak pemimpin yang membiarkan orang lain membukakan katup-katupnya. |