Submitted by Purnawan Kristanto on

Setelah gagal memesan tempat di Salib Putih, maka panitia menjadi pusing tujuh kall tujuh puluh tujuh keliling. Hari Sabtu, 10 April 2010, empat blogger SS merayap lereng gung Merapi dengan misi utama mencari untuk mencari tempat penginapan dan pertemuan yang pas.

Setelah bersantap siang dengan menu sweeke di Karangduwet, Klaten, mobil Terrano yang dikendalikan Joli melaju perkasa mengangkut Tut Wuri Handayani, Tante Paku dan saya. Di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, kami sampai di Disasster Oasis, sebuah penginapan dan tempat training yang dikelola oleh Yayasan Kesehatan Kristen untuk Umum [Yakkum].

Penginapan ini memiliki kapasitas 31 kamar namun tidak menyatu dalam satu bangunan. Kamar-kamar terbagi dalam beberapa bangunan rumah dengan kapasitas yang bervariasi: Rumah Flores [ 5 kamar], Kuala Bubon [2 kamar], Lombok [6 kamar]. Timor Timur [4 kamar], nias [2 kamar], dan Aceh [2 kamar]. Kamar yang sudah beroperasi selama 2 tahun ini menyediakan akses internet Wi Fi secara gratis. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan raya, namun angkutan umum hanya tersedia sampai pukul 16.00 WIB.

Untuk melihat lokasi penginapan di wikimapia, silahkan masukkan koordinat berikut ini:  7°37'48"S   110°25'28"E atau klik di sini.

Disaster Oasis

View dari rumah Lombok

Disaster Oasis

Joli di rumah Lombok

Disaster Oasis

Rumah Lombok

  Photobucket

Doble Bed di Disasster Oasis

Photobucket Single di Disasster Oasis

 

Setelah melihat-lihat, kami melihat bahwa tempat yang paling cocok adalah di rumah Lombok karena berkapasitas 6 kamar dengan 2 tempat tidur. Jadi bisa menampung 12 orang. Jika peserta yang menginap lebih dari 12 orang, maka panitia dapat menyewa bed tambahan.

 

Kami melanjutkan perjalanan ke Kalyana Resort. Saat memasuki ke tempat parkir, kesan pertama yang kami dapatkan adalah tempat ini sangat tenang, teduh, singup [istilah Jawa yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia] dan mengingatkan kami pada suasana tempat-tempat retret gereja Katolik.

Memasuki, kompleks yang lebih dalam, kami terpesona oleh keasrian tempat tetirah ini. Bangunan dibuat terpisah-pisah seperti di Disaster Oasis. Ada bangunan berupa rumah Joglo, arsitektur Jawa, yang digunakan sebagai tempat pertemuan publik. Sementara untuk kamar-kamar yang bersifat lebih privat justru dirancang dengan tema modern-minimalis.

Di sela-sela bangunan, terdapat taman yang ditata dengan apik dan terawat baik. Kami melewati kolam renang yang sedang dipersiapkan sebagai tempat untuk acara pernikahan.

Saat perjalanan kami sampai di ujung penginapan, mulut kami spontan ternganga. Kami menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Ada sebuah vila yang dibangun dekat sekali dengan bibir jurang yang menghadap langsung ke Kali Kuning. Melalui beranda di villa ini, kami bisa menyaksikan kehijauan lereng gunung Merapi.

Kalyana Resort

Villa Kalyana Resort

Kalyana Resort

View Kali Kuning dilihat dari Villa

Kalyana Resort

Kolam renang

Kalyana Resort

Pintu masuk yang romantis

Kalyana Resort

Selamat datang

Kalyana Resort

 Joli sedang nego harga: "Untuk gereja, bisa diskon 50%, nggak?" Mbaknya hanya senyum-senyum.

Kalyana Resort

Lapangan rumput depan Villa

Kalyana Resort Kalyana Resort

Joli dan Tante Paku di Front Office

Photobucket

Tante Paku merenung di depan jurang: "Lompat, nggak, lompat, nggak, lompat...."

 

Sumber: http://www.kalyanaresort.com/

Sumber: http://www.kalyanaresort.com/

Tepat di depan villa ini terhampar lapangan rumput bak lembaran karpet hijau yang empuk dan rata karena dirawat dengan baik. Joli langsung kesengsem dengan villa ini.  Ketika kami mengecek harga sewanya. mulut kami sekali lagi ternganga. "Tapi tidak apa-apa," kata Joli, "Kopdar ini 'kan hanya setahun sekali. Kalau teman-teman menghendaki di sini, maka kita akan berupaya sambil berdoa supaya bisa menyewa tempat ini.

Kawan-kawan, kami memberikan dua pilihan penginapan. Silakan untuk dipilih mana yang dikehendaki supaya kami bisa segera memesankan tempat penginapan. Jika kelamaan, maka "tragedi Salib Putih" akan terulang kembali.

Respon kawan-kawan ditunggu sampai dengan tanggal 16 April 2010 pukul 23:59 WIB

***

Bagaimana cara menuju ke lokasi penginapan?

a. Dari arah Semarang, jika naik bis umum, maka turun di terminal kecil Jombor [nomor 1 di peta].

b. Setelah itu naik angkot "Pemuda" ke arah Condongcatur/Kentungan.

c. Turun di simpang empat Kentungan. Lalu ganti angkutan umum yang ke arah Kaliurang.

d. Turun di Panti Asih [jika menginap di Disaster Oasis] atau turun di Benteng, setelah Taman Eden 2, [jika menginap di Kalyana].

e. Jika naik bis dari Solo, maka turun di Ringroad Maguwo.

f. Pindah angkutan "Pemuda" ke Kentungan, dan ikut prosedur c.

Disaster Oasis