Menjadi DAGING Bukan Berubah JENIS Jadi Manusia
Walaupun mengajarkannya namun sebagian teolog Reformed menyadari sepenuhnya bahwa doktrin Diofisitisme alias Satu Pribadi Dua Hakekat sama sekali bukan ajaran Alkitab. Mereka mengajarkannya bukan karena itu adalah ajaran Alkitab namun karena mereka menyangka itu berguna untuk mencegah menyebarnya ajaran sesat tentang Yesus Kristus. Mereka mengajarkannya karena menganggap itulah ajaran terbaik yang ada sambil menunggu tersingkapnya ajaran sejati Alkitab tentang Yesus Kristus.
Doktrin Diofisitisme Di Mata Teolog Reformed
Herman Bavinck (1854-1921) adalah Teolog Reformed dari Belanda. Pada tahun 1909 dia menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Our Reasonable Faith" yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tentang Doktrin Diofisitisme, inilah yang dia katakan:
"It is of course self-evident that this confession of Nicea and Chalcedon may not lay claim to infallibility. The terms of which the church and its theology make use, such as person, nature, unity of substance, and the like, are not found in Scripture, but are the product of reflection which Christianity gradually had to devote to this mystery of salvation. The church was compelled to do this reflecting by the heresies which loomed up on all sides, both within the church and outside of it. All those expressions and statements which are employed in the confession of the church and in the language of theology are not designed to explain the mystery which in this matter confronts it, but rather to maintain it pure and unviolated over against those who would weaken or deny it" (Our Reasonable Faith, page 321-322).
Tentu saja pengakuan iman Nicea dan Kalsedon tidak boleh di klaim infallibility (tidak bisa salah). Istilah-istilah yang digunakan oleh gereja maupun teologinya, seperti: PRIBADI (person), HAKEKAT (nature), PERPADUAN HAKEKAT (unity of substance) dan kata lainnya, MEMANG tidak ditemukan di dalam Alkitab, namun MERUPAKAN hasil refleksi kekristenan atas MISTERI keselamatan. Gereja dipaksa MEMBANGUN ajaran ini oleh bidat-bidat yang mengancam dari berbagai sisi, baik dari dalam maupun dari luar gereja. Semua PERNYATAAN di dalam PENGAKUAN iman gereja dan ajaran Teologi tidak dimaksudkan untuk MENJELASKAN misteri yang ada namun untuk menjaga KEMURNIANNYA agar tidak TERCEMAR menghadari para penyangkal atau penyerangnya. (Our Reasonable Faith, page 321-322).
Louis Berkhof (1873-1957) adalah seorang teolog Reformed yang sangat dikenal karena bukunya yang berjudul: Sistematika Teologi. Tentang doktrin Doktrin Diofisitisme, inilah yang dia tulis di dalam buku Sistematika Teologi jilid tiga yang berjudul – Doktrin Kristologi:
Sejak masa yang paling awal dan terutama sejak Konsili Kalsedon, gereja mengakui doktrin dua HAKEKAT (Nature) Kristus. Konsili ini TIDAK menyelesaikan permasalahan yang muncul karena seseorang yang pada saat yang sama adalah Allah dan manusia, akan tetapi hanya berusaha menjelaskan bahwa JALAN KELUAR LAIN yang ditawarkan jelas TERBUKTI keliru. Dan Gereja menerima doktrin dua hakekat dalam satu pribadi bukan karena MEMILIKI pengetahuan yang lengkap tentang misteri itu, akan tetapi karena gereja jelas MELIHAT di dalamnya terdapat sebuah MISTERI yang diungkapkan oleh FIRMAN Tuhan. Sejak saat itu doktrin ini telah menjadi dan tetap menjadi bagian pengakuan iman yang jauh melebihi KEMAMPUAN PENGERTIAN manusia. Sistematika Teologi – Doktrin Kristologi hal. 31
Yesus MENYANGKAL Doktrin Diofisitisme
Alkitab mengajarkan bahwa Yesus Kristus TIGA kali menyatakan dengan tegas dan GAMBLANG bahwa Dia bukan dari dunia ini. Tiga kali pula Dia menyangkali bunda Maria sebagai ibu jasmani-Nya dengan tegas dan GAMBLANG. Paulus juga mendukung dengan tiga kali menyatakan bahwa Yesus mustahil benih Maria karena darah dan daging MANUSIA alias yang berasal dari dunia tidak mendapat bagian di dalam kerajaan Allah. Baik Lukas maupun Matius mencatat bahwa yang dikandung oleh Maria bukan JANIN namun RAHIM.
Handai taulan sekalian, apakah FAKTA-FAKTA tersebut di atas yang tercatat di dalam Alkitab secara tegas dan gamblang tidak cukup untuk membuktikan bahwa di mata Yesus Kristus, doktrin diofisitisme alias Satu Pribadi Dua Hakekat adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan yang diajarkan oleh-Nya?
Logos TIDAK Berubah JENIS Jadi Manusia
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1
Para Teolog Reformed selalu mengutip Yohanes 1:1 untuk mendukung doktrin Diofisitisme. Mereka menggunakan ayat tersebut untuk mengajarkan bahwa Yesus adalah Sang Pencipta. Mustahil menyangkalnya, apa yang diajarkan oleh Yohanes 1:1 sangat tegas dan gamblang.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14
The Word became flesh and made his dwelling among us. We have seen his glory, the glory of the One and Only, who came from the Father, full of grace and truth. John 1:14 – NIV
And the Word became flesh and dwelt among us, and we beheld His glory, the glory as of the only begotten of the Father, full of grace and truth. John 1:14 – NKJV
Kata MANUSIA di dalam Yohanes 1:14 diterjemahkan dari kata Yunani SARX yang artinya DAGING atau TUBUH. Manusia memiliki daging alias tubuh namun binatang juga memilikinya. Manusia adalah NAMA JENIS makluk hidup. Binatang juga adalah NAMA JENIS makluk hidup namun DAGING alias TUBUH sama sekali BUKAN nama JENIS makluk hidup. DAGING juga BUKAN alias MANUSIA.
Yohanes adalah seorang yang sangat logis, akurat, sistematis dan konsisten dalam menggunakan kata-kata dan istilah. Yohanes tahu persis perbedaan antara kata SARX (daging alias tubuh) dan ANTHROPOS (manusia), itu sebabnya dia menggunakannya dengan logis, akurat, sistematis dan konsisten di dalam tulisan-tulisannya, sehingga para pembaca Alkitab CUKUP memahaminya apa adanya, tidak pelu MENAFSIRKANNYA dengan jurus tafsir 1001 mimpi.
Para teolog reformed selalu mengutip Yohanes 1:14 untuk mendukung doktrin Diofisitisme. Mereka menggunakan ayat tersebut untuk mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Pertanyaannya adalah: Apakah yang memiliki DAGING alias TUBUH pasti manusia sejati? Bukankah binatang juga memiliki SARX (daging alias tubuh) namun bukan manusia sama sekali?
Siapa yang memberi KUASA kepada para teolog itu untuk MENETAPKAN KONTEKS bahwa kata SARX di dalam Yohanes 1:14 harus DITAFSIRKAN artinya manusia?
Siapa yang memberi KUASA kepada para teolog itu untuk MENETAPKAN bahwa kata SARX di dalam Yohanes 1:14 tidak boleh dipahami secara HURUFIAH namun harus DITAFSIRKAN secara ROHANIAH sebagai manusia?
Siapa yang memberi KUASA kepada para teolog itu untuk MENETAPKAN bahwa kata SARX di dalam Yohanes 1:14 adalah misteri Allah yang mustahil dipahami oleh akal manusia sehingga harus DITAFSIRKAN sebagai manusia?
Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, para teolog itu tidak punya kuasa sama sekali untuk menetapkan hal-hal demikian. Karena Yohanes menggunakan kata SARX (daging alias tubuh), itu berarti harus dipahami sebagai SARX (daging alias tubuh), tidak boleh DITAFSIRKAN sebagai ANTHROPOS (manusia).
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Ibrani 5:7
During the days of Jesus’ life on earth, he offered up prayers and petitions with loud cries and tears to the one who could save him from death, and he was heard because of his reverent submission. Hebrew 5:7 - NIV
who, in the days of His flesh, when He had offered up prayers and supplications, with vehement cries and tears to Him who was able to save Him from death, and was heard because of His godly fear, Hebrew 5:7 - NKJV
Perhatikan Ibrani 2:14 dan Ibrani 5:7 baik-baik. Kata MANUSIA di dalam Ibrani 5:7 diterjemahkan dari kata SARX (daging alias tubuh), bukan ANTHROPOS (manusia). Logis, akurat, sistematis dan konsisten, itulah prinsip yang ditaati oleh para penulis Alkitab tanpa kompromi sama sekali ketika mereka menulis Alkitab. Prinsip itu pula yang harus ditaati oleh para pembaca Alkitab bila mau memahaminya dengan benar.
Handai taulan sekalian, Logos bukan makluk yang BERJENIS manusia karena Dia adalah PENCIPTA. Logos TIDAK pernah berubah JENISNYA. Itu sebabnya apabila mempelajari Perjanjian Baru dengan teliti maka anda akan mendapatkan FAKTA bahwa Logos tidak pernah BERUBAH JENIS menjadi manusia. Yohanes 1:14, Ibrani 2:14 dan Ibrani 5:7 dan ayat-ayat Alkitab lainnya sama sekali tidak mengajarkan bahwa Logos berubah JENIS menjadi manusia namun mengajarkan bahwa Logos BERUBAH BENTUK-Nya menjadi DAGING.
Alkitab tidak boleh DITAFSIRKAN karena Alkitab harus DIPAHAMI! Kesalahan para teolog dari generasi ke generasi adalah: Alih-alih memahami ajaran Alkitab, mereka justru menafsirkannya nggak karu-karuan. Itu sebabnya mereka kehilangan kesempatan untuk memahaminya dengan benar.
Alkitab mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Logos TELAH MENJADI daging (SARX). Namun para teolog itu justru menafsirkannya sebagai Logos TELAH MENJADI manusia (ANTHROPOS).
Alkitab mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Logos TELAH MENJADI daging (SARX). Namun para teolog itu justru menafsirkannya sebagai Logos TELAH BERPADU dengan manusia.
Alkitab mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Logos TELAH MENJADI daging dan dinamai Yesus Kristus. Namun para teolog itu justru MENAFSIRKANNYA sebagai Logos TELAH MENJADI manusia satu pribadi dua hakekat yang bernama Yesus Kristus.
Cara mudah untuk memahami ajaran Alkitab dengan benar adalah dengan memahaminya apa adanya. Namun, para teolog itu justru menafsirkannya menurut hikmat manusia sehingga menimbulkan ajaran yang nggak karu-karuan.
Handai taulan sekalian, doktrin Diofisitisme (Satu Pribadi Dua Hakekat) adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan tentang Logos TELAH MENJADI DAGING dan dinamai Yesus Kristus, bukan Logos TELAH MENJADI manusia satu pribadi dua hakekat yang bernama Yesus Kristus.
Bila Bukan Manusia Mustahil Yesus Kristus Menyelamatkan Manusia
Kenapa Logos harus menjadi manusia? Para teolog mengajarkan bahwa karena manusia berdosa maka hukuman dosa haruslah ditanggung oleh manusia juga. Juga pembayaran upah dosa mencakup penderitaan tubuh dan jiwa hanya mungkin ditanggung oleh manusia. Itu sebabnya Yesus harus memiliki hakekat manusia dengan segala kelemahannya, karena Dia adalah Juru selamat manusia. Bila Yesus bukan manusia, Dia mustahil menyelamatkan manusia.
Handai taulan sekalian, hai hai adalah seorang pecinta anjing sekaligus pelatih anjing. Sejak kecil dia menyukai anjing dan sudah melatih anjing dari berbagai ras lebih dari dua puluh lima tahun. Banyak anjing yang berdosa karena menggigit manusia dan diputuskan untuk dibunuh oleh tuannya. Hai hai banyak menyelamatkan anjing-anjing demikian tanpa perlu menjadi anjing. Bahkan bila hai hai menjadi anjing, mustahil menyelamatkan anjing-anjing itu.
Bila menabur salah maka anda akan menuai salah. Bila salah memahami ajaran Alkitab maka anda harus mendirikan ajaran yang salah pula untuk mempertahankan pemahaman salah tersebut. Bila hal itu terus berlanjut, maka semakin hari pemahaman ajaran Alkitab anda akan semakin salah walaupun meyakininya sebagai ajaran yang benar.
Logos tidak berubah JENIS menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Dia hanya berubah menjadi DAGING dan berinteraksi dengan manusia seperti manusia berinteraksi dengan sesama manusia. Itulah yang dilakukan oleh Logos menurut ajaran Alkitab. Dia berubah menjadi DAGING namun tidak pernah berubah JENIS menjadi manusia. Itu sebabnya doktrin diofisitisme tidak lebih dari isapan jempol belaka.
Handai taulan sekalian, apakah anda masih kekeh jumekeh meyakini ajaran Diofisitisme, satu pribadi dua hakekat atau mulai mamahami ajaran Alkitab tentang Logos TELAH MENJADI DAGING?
Lapiran Ayat-Ayat Yohanes
Berikut ini adalah lampiran ayat-ayat dimana Yohanes menggunakan kata SARX (daging alias tubuh). Dengan mempelajari ayat-ayat tersebut anda akan mendapati betapa logis, akurat, sistematis dan konsistennya Yohanes dalam menggunakan kata SARX (daging alias tubuh). Semua kata dengan HURUF besar adalah kata yang diterjemahkan dari kata SARX (daging alias tubuh). Menafsirkan SARX (daging alias tubuh) sebagai: "MANUSIA" (Yohanes 1:14, Yohanes 8:15) dan " YANG HIDUP" (Yohanes 17:2) justru MENGACAUKAN pemahamahan kita.
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari DAGING, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:13
Firman itu telah menjadi MANUSIA, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14
Apa yang dilahirkan dari DAGING, adalah DAGING, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.Yohanes 3:6
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah DAGING-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Yohanes 6:51
Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan DAGING-Nya kepada kita untuk dimakan." Yohanes 6:52
Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan DAGING Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Yohanes 6:53
Barangsiapa makan DAGING-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Yohanes 6:54
Sebab DAGING-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.Yohanes 6:55
Barangsiapa makan DAGING-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Yohanes 6:56
Rohlah yang memberi hidup, daging DAGING sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yohanes 6:63
Kamu menghakimi menurut ukuran MANUSIA, Aku tidak menghakimi seorangpun, Yohanes 8:15
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala YANG HIDUP, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Yohanes 17:2
NB.
Ini adalah blog ke 4 dari 7 blog. Untuk membaca blog yang lain silahkan klik:
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 1
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 2
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 3
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 4
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 5
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 6
- Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 7