Kutatap lekat-lekat secarik kertas kecil pemberian ibuku beberapa tahun lalu yang sudah lusuh di dompetku, kubaca lagi berulang-ulang potongan puisi Khalil Gibran itu.
Bila cinta datang memanggilmu,
Ikuti dia
Walaupun jalannya terjal dan berliku
Ikuti dia
Walaupun di sayapnya ada pedang tajam
yang siap melukai maupun bisa membunuh
ikuti dia
Karena di balik cinta itu ada permata
Hari ini! Saat ini!!
CINTA itu membuatku membara...
CINTA itu membuatku tak mampu mengecap dan merasa hal lain...
CINTA itu menghimpit jiwaku...
CINTA itu melukaiku....
CINTA itu hampir membunuhku...
CINTA itu menghanguskan seluruh masa depan dan cita-citaku...
CINTA itu membawa semua mimpiku terbang menjauh..
CINTA-MU itu menghancurkanku...
sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku (Mazmur 69:10)