Submitted by joli on

Anggapan bahwa cinta sebagai perbudakan yang dijalani secara suka rela..
Itu BOHONG
Orang yang mencintai dengan sepenuh hatinya merasa bebas

 

Hari demi hari kulalui,... sama... selalu sama...
Pohon Ara besar ... meski angin menerpa keras,  tetap berdiri ditempat yang sama..
Sinar matahari juga selalu sama, terbit dari timur, mungkin juga melintasi orbit yang sama..
Aku ingin berbeda.. aku ingin merasakan sengatan teriknya dan panasnya matahari,
Dinginnya malam yang menusuk menembus tulang, merasuk sumsum..
Aku rindu hidupku di luar sana.. bebas..

Kebebasan.. itulah mimpiku sekarang
Ketika menggendong anakku perempuan dan menyusuinya, kupandang dia, sungguh anak yang sangat cantik, sangat mirip dengan ibunya, mata yang tajam dan cerdas.. mata bening, polos, ...
“Adakah engkau bahagia lahir di dunia ini?”
Di dunia yang yang penuh warna, tinggal bagaimana kita memilih dan mewarnainya.
Ayahmu memilih warna hitam dan putih, ibumu merindukan warna-warni meski warna kusam.

Aku mempunyai dua orang anak, yang sulung bernama Yizreel (klik disini) dan anakkeduaku seorang bayi perempuan cantik dan mungil bernama Lo Ruhama (klik disini)

Ketika ayahmu memberi nama Lo-Ruhama (yang artinya tidak dikasihi), 
Sama seperti masa kecil ibumu... tidak ada yang mengasihi..
Sekarang ayahmu mengasihi ibumu, sangat mengasihi, dengan caranya...
Cinta yang sama, namun.. tetap terasa tidak dikasihi itulah yang dirasakan ibumu sekarang ini..
Cinta yang membelenggu, berkedok pengorbanan dan kebaikan..
Semoga besok besar kamu punya kesempatan untuk mewarnai duniamu dengan warna-warni yang cerah.. semoga dijauhkannya nasib-mu dari namamu.. ibu ingin suatu saat orang akan mengingat dan memanggilmu Ruhama...

Ketika suamiku pulang, bingung aku menyambutnya.. adakah dengan senyum palsu seorang istri yang baik atau  tawa ceria seorang istri yang merindukan bebas mencintai suami dengan caranya..

Beberapa bulan kemudian aku kembali memberitakan kabar yang sama kepada suamiku..
Aku hamil..
Ketika melahirkan anak .. seorang anak lelaki .. ketika berusia 8 hari,  kembali digendong Hosea bapaknya.. dan diberinya nama Lo-Ami (yang artinya bukan umatku)
Ketika aku memandang suamiku sedang memberi nama dan cara memandang anakku.. memandang dengan tatapan kasih berbaur dengan kemarahan, kulihat luka di sorot matanya, tahulah aku bahwa dia tahu kalau Lo Ami adalah bukan anak kandungnya..

Ada rasa bersalah, rasa malu, rasa marah, rasa tak berdaya, juga rasa cinta..
Itulah perasaanku terhadap suamiku saat ini…
Perasaan yang belum pernah kurasakan..
Perasaan terluka melihat dia terluka, ini yang tidak pernah terpikirkan, ketika ku pilih seorang penjaga pintu, yang di bayar suamiku untuk menjaga pintu pagar, seorang lelaki kuat berkulit gelap, yang bisa menolongku mendapatkan kebebasan sesaat..

Kembali cinta kepada suamiku membelengguku.. tapi aku harus memenangkannya.. membebaskannya..
Dengan pergi meninggalkannya..
Apalah arti kehilangan.. apakah arti kebebasan.. apakah arti cinta.. apakah arti nafsu..
Apalah arti ketidak-berdayaan..

Kutinggalkan dia untuk mencari diriku.. dengan caraku..

 

Sakit rasanya setiap kali aku kehilangan pria yang membuatku jatuh cinta
Sakit ketika kehilangan orang-orang yang kucintai..
Tapi sekarang aku yakin tidak ada yang namanya “kehilangan”..
Sebab seorang tidak dapat memiliki seorang yang lain..
Itulah kebebasan… mempunyai orang2 yang dicintai dan mencintai…
tanpa memilikinya …
Mempunyai… tanpa ..memiliki..

 

To be continued  "Ketika Tuhan diam"

Baik ketika kelahiran anak pertama Yizreel, anak kedua Lo Ruhama, dan anak ketiga Lo Ami.. Hosea memberi nama anak-anaknya nama yang tidak lazim.
Pada waktu itu seorang anak biasanya diberi nama oleh ayahnya ketika berusia 8 hari  dan di beri nama sesuai dengan tradisi yahudi kuno

Pemberian nama yang tidak ”biasa” ini terasa aneh ditelinga orang2 Israel, tetapi Hosea bisa menjawab karena Allah-lah yang memberi nama. Namun apabila dipandang dari sudut pandang gomer, dia  tahu kenapa anak-anak-nya diberi nama yang aneh oleh bapak-nya.

======================================

Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."


.................................

..................................

Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."

Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu.

(HOSEA 1)