Submitted by bringme on
Saya adalah user baru di blog ini. Saya masih belum begitu pahami sistem dalam komunitas di blog ini. Tapi saya sangat ingin sekali berbagi pengalaman nyata yang saya alami sendiri melalui doa kepada Tuhan Yesus.
 
Langsung saja saya share cerita kesaksian ini.
 
Saya seorang perantau asal NTT yang saat ini tinggal di Kalimantan. Saya menikah 13 tahun lalu. Saya dan isitri saya menjalani kehidupan beragama yang berbeda.
 
Beberapa tahun lalu saat kami masih tinggal di rumah sewaan yang pemiliknya telah kami anggap sebagai orangtua kami sendiri, saya mengalami sebuah mujizat yang luar biasa.
 
Saat itu saya baru saja pulang dari bekerja. Ibu angkat saya (pemilik rumah sewaan kami), datang ke rumah saya sambil menyampaikan kepada saya bahwa saya mendapat telphone dari kakak saya di Kupang. Kebetulan memang saat itu telekomunikasi belum berkembang seperti skarang. Telpon selular sangat mahal, jadi kami mengandalkan telphone rumah yang ada di tempat orangtua angkat kami sebagai media komunikasi dengan keluarga saya di kampung.
 
Beberapa menit kemudian saya segera datang ke rumah orangtua angkat saya. Dan Ayah angkat saya langsung menyuruh saya menunggu di depan telpon karena beberapa menit lagi kakak saya akan menelpon saya.
...dan.. krriiiinnggg...... saya langsung saja mengangkat telpon dari kakak saya.
 
Saya mendengar suara yang berat dari kakak perumpuan saya, dia menyampaikan bahwa kakak pertama kami mengalami kecelakaan sepeda motor bersama istri dan 2 anaknya. Anaknya yang satu berumur 5 tahun dan yang satunya lagi masih bayi berumur sekitar 1 bulan.... puji TUHAN, kedua anaknya tidak apa-apa begitu juga istrinya... tapi kakak saya mengalami geger otak dan koma tidak sadarkan diri... sampai ambulans rumah sakit membawanya ke rumah sakit.
 
Kakak perempuan saya menyampaikan bahwa kakak kami tadi masih blum sadarkan diri dan setelah di CT-scan, beliau mengalami geger otak... dan dokter menganalisa bahwa kakak saya harus menjalani operasi geger otak dengan jaminan hidup hanya 40%... dan kalaupun beliau bisa selamat setelah operasi... peluang untuk syarafnya bisa normal kembali hanya 50%.
 
Mendengar hal ini, jujur saja saya sangat stress....karena saya sendiri lama tidak pulang kampung... dan yang paling parah... kondisi keuangan saya sangat jauh dari sejahtera....
 
Beberapa menit kemudian kakak perempuan saya menyampaikan lagi bahwa kakak saya harus dioperasi di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Itu berarti saya sendiri juga diminta untuk berangkat ke Jakarta besok harinya. Karena mereka berangkat dari kampung halaman di Kupang pagi, jadi saya diminta siang hari harus juga bisa brangkat kesana.
 
Saya tidak punya uang sepeserpun. Tapi saya harus brangkat untuk melihat kondisi kakak saya. Setelah menerima telphone tadi sayapun pulang dan ngobrol sama istri saya. Kami berdua bersedih dan tidak bisa berbuat apa-apa.
 
Setelah malam hari,... saya dan istri saya duduk-duduk didepan rumah sambil memikirkan hal ini, namun tidak ada solusi apapun. Setelah beberapa jam kira-kira hampir jam 11:30 malam saya putuskan bahwa satu-satunya jalan adalah berdoa.
Padahal saya bukan seorang yang taat menjalani iman Kristen. Saya jarang ke gereja. Saya hampir tidak pernah berdoa. Tapi saya hanya punya satu keyakinan, bahwa jika saya berdoa kepada Tuhan Yesus dan meminta kepada Dia, maka Dia pasti akan melakukannya bagi saya.
 
Dengan 'modal' iman inilah saya mengajak istri saya dan 3 orang teman saya yang berasal dari satu daerah dengan saya, untuk dukung saya dalam doa.
 
Jujur... saat itu saya tidak tau harus mulai dari mana. Tapi yang saya lakukan hanya sesuai ingatan saya dari apa yang saya tonton di acara-acara Kristiani di televisi.
Saya duduk bersama istri saya dan 3 orang teman saya lainnya, kemudian saya mengajak mereka berdoa sebentar kemudian saya membaca Alkitab.
 
Setelah membaca Alkitab, saya menyampaikan maksud saya untuk mengadakan doa ini. Ke-3 teman saya ini memahami maksud ini. Begitu juga istri saya.
 
Kemudian kami bersama berdoa buat kakak saya di kampung.
 
Kegiatan ibadah ini kami jalani dari jam 11:30 malam sampe jam 11:50 malam.
 
Dalam doa saya 100% mengandalkan apa yang saya imani tadi, bahwa Tuhan Yesus pasti akan mengabulkan (melakukan) permintaan saya melalui doa, karena Dia telah berjanji bahwa "jika saya meminta kepada Dia, maka Dia pasti akan melakukannya bagi saya".
 
Satu hal yang menguatkan iman saya saat saya berdoa, bahwa ucapan Yesus Kristus adalah Firman, dan Firman tidak pernah terhapus sampai kapanpun, dan dgn Firman itu juga Allah menciptakan alam semesta ini.
Keyakinan inipun seolah secara instant "diajarkan" ke pikiran dan hati saya saat saya sedang berdoa, dan tanpa membuang kata-kata permintaan yang lain, sayapun mengucapkan kembali apa yang "diajarkan" secara instant kepada saya ini.
Saya tidak tahu siapa yang mengajarkan saya, tapi tiba-tiba saja pikiran dan hati saya meyakini hal itu.
 
Dengan bekal "meminta" kepada Yesus dan meng-imani Firman tadi saya pun berdoa menurut dua poin ini.
 
Kurang lebih doa saya seperti ini:
 
"Tuhan Yesus yang ada di dalam sorga, saat Engkau masih hidup (berada) di tengah-tengah manusia, Engkau pernah mengatakan atau ber-firman bahwa 'mintalah kepadaKu maka Aku akan melakukannya bagimu'. Ucapan ini saya amini sebagai FirmanMu, dan FirmanMu sendiri adalah abadi dan FirmanMu dahsyat, sedahsyat Engkau menciptakan alam semesta ini hanya dengan Firman, maka hari ini juga,... saat ini juga saya meng-imani bahwa FirmanMu telah menyembuhkan dan menyempurkan kembali kakakku..."


 
Setelah kami selesai berdoa dan beribadah, istri saya beristirahat. Saya dan ketiga teman saya sambil duduk-duduk didepan rumah saya untuk ngobrol tentang hal ini.
 
Mujizatnya....
 
..tepat jam 12:00 malam ayah angkat saya mendatangi rumah saya dan menyampaikan bahwa kakak perempuan saya menelpon saya... langsung saja saya ke rumah orangtua angkat saya tadi..
 
Dengan suara yang keras dan dengan nada gembira, kakak perempuan saya menyampaikan bahwa kira-kira jam 11:40 kakak saya yang tadinya koma mulai siuman dan sadar kembali,.. setelah dia (kakak perempuan saya) memanggil dokter jaga dan menyampaikan hal ini, dokter jagapun heran dan langsung ke kamar tempat kakak saya berada.
Dokter jaga menyampaikan bahwa besok pagi kakak saya akan di CT-scan lagi untuk memastikan hal ini.
 
Sayapun menyampaikan sama kakak perempuan saya bahwa setelah di CT-scan tolong segera kabari saya juga.
 
Setelah besok harinya kira-kira jam 10 pagi, kakak perempuan saya menelpon ke orangtua angkat saya dan menyampaikan bahwa kakak kami telah sembuh total. Orangtua angkat kami juga langsung menelpon saya di kantor dan saya disuruh pulang untuk mendengar kabar baik ini.
 
Setelah meminta ijin pada atasan, saya pun langsung pulang dengan rasa gembira yang tidak terkira. Sambil di jalan saya bersyukur kepada Tuhan Yesus.
 
Setelah tiba dirumah sayapun langsung di sambangi oleh orangtua angkat saya untuk segera ke rumah beliau dan menunggu telpon dari kakak perempuan saya.
Beberapa menit kemudian, dia menelpon dan mengabarkan hal ini, bahwa pada malam tadi kira-kira jam 11:40 kakak kami siuman dan sadarkan diri.
Dia bangun dan meminta bantuan Ibu untuk mengantarkannya ke kamar kecil untuk buang air kecil.
Setelah itu dia minta makan karena lapar...
...yang paling mengherankan saya, kakak perempuan saya menyampaikan bahwa hasil CT-scan syaraf otak kakak kami yang tadi difonis "mustahil" untuk sembuh, ternyata pagi ini sembuh total 100% dan sama sekali tidak menunjukkan adanya kerusakan apapun.
Bahkan beberapa dokter ahli syaraf yang ada saat itu secara bersama-sama menganalisa hasil CT-scan ini. Mereka sampe tidak percaya, dan hanya bisa menyampaikan bahwa "Ini Mujizat!!...".
 
Hasil CT-scan yang kemaren dan hari ini sama sekali berbanding terbalik. Hari itu menjadi hari yang paling menghebohkan di rumah sakit itu....
 
Dan saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan kakak kami...
 
..trima kasih Tuhan Yesus.
Submitted by KEN on Fri, 2010-12-03 19:31
Permalink

Di SS banyak sekali blog-blog tentang mujizat yg lebih Alkitabiah. Jadi saran saya, sebelum Anda disemprot habis2an di sini, lebih baik pelajari dulu, mujizat yang sejati itu seperti apa.
Submitted by joli on Fri, 2010-12-03 20:56
Permalink

halo Bringme, salam kenal :)



Senang sekali mendengar kakak-mu nggak jadi operasi, karena belas kasihan Tuhan. Ikutan bersyukur untuk kasih setia dan kemurahanNYA..




Submitted by KEN on Fri, 2010-12-03 21:29
Permalink

Sulit dipercaya!
 
Saya pernah kecelakaan, sehingga otak saya pendarahan dan harus dioperasi. Dokter sudah memfonis saya adalah MUMI. Tahu MUMI? Mayat hidup yang masih bisa berjalan.
 
Dokter mengatakan bahwa menurut teori kedokteran dan hasil-hasil penghitungannya. Saya sudah mati satu jam sebelum kami ke rumah sakit. Namun, saya tetap harus menjalani operasi untuk mengeluarkan darah beku yang ada di kepala saya.
 
Yang saya sebut mujizat untuk zaman kita hidup, adalah operasi yang berhasil. Bukan semacam guna-guna begitu. Saya tidak meragukan Tuhan sedikitpun dalam hal iman. Tapi saya meragukan kesaksiannya. Saya juga meragukan iman kepada Tuhan yang tanpa operasi.
 
Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.
Submitted by teograce on Fri, 2010-12-03 21:40

In reply to by KEN

Permalink

"Saya juga meragukan iman kepada Tuhan yang tanpa operasi."
 
ken, kalimat ini ga logis menurut teo..
kalo liat bible, perempuan yang pendarahan megang jubah Yesus, ga disebutkan ke dokter atau minum obat, just sembuh bis megang jubah.. hohoho
Submitted by lapan on Fri, 2010-12-03 23:53

In reply to by KEN

Permalink

Wakakakak ya emang sulit dipercaya namanya juga imannnn..
 
Kata Tuhan Yesus, iman sebesar biji sesawi aja uda bisa lempar gunung dan matiin poon ara...
 
"modal iman?"
 
Kamu kaya nanya, "modal 1000 trilyun euro?"  pun gak sanggup mewakili pertanyaan "modal iman?"
 
Baru kali ini denger Kristen bertanya "modal iman?" dan berkomentar "sulit dipercaya"...
 
wakakak peace loh Ken, lucu aje. hehehehe serius... (lucu ko serius) 
 
sisanya gw rasa uda diungkapkan dgn baek oleh teograce. ;)
 
have a nice weekend ^_^
 
 
*terlepas dari kesaksian bringme bener atau salah, tetep lucu. wakakakka
*mungkin pertanyaan yang lebih tepat, "apa itu benar-benar iman?"
Submitted by n4th4n_andy on Sat, 2010-12-04 12:36

In reply to by KEN

Permalink

KEN : Saya tidak meragukan Tuhan sedikitpun dalam hal iman. Tapi saya meragukan kesaksiannya. Saya juga meragukan iman kepada Tuhan yang tanpa operasi.
 
 
IMO .. terlihat seperti memvonis kesaksian atas dasar  keraguan (iman) pribadi.



 
KEN : Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.
 
di satu sisi loe meragukan satu kesaksian iman, tapi di sisi laen (sadar??) loe mengetahui bahwa iman itu harus di barengin dengan perbuatan .. gimana nih bro :P
 
iman itu anugrah, untuk orang hidup, cuma orang hidup yang bisa di liat perbuatan-perbuatannya
mungkin.....dokter yang meng-operasi loe waktu itu yang punya iman, atau mungkin juga yang setia menunggu loe, waktu di operasi, yang punya iman, atau mungkin juga seseorang yang entah di mana yang punya iman, bahwa loe bakal hidup lagi .. geto x bro ..