Submitted by smile on

Pengalaman yang menyedihkan….bikin kesal, dan mau tidak mau, harus mau….

Siang itu saya pergi kesuatu tempat bersama pimpinan saya.(Walau hati saya tidak seperti biasanya,..gelisah dan tak menentu….ke 1)

 

Sesampai disana…Mesin “TRAKTOR” kami tidak mau distarter lagi…akhirnya dengan Sangat terpaksa, saya turun, dan bersama sama kami mencoba menyalakan, walau hasil akhirnya tetap “DIAM tak BERGEMING”

Akhirnya dengan beramai ramai didoronglah “TRAKTOR” tersebut, dan hasil akhir…”Brummmmmmmm….jek jek jek…….”

Akhirnya saya membiarkan nya tetap menyala, karena bila dimatikan takut akan tidak bisa distarter lagi….

Setelah meninjau dan mengamati apa yang bisa kami amati, akhirnya kami, ( saya, pimpinan dan pihak instansi terkait) menaiki "TRAKTOR" kami, dan menuju tempat istirahat dalam sebuah GUBUK di tengah tengah hamparan tanah yang luas….

Beberapa gelas kopi tersaji untuk kami…dan dimulailah obrolan kami membahas tentang apa yang sedang kami kerjakan, dan akhirnya…aku teringat akan mesin “ TRAKTOR” kami yang masih menyala…

Akhirnya kami pamit…dan bergegas pulang., tapi ketika pulang saya menyenggol meja didepan kami tempat kami meletakkan kopi - kopi kami tersebut. Sebagian kopi tumpah mengenai celana saya sendiri….”Wah...kotor semua deh….” ( ke 2 )
 

Ketika menuju perjalanan pulang,hari sudah hampir menunjukkan pukul 6 sore. Saatnya berbuka puasa. Kami berhenti dan singgah di sebuah rumah makan, sembari menemani mitra kami dari instansi terkait tersebut berbuka puasa, dan kami memesan beberapa jenis makanan, dan juga es campur.

Karena ‘TRAKTOR” kami tidak bisa dimatikan, jadilah kami makan tanpa mematikannya.

Hal tersebut membuat saya merasa tidak tenang dan cepat cepat mendahului mereka menghabiskan makanan dan minuman yang telah kami pesan tadi.

Akhirnya bergegas saya duduk dibangku depan TRAKTOR  kami diparkir..dan setelah semua nya selesai, kembali kami menaiki TRAKTOR kami, dan bergegas pulang, karena takut kemalaman.

Ketika menaiki TRAKTOR kami tersebut, ada binatang sejenis lalat, tapi besar dan mempunyai sengat,…dengan reflek saya menampisnya…lalu binatang tersebut jatuh…

Karena gelap, saya tidak bisa melihat sudah mati atau belum binatang tersebut. Tapi ketika mulai berjalan, kulit saya merasakan ada bintang yang menempel, disisi sebelah dalam sekitar betis saya.

Akhirnya saya jadi meng kebas nya, dan merasa nyaman kembali. Tapi kemudian merasakan sepertinya bintang tersebut kembali lagi menghinggapi tubuh saya, dan saya dibuat risih olehnya. Sampai sampai saya mengkebas semua bagian tubuh saya….(termasuk kantong belakang saya ke 3)

Dan akhirnya suasana kembali normal…..
 

Keterangan yang saya berikan, ke1, ke2 dan ke3, bagi saya adalah sebuah pertanda agar saya mengingat dompet dicelana saya….tetapi ternyata

“ HILANG…………………."

Jika kita peka, kita pasti akan menyadarinya sebelum kita kehilangan...

Lemes nya badan setelah perjalanan jauh, makin ditambah dengan lemesnya karena dompet hilang… Uang yang tidak banyak, didampingi oleh KTP, STNK, dan juga ATM, membuat saya hanya bisa menghela napas panjang….

HILANG SABAR , sama tidak enaknya dengan HILANG DOMPET….

Apa yang harus saya lakukan? Kembali ketempat yang saya telah singgahi tadi? Jaraknya hampir 125 km, dan jalanannya bukan dari aspal semata….aspal berlapis batu batu nan indah…..

Gelap dan gulitanya jalan,…serta sepi dan mencekamnya pemandangan yang harus mau tidak mau dilihat dalam keadaan gelap, membuat mata serasa….berat dan amat lelah….

Akhirnya yang harus saya lakukan adalah : ME-RELA-KANNYA…..

Untuk itu, tips untuk semua teman2 di SS, bila bepergian, chek-lah selalu dompet anda….setelah anda meninggalkan suatu tempat,….daripada harus lemes bin kesel kehilangan setengah nyawa kita…hehehehihihi….

Dan, setelah mengikhlaskannya HILANG,..saya kembali smile…..coz smile always smile ( walau jujur sediiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhh banget.....)

 

 By smile

Sepetember 2009

Hati hati hilang dompet....sakit...sakit....sakit....