Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

A Hundred Times Trying to Stay Afloat

PlainBread's picture

Today at work, my job seemed to be easy: to accompany a client to go swimming. A client who has OCD. I like going swimming. I know most people do. Everytime I go swimming, it always gives me a feeeling that I am alive.

Apparently it's not an easy one.

 

I knew that he doesn't know how to swim. But what I didn't know was worse. Let me put it this way: He doesn't even know how to stay afloat in water.

What makes it not easy for me was, he said instead of hiring a swimming instructor to teach him how to swim, he wants me to teach him. I spontaneously said,"Then I should get paid double for this." He looked at me, trying to look any sign of seriousness on it. I purposely gave him a smile. He laughed. Now he thought that I was just kidding. Darn it. I actually mean it when I said that.

At the swimming pool, he showed me off that he knows how to swim ... in a 4 foot deep pool. OK. That's a good start. So I asked him what exactly he wants me to teach him today. He said that he wants to swim in a 6-10 foot deep. I sighed.

 

It took us an hour just to get into the deep pool. He kept refusing to do it in the first place. How do you want to do something but then you refuse to do it? I shook my head a couple times. It feels that this guy brings the definition of oxymoron to the new level.

What made him finally do it was actually not a good picture. I had to push him off to the deep part when both of us were walking around the pool. I'm sorry,  I said that in my heart. I'm just not a good teacher. I probably could get fired just by doing that.

The second attempt, I asked him nicely to do a cannonball. You know, jumping into the water and leting your body go down and finally back up. it's now him who shook his head. So I offered him something I don't usually do. I said I would hold his hand and let us do the cannonball together, so by that he knows that he will be safe. I know he's not buying it, but at least he's thinking.

To deal with a person with OCD, there's no way I could be able to force him to do something. Sitting at the pool and drinking my coke, hopefully the idea will sink in his head.

It did.

 

He finally agreed, with one condition, that I don't pull my hand off his. I agreed. Such an awkard deal, because it would make us look so gay. Hey, no offense to gay people. But anything would do at this time.

So we did it.

 

The reason I had him do the cannonball is to teach him aout how to stay afloat. He realizes that without no efforts whatsoever, the waters pushed his body up right after it sank.

Now it's the hardest part. To have him stay afloat without having to do a cannon ball. I told him it's basically the same way. He would be staying afloat just like what he experienced after doing the cannonball. The difference is instead of staying motionless inside the water, his body would float on the water by letting it drift around it.

I always remember how hard it was for me when I was a kid, trying to stay afloat in water. Took me a whole friggin' day and a huge headache out of my mom's head just to finally get it. I expect the worse today, since people with OCD have their own anxiety, obssession and compulsion. Duh! That's why it's called obsessive compulsive disorder.

The only thing I have to do is  support him, one hand under his neck and one under his buttocks. The purpose is to make his body relax, Then I asked him to put his arms out and form a T shape. I slowly let go of his buttocks then have him get used to that. The next thing I did was let go of his neck. I know it sounds easy, but eventually it is never easy, especially with him.

For the the next hour I tried to count how many times we had to do that simple task. It was 27. Until I quit counting.

Tired, I asked him  nicely to feel absolutely relax. Do not be afraid. You will not get drowned. That's all I said to him. But still, he didn't get it.

To make the story short, he finally did it, as soon as the sun sets around 6 o'clock. At first he kept saying that he hasn't given up yet. I looked at his eyes. Tried to let my eyes tell his, that I am the one who has given up. It didn't work. My eyes are too tired to speak up.

What made him finally did it was right after I was being firm, asked him staccatoly -I just made up a new word-,"Can't. You. Just. Quit. Trying?" Then I felt with my hands that were under his neck and buttocks, that his body muscles suddenly relaxed, as if he was asleep. He made it. He finally stayed afloat, after I let go of my hands. After a hundred times, or so I felt, since I had quit counting. At the end of the day, it really payed off.

 

What then stumbles in my mind is, he did it after he quit trying.

Samuel Franklyn's picture

Ratusan kali mencoba mengambang

Terjemahan saya:

-------------------------------------------------------------------

Hari ini di tempat kerja, tugasku tampak mudah: menemani seorang pelanggan untuk berenang. Seorang pelanggan yang memiliki OCD. Saya suka berenang. Saya tahu sebagian besar orang suka berenang juga. Setiap kali saya berenang saya selalu merasa bahwa saya hidup.

Ternyata ini bukan tugas yang mudah.

Saya tahu bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya berenang. Tapi apa yang tidak saya ketahui ternyata lebih buruk. Bisa dikatakan: dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengambang dalam air.

Apa yang tidak mudah buat saya adalah dia berkata daripada menyewa seorang pengajar renang untuk mengajarnya berenang, dia mau saya mengajarnya berenang. Saya dengan spontan berkata,"Saya seharusnya mendapat bayaran dua kali lipat untuk hal ini." Dia melihat saya dan mencoba menentukan apakah saya serius. Saya sengaja tersenyum. Dia tertawa. Nah sekarang dia berpikir bahwa saya hanya bercanda. Kurang ajar. Saya sebenarnya sungguh-sungguh ketika mengatakan hal tersebut.

Di kolam renang dia menunjukkan kepada saya bahwa dia tahu bagaimana cara berenang ... di kolam dengan kedalaman 1.2 meter. OK. Itu suatu permulaan yang baik. Saya lalu bertanya kepadanya apa yang sebenarnya dia ingin saya ajarkan hari ini. Dia berkata dia ingin berenang di kedalaman 1.8-3 meter. Aku menghela nafas.

-------------------------------------------------------------------

Terjemahan selanjutnya biar jadi PR buat mereka yang mau belajar bahasa Inggris. Bagaimana? Siap belajar?

agamaitucandu's picture

@PB kecepetan... ntar dulu

Blog ini kecepetan... ntar dulu... . Ayo puter balik....

__________________

.

PlainBread's picture

@Agama Kecepatan nape?

What did you see in my blog?

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

agamaitucandu's picture

PB: lompatan iman

Terlepas dari kemungkinan bahwa Anda sekedar menceritakan apa yg terjadi hari itu, saya lihat blog itu bicara soal lompatan iman.

Saya ingat betul, dulu ketika bahas lompatan iman, dosen agama saya pake analogi nyuruh orang ga bisa berenang untuk nyebur ke kolam. Sementara dosen semiotik make analogi lompat ke komedi putar yg sedang melaju cepat ketika bahas lingkaran-lingkaran makna.

Tidak mudah bagi orang untuk melompat dari lingkaran maknanya ke lingkaran makna orang lain, tergantung seberapa banyak prasangka di kepala orang itu.

Seorang OCD? Ahhh, bahan yg bagus untuk jadi contoh.

 

__________________

.

PlainBread's picture

Lompatan Iman OCD

Seorang OCD? Ahhh, bahan yg bagus untuk jadi contoh.

Betul.

Saya gak tau apakah anda tahu, deal sama seorang dengan OCD itu susah sekali. Kesempurnaan yang mereka tuntut, kegelisahan yang mereka alami, kepenatan hati mereka yang bikin mereka gusar. Gimana banyak dari mereka yang mesti cuci tangan karena berpikir tangan mereka penuh virus, tiap 5 menit cuci tangan, sampe tangan mereka berdarah. Gimana banyak dari mereka yang gak bisa tidur, hanya karena dengar tetesan air keran seperti mendengar dentuman bom di telinga mereka. Gimana banyak dari mereka  gak bisa memejamkan mata hanya karena ada secuil sinar dari lampu jalan yang menembus jendela kamar tidur mereka.

Gue pernah bilang begini,"People who have OCD take the meaning of life to another new level."

 

Terlepas dari kemungkinan bahwa Anda sekedar menceritakan apa yg terjadi hari itu, saya lihat blog itu bicara soal lompatan iman.

Saya ingat betul, dulu ketika bahas lompatan iman, dosen agama saya pake analogi nyuruh orang ga bisa berenang untuk nyebur ke kolam. Sementara dosen semiotik make analogi lompat ke komedi putar yg sedang melaju cepat ketika bahas lingkaran-lingkaran makna.

Tidak mudah bagi orang untuk melompat dari lingkaran maknanya ke lingkaran makna orang lain, tergantung seberapa banyak prasangka di kepala orang itu.

Memang, secara sengaja saya memang menulis blog ini, kejadian nyata, sebagai gambaran iman. Saya tau gimana rasanya dijorokin ke kolam yang dalam oleh ortu saya, dari situ saya bisa belajar bahwa saya gak bisa tenggelam kalo saya gak panik. Dari situ saya belajar bahwa saya bisa menggunakan kaki saya untuk mengapung. Makanya saya juga jorokin client itu dengan harapan dia mendapat pelajaran yang sama. Kalo pun dia panik dan tenggelam, saya ada di sana untuk menolongnya. Sama seperti orang tua saya ada di sana setelah jorokin saya ke kolam renang. Sama seperti Tuhan yang selalu ada "di sana".

Semuanya itu terkandung dalam kalimat terakhir di blog saya,"What then stumbles in my mind is, he did it after he quit trying."

 

Blog ini juga adalah latihan menulis buat saya pribadi.

Saya ingin menulis tentang Tuhan tanpa harus menulis kata "Tuhan".

Saya ingin menulis tentang perjalanan iman tanpa menjelaskan apa itu iman.

Saya ingin seperti Abraham, dan Musa, dan Nuh, yang bisa berjalan dalam iman dan dengan iman mereka, tanpa harus mengutip ayat2 kitab suci.

Saya ingin orang lain belajar dan mengerti dari cerita2 saya, tanpa saya harus berkotbah, tanpa berargumentasi, dan tanpa berpersuasi. Cukup dengan narasi.

Seperti cerita2 dan dongeng2 yang diwariskan dari manusia satu ke manusia lain selama ribuan tahun. Hanya narasi. Karena manusia punya akal budi untuk mencerna narasi dan menyimpan nilai2 kehidupan bagi diri mereka.

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

agamaitucandu's picture

@PB: kurang defamiliarisasi, dan salah coding

Kata Roman Jakobson mbahnya formalism, suatu cerita harus di-defamiliarisasi, yang sudah familiar harus dibikin tidak familiar. Kalau terlalu familiar, orang tidak sadar bahwa cerita itu sedang membawa kandungan moral. Yesus menggunakan perumpamaan. Kosakatanya memang dari hidup sehari-hari para petani, namun bahan biasa itu dibentuk ulang secara tidak biasa. Iman itu ibarat biji sesawi? Onta masuk lobang jarum?

Terlalu banyak defamiliarisasi memang malah bikin pembaca nggak ngerti, namun kalau kurang, pembaca mengira cerita itu tanpa makna tersirat.

Mari kita bahas:

1. CONTEXT

Siapa sih yang tahu bahwa PB sedang punya niatan apa dalam menulis blog? What is his quest? Dalam rangka apa PB menulis blog? Bagaimana kaitan blog ini dengan blog lain? Dalam kepala PB, blog ini tentu berkaitan erat dengan perbincangan dia soal circular reasoning. Tapi apa penonton eh pembaca mengetahui konteks ini?

2. MESSAGE 

Blog PB ini terlalu familiar (kurang keanehan). Untuk orang yg peka kiasan, mungkin dia bisa tau. Saya bisa tahu anda pake kiasan karena kebetulan pernah dengar dosen saya make kiasan itu. (Hal kerajaan sorga itu seperti bendahara yang mengeluarkan harta dari perbendahartaan yang lama dan yang baru). Yang nggak pernah dengar kiasan terjun ke kolam itu ya nggak tahu.

Orang suka nyari yang aneh-aneh. Yang aneh-aneh di cerita PB ini adalah soal bokong. Jadinya banyak yg komen bahas bokong. Sementara dalam cerita Anda bokong tidak mewakili konsep apapun yg penting bagi misi PB. Padahal dia sangat menonjol dan menarik perhatian :p

3. SENDER

Kebetulan aja yang nulis PB, jadinya banyak yang datang membaca. Kalo yg nulis AIC mungkin belom tentu ada yg buka :p (kecuali kalo dia nggambar kartun). Udah okeh sih dari sisi sender.

Paling-paling ada bias dikit. Contohnya Lola yg jadi curiga apakah blog ini mengandung jebakan betmen :p

4. RECEIVER

Pembacanya beragam latar belakang...  Jalan masih panjang. Kata Shakespeare, untuk pembaca pemula, berilah dia plot, lalu perwatakan, lalu tema, hingga tingkat lanjut, beri simbol-simbol yg makin dalam dan kompleks.

5.  CHANNEL

Media online memang oke. Dalam hitungan detik pesan termuat dan pembaca berdatangan untuk kemudian memberi feedback.

6. CODE

Naah, ini masalah. Sebagai sebuah pesan, blog ini di-coding dalam bahasa Inggeris. Sebagian pembaca kesulitan menangkap isinya. Sebagian sibuk membahas coding dan sibuk meng-alihkode ke bahasa Indonesia. Maklum orang pasar hehehe.

 

__________________

.

agamaitucandu's picture

@tambahan

Supaya pembaca ngeh dengan adanya makna tersirat, defamiliarisasi dilakukan, caranya macam-macam, bisa menggunakan bentuk parodi, karikatur, nama tokoh yg aneh, hiperbola, binatang bisa ngomong, keledai bisa ngomong.

Semar dan punakawan punya bentuk aneh, mereka dibedakan dari wujud tokoh2 wayang kulit yang lain. Kemunculan punakawan menjadi jeda dalam alur pementasan wayang. Penonton tahu, bahwa ketika punakawan muncul, berarti mereka boleh bangun sejenak dari terlena oleh cerita. Punakawan berceloteh mengomentari cerita yg sedang berlangsung. Saat jeda itu dilakukan, penonton menjaga jarak dari cerita, sehingga penonton tetap kritis dan tidak larut dalam buaian serunya cerita. Kearifan dari teater2 tradisional itu diadopsi oleh Bertolt Brecht, dan teknik ini sering disebut efek alienasi. Penonton menjadi krits karena ada jarak antara mereka dengan teks yg disajikan.

Mencoba beratusratus kali untuk mengapung? OCD? Seharusny ini sudah menggambarkan suatu kerja keras secara menonjol. Tapi kok kurang terasa ya? Seharusnya cerita itu tentang ngajari berenang tiap hari selama seminggu  dan itu orang ga bisa-bisa. Pun yang Anda ajari bukan OCD, tapi Anda sedang ngajari si Bolot, yg budeg dan ngeyel. Pembaca pasti lebih nangkep keputusasaan Anda ngadepin si Bolot.

Mungkin bisa belajar dari Yohanes Penginjil: Mengubah air jadi anggur sebanyak 6 tempayan??? Orang yang buta sejak lahir?? Lazarus yang sudah mati selama tiga hari??? Atau dari Eksodus: 40 tahun muter-muter di padang gurun??? Alamakk...

__________________

.

PlainBread's picture

@Agama: Gantian, anda terlalu cepat hahaha

Hati2 kalo udah masuk talking serpent atau talking donkey, ntar elu bisa dirajam hahaha.

Kadang gue mengambil posisi sebagai literalist untuk menghantam literalist, rasanya menyegarkan. Begitu juga untuk gebuk perumpamaan-ist, juga harus berada di ground yang sama biar gebuk2annya enak. Paling terpelecok pinggulnya aja.

Bahasa memang hal yang menarik. Makanya gue selalu punya respect lebih sama linguists, sastrawan dan penulis2 handal, walaupun hanya di SS ini, misalnya seperti anakpatirsa, purnomo dll.

Yang lebih gila lagi kalo baca2 ulasan orang2 yang elu sebut di atas itu. Kesannya mereka menaruh bahasa hanya sebagai alat, sebagai simbol, yang bentuk2 hurufnya jadi gak penting, tapi in the end bikin bahasa menjadi hal yang penting, jadi lebih dari sekedar simbol dan tanda.

Huruf jadi seperti bungkus. Melihat orang ngamuk atau tersinggung karena huruf2 seperti melihat orang yang ngamuk karena bungkus. Bukankah bungkus selalu dibuang, yang dipake adalah isinya?

Kenapa tersinggung dibilang tolol, tapi tidak tersinggung kalo dibilang "kamu hanya kurang pintar". Di bagian dunia tertentu, orang ngamuk karena pemakaian bahasa blak2an. Di bagian dunia lain, orang justru ngamuk kalo lawan bicara pake eufimisme. Padahal intinya tetap sama. Kurang pintar = tolol. Mungkin karena budaya juga. Ada budaya membeli sesuatu karena merk, karena bungkus. Beli rolex tapi dibungkus koran, orang mungkin ngamuk. Tapi orang yang sama gak ngamuk kalo dikasih jam seiko tapi bungkusnya bertuliskan rolex. Padahal bungkus selalu dibuang. Atau ada juga yang koleksi bungkusan seperti mengkoleksi prangko.

Dulu gue pikir emosi dan ekspresi hanya bisa tertuang di dalam huruf dan bunyi. Tapi ternyata gak, bisa juga lewat simbol yang lain. Toh kata "fu*k you" ada juga di sign language. Tidak perlu berteriak atau menulis, satu gerakan bisa membuat mata orang lain melotot.

Bahasa tetap jd sesuatu yang menarik, at least buat saya. Anda harusnya lebih rajin lagi menggambar kartun, biar tanpa sebuah tulisan pun pesan bisa tersampaikan.

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important.

Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

agamaitucandu's picture

@PB

PB: Hati2 kalo udah masuk talking serpent atau talking donkey, ntar elu bisa dirajam hahaha.

Roti Tawar.... janganlah masukkan aku ke dalam pencobaan, hahaha. Gue udah pernah dirajam di SS sini...

Tadinya gue masukin itu talking serpent dan talking donkey sebagai contoh . Tapi kayaknya gue apus lagi...  karena supersensitif.

Karena loe ngomong gitu.. sekarang gue jadi baca ulang berkali-kali komen gue itu.

Ahhh, ternyata emang ada yg blom kehapus...~XD 

AIC: Supaya pembaca ngeh dengan adanya makna tersirat, defamiliarisasi dilakukan, caranya macam-macam, bisa menggunakan bentuk parodi, karikatur, nama tokoh yg aneh, hiperbola, binatang bisa ngomong, keledai bisa ngomong.

Haha, elu ga tau aja. Bukan cuma talking serpent, tadinya gue niat masukin kotak pandora lho... biar nyerempet-nyerempet sama blognya si ken.

 

 

__________________

.

PlainBread's picture

@AIC: Komunikasi: Murid - Yesus - Farisi

Teori Jakobson memang enak dipelajari, tapi sayangnya teori ini berdasarkan sudut pandang si pembicara, bukan pendengar.

Saya pengen merespons soal komunikasi ini, terutama hubungannya dengan komunikasi antara Yesus dan Murid2, dan komunikasi antara Yesus dan orang2 Farisi. Ada gap besar di situ, dan ada penjelasan (dari saya) kenapa bisa timbul gap. Tapi kayanya bakal terlalu panjang kalo ditulis sebagai komen. Nanti saya post sebagai blog.

Thanks.

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

M23's picture

@PB: BCD

Dear PB,

The easiest way to teach a man floating is by putting a BCD (Buoyancy Control Device) on. For women, I ll buy your way....one hand under her neck and the other on her buttocks....hehehehe.....

 

Tuhan aku percaya; tolonglah aku yang tidak percaya ini.

joli's picture

buttocks

ha..ha.. untung-untung..

Barusan mau komenin PB tuk ajarin Joli mengapung, setelah baca komentar M23 hapus dah.. nggak mau di pegang-in

Lola's picture

Wah ada blog Inggris.. mana

Wah ada blog Inggris.. mana kritikus2nya yah? :D

Btw Mas Plain, ini blog jebakan lagi bukan? Lola dapet apa nih kalo dikasih kesempatan utk mengoreksi? Dikasih (timpuk) sendal kali ya? :D hihi

agamaitucandu's picture

@lola

Menurut kamu mana yang lebih susah, membaca PB atau membaca tanda-tanda jaman?

*jangan  terlalu serius jawabnya*

 

__________________

.

Lola's picture

Yg lebih susah itu membaca

Yg lebih susah itu membaca tulisan yg kasat mata ...  eh gak nyambung ya? :D hihi
Tapi bener kan ya soalnya kan katanya jangan serius jawabnya :D *maksa ah*

PlainBread's picture

@ Lola Blog Jebakan

Kayanya gue gak pernah jebak orang deh. Kalo orang terjebak dan menyalahkan gue, mereka kejebak sama mata mereka sendiri, bukan sama gue.

Kalo mau kritik silakan2 aja. Gue gak bakal bersikap defensif. Kalo salah ya gue ngaku salah, ga tau ya ga tau. Dikasih apa? Hehehe. Yang pasti gue gak bakal kasih ayat2 alkitab kalo lagi dikritik soal nulis pake bahasa inggris.

 

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

sandman's picture

si bodoh ikut-ikutan sok inggris...

Kami membutuhkan waktu satu jam hanya untuk masuk ke dalam kolam. Ia tetap menolak untuk melakukannya di tempat pertama. Bagaimana Anda ingin melakukan sesuatu tapi kemudian Anda menolak untuk melakukannya? Aku menggelengkan kepala beberapa kali. Aku merasa bahwa orang ini membawa definisi oxymoron ke tingkat yang baru.

Apa yang membuat dia akhirnya melakukan itu semua sebenarnya bukan gambaran yang bagus. Saya harus mendorongnya ke bagian dalam kolam renang ketika kami berdua berjalan mengelilingi kolam. Maaf, saya mengatakannya dalam hatiku. Aku bukan seorang guru yang baik. Aku mungkin bisa dipecat hanya dengan melakukan hal itu.

 Usaha kedua, aku bertanya baik-baik untuk melakukan sebuah lompatan kedalam kolam renang seperti bola meriam.  Anda tahu, melompat ke dalam air dan melentingkan  tubuh Anda turun dan akhirnya kembali ke atas. itu sekarang dia menggelengkan kepalanya.  Jadi, saya menawarkan sesuatu yang tidak biasanya. Aku bilang aku akan memegang tangannya dan membiarkan kita melakukan meriam bersama-sama, sehingga dengan itu ia tahu bahwa ia akan aman. Aku tahu dia tidak menginginkanya, tapi setidaknya dia berpikir.

Untuk menangani  orang dengan pengidap OCD, tidak ada cara yang dapat aku bisa lakukan untuk memaksanya untuk melakukan sesuatu. Duduk di kolam renang dan meminum coke , mudah-mudahan idenya muncul  dalam  kepalanya.

 

-------------------------------------------------------------------

Jika ada yang salah mohon maaf karena saya sok-sokan :P

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

billy chien's picture

@pb - oot mode on cc.smile

weleh weleh weleh....

kayaknya blog ini spesial buat gue deh...

PB, thanks buat julukannya "mahkluk langka" ....

jujur... gak ngerti ... pusing2....

@smile... terjemahin sisanya yah

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

agamaitucandu's picture

@BC: pake c.c. segala

WkwkwkwkWKWK

OOT is in da house oyeah

 

__________________

.

billy chien's picture

@aic- dengerin pak guru tuh

 aic, coba lu bisa nga... 

ntar pak guru marah loh....

 

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

billy chien's picture

@terjemahin yang komplit dong

Hari ini di tempat kerja, pekerjaan saya tampaknya mudah: untuk menemani klien untuk pergi berenang. Seorang klien yang telah OCD. Aku suka pergi berenang. Saya tahu kebanyakan orang. Setiap kali aku pergi berenang, itu selalu memberi saya bahwa saya feeeling am hidup.

Rupanya itu tidak mudah.

 

Aku tahu bahwa dia tidak tahu bagaimana untuk berenang. Tapi apa yang saya tidak tahu itu buruk. Mari saya begini: Dia bahkan tidak tahu bagaimana untuk tetap mengapung dalam air.

Yang membuat tidak mudah bagi saya adalah, dia mengatakan bukannya menyewa kolam instruktur untuk mengajarinya cara berenang, dia ingin aku untuk mengajarkan kepadanya. Aku spontan berkata, "Lalu aku harus membayar double untuk ini." Dia menatapku, mencoba melihat tanda-tanda keseriusan di atasnya. Aku sengaja memberinya senyum. Dia tertawa. Sekarang ia berpikir bahwa aku hanya bercanda. Sialan. Aku benar-benar bersungguh-sungguh ketika aku mengatakan itu.

Di kolam renang, dia menunjukkan dari bahwa ia tahu cara berenang ... dalam 4 kaki dalam kolam. OK. Itu awal yang bagus. Jadi aku bertanya kepadanya apa sebenarnya yang dia ingin aku untuk mengajarkan kepadanya hari ini. Dia berkata bahwa ia ingin berenang di sebuah kaki 6-10 dalam. Desahku.

 

Kami membutuhkan waktu satu jam hanya untuk masuk ke dalam kolam. Ia tetap menolak untuk melakukannya di tempat pertama. Bagaimana Anda ingin melakukan sesuatu tapi kemudian Anda menolak untuk melakukannya? Aku menggelengkan kepala beberapa kali. Aku merasa bahwa orang ini membawa definisi oxymoron ke tingkat yang baru.

Apa yang membuat dia akhirnya melakukan itu sebenarnya bukan gambar yang bagus. Saya harus mendorongnya ke bagian dalam ketika kami berdua berjalan mengelilingi kolam. Maaf, saya mengatakan bahwa dalam hatiku. Aku hanya tidak seorang guru yang baik. Aku mungkin bisa dipecat hanya dengan melakukan hal itu.

Usaha kedua, aku bertanya baik-baik untuk melakukan sebuah meriam. Kau tahu, melompat ke dalam air dan leting tubuh Anda turun dan akhirnya kembali ke atas. itu sekarang dia yang menggelengkan kepalanya. Jadi, saya menawarkan sesuatu yang tidak biasanya. Aku bilang aku akan memegang tangannya dan membiarkan kita melakukan meriam bersama-sama, sehingga dengan itu ia tahu bahwa ia akan aman. Aku tahu dia tidak membelinya, tapi setidaknya dia berpikir.

Untuk menangani dengan pengidap OCD, tidak ada cara aku bisa dapat memaksanya untuk melakukan sesuatu. Duduk di kolam renang dan minum coke saya, mudah-mudahan ide akan tenggelam di kepalanya.

Itu.

 

Akhirnya dia setuju, dengan satu syarat, bahwa aku tidak menarik tanganku melepas. Aku setuju. Awkard kesepakatan semacam itu, karena itu akan membuat kita terlihat sangat gay. Hei, jangan tersinggung untuk orang gay. Tapi apa pun akan dilakukan pada saat ini.

Jadi kami melakukannya.

 

Alasan saya telah dia lakukan meriam adalah mengajarinya août cara untuk bertahan. Dia menyadari bahwa tanpa ada upaya apapun, air mendorong tubuhnya dengan benar setelah itu tenggelam.

Sekarang bagian yang paling sulit. Untuk minta dia tetap bertahan tanpa harus melakukan bola meriam. Saya katakan padanya ini pada dasarnya sama. Dia akan tinggal mengapung persis seperti apa yang ia alami setelah melakukan meriam. Perbedaannya bukan tinggal diam di dalam air, tubuhnya akan mengapung di atas air dengan membiarkan itu melayang di sekitarnya.

Aku selalu ingat betapa sulitnya bagi saya ketika saya masih kecil, berusaha untuk tetap mengapung dalam air. Membawaku keseluruhan friggin 'hari dan sakit kepala yang besar dari kepala ibuku hanya untuk akhirnya mendapatkannya. Aku mengharapkan lebih buruk hari ini, karena orang-orang dengan OCD mempunyai kecemasan mereka sendiri, obssession dan paksaan. Duh! Itu sebabnya ini disebut obsesif kompulsif.

Satu-satunya hal yang saya lakukan adalah mendukung dia, satu tangan di bawah leher dan satu di bawah pantat. Tujuannya adalah untuk membuat tubuh santai, Lalu aku memintanya untuk meletakkan lengan dan bentuk bentuk T. Aku perlahan-lahan melepaskan pantatnya lalu telah dia terbiasa dengan itu. Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah melepaskan lehernya. Aku tahu kedengarannya mudah, tapi akhirnya tidak pernah mudah, terutama dengan dia.

Selama satu jam berikutnya aku mencoba menghitung berapa kali kami harus melakukan tugas sederhana. Itu 27. Sampai aku berhenti menghitung.

Lelah, aku bertanya baik-baik untuk merasa benar-benar bersantai. Jangan takut. Anda tidak akan tenggelam. Itu semua aku berkata kepadanya. Tapi tetap saja, dia tidak mendapatkannya.

Untuk membuat cerita pendek, ia akhirnya melakukannya, segera setelah matahari terbenam sekitar 6 sore. Mula-mula ia terus mengatakan bahwa ia tidak menyerah belum. Aku menatap matanya. Mencoba membiarkan mataku menceritakan, bahwa saya adalah orang yang sudah menyerah. Tidak berhasil. Mataku terlalu lelah untuk berbicara.

Apa yang membuat dia akhirnya melakukannya tepat setelah aku bersikap tegas, bertanya kepadanyastaccatoly-aku hanya mengarang-kata baru, "Tidak bisa. Kau. Hanya. Quit. Mencoba?" Lalu aku merasa dengan tangan yang berada di bawah leher dan pantat, bahwa tiba-tiba otot-otot tubuh rileks, seolah-olah ia sedang tidur. Dia berhasil. Dia akhirnya tinggal mengapung, setelah saya melepaskan tangan saya. Setelah seratus kali, atau jadi aku merasa, karena aku telah berhenti menghitung. Pada akhir hari, itu benar-benar diperhatikan off.

 

Apa yang kemudian tersandung dalam pikiran saya adalah, dia melakukannya setelah dia berhenti berusaha.

NB: thanks to google chrome 

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

smile's picture

BC : time to start

Bro,..masih semrawut,.....coba perhatikan bahasa hasil terjemahan,...masih terlihat janggal,...

Ga bisa main COPAS aja bro,...

Dan blog PB kali ini masih punya kadar inggris yang ringan,...boleh juga untuk belajar,..

Untuk yang mau tahu apa itu oxymoron bisa dibaca dibawah ini :

Oxymoron adalah sebuah istilah yang diturunkan dari dua kata Latin. Kata ini berasal dari dua kata, yaitu Oxy (artinya tajam) dan Moron (artinya tumpul). Pada kenyataannya,kata tajam adalah lawan kata dari tumpul. Jika kita memakai kata oxymoron berarti kita ingin menunjukkan keadaan/sifat yang bertentangan untuk satu subyek.

Oxymoron  menyatakan terjadinya kontradiksi.  sebagai contoh :
“include me out”

untuk Indonesia? saya pikir agak susah juga yah,...

 

 


*Penakluk sejati adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri*

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

Samuel Franklyn's picture

Smile: Jelas berantakan si billy kan nggak berkeringat

Jelas berantakan si billy kan nggak berkeringat melainkan cuma memanfaatkan fasilitas Google Translate. Makin kelihatan si billy ngomong mau belajar itu cuma omong kosong belaka. Mau belajar nggak mau capai. Omong kosong.

smile's picture

Pak SF dan Billy....

Pak SF...itulah, salahnya,..dikasih yang enak enak dulu jadi maunya enak mulu,..hihihi...jaman dulu saya sekolah mana ada translator seperti sekarang..sekalipun ada saya belum kenal internet,....hiks,..JAdi Billy, berkeringatlah dulu...baru nyampe tujuan,..oke,...hihihihi

and don'T FoRGeT to :

 

 


*Penakluk sejati adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri*

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

sandman's picture

aduh ...

lubangku berisi lagi...

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

PlainBread's picture

@All 'Ma Kasih

"Oh wow! Thank you so much. I just hope you know how much this grammy award means to me ... that we get to take this back to Nashville. Oh my God, our families are freaking out in their living rooms. My dad and my little brother are losing their minds in the living room right now. This is for my dad, thank you for all those times that you said I could do whatever I wanted to do with my life."

Thank you buat semua yang komen dan baca, yang mau kritik juga boleh2, dipersilakan. Yang terjemahin ke bahasa Indonesia juga, thank you.  :) 

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God