Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hukum Taurat dan Hukum Kasih

rogermixtin09's picture

HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH

 

10 PERINTAH TUHAN

Dalam Alkitab perjanjian lama Tuhan Allah memberikan hukum taurat kepada Musa digunung Sinai sebagai penuntun umat Israel dalam menjalani kehidupan mereka. Hal ini dapat kita baca dalam kitab Keluaran mulai dari pasal 19. Isi hukum taurat yang utama adalah 10 perintah Tuhan yang ditulis diatas 2 loh batu.

Secara garis besar maka sepuluh perintah di bagi menjadi 2 bagian yaitu bagian pertama hukum pertama dan keempat yang mengajarkan kepada bangsa Israel bagaimana hubungan yang benar antara manusia dan Tuhan, dan bagian kedua hukum kelima dan kesepuluh adalah bagaimana hubungan antara manusia dan sesamanya.

Hukum hukum lainya

Untuk mengatur praktek kehidupan sehari-hari bangsa Israel, Tuhan menambahkan peraturan-peraturan hukum taurat yang berhubungan langsung dengan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat kita baca dalam kitab Keluaran pasal 21 sampai pasal 23. Serta menambahkan Peraturan hukum tata ibadah dan peraturan hukum lainya yang berhubungan dengan kekudusan umat Israel sebagai umat Tuhan. Hal ini dapat dibaca di keseluruhan kitab Imamat.

Sebelum memasuki tanah Kanaan, Musa kembali mengulang membacakan semua hukum-hukum tersebut dengan ajakan untuk mempelajari dan setia menjalankan hukum-hukum tersebut.

Ulangan 12:1 "Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi.

Hukum Kasih

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Markus 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Disamping kedua hukum diatas, Pada saat Tuhan Yesus berada didunia ini, Dia mengajarkan banyak hal yang kelihatanya bertentangan dengan hukum taurat dan oleh karena itu Dia harus berhadapan dengan ahli-ahli taurat dan mati dikayu salib.

 

Ajaran-ajaran itu dapat anda baca disini

 

Benarkah Tuhan Yesus yang mengajarkan ajaran-ajaran-NYA berdasarkan petunjuk dari Dia yang mengutus-NYA bisa melanggar ajaran taurat? Tidak mungkin!

Bukankah Dia yang mengutus-NYA adalah Pribadi yang sama yang telah memberikan hukum taurat itu kepada Musa? Benar sekali!

Yohanes 7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

 

Berdasarkan keyakinan diatas maka kita coba menyelidiki Alkitab dan kita menemukan kenyataan bahwa Yesus tidak pernah melanggar hukum taurat.

 

Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Matius 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Perkataan Yesus pada ayat diatas sangat jelas bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum taurat melainkan untuk menggenapinya. Hukum kasih yang diajarkan-NYA sama sekali tidak bertentangan dengan hukum taurat karena pada dasarnya isinya adalah sama yaitu 10 perintah Tuhan. Hukum pertama yang mewajibkan kita untuk mengasihi Tuhan Allah adalah perintah hukum pertama sampai keempat pada hukum taurat, dan hukum kedua yaitu kasihilah sesamamu manusia adalah perintah hukum kelima dan keenam pada hukum taurat.

 

Apa yang diajarkan Tuhan Yesus sama sekali tidak bertentangan dengan Hukum taurat karena tidak ada satupun dari 10 perintah Tuhan yang dilanggar. Perintah ke empat mengenai hari sabat sama sekali tidak dihilangkan. Orang Kristen tetap diwajibkan untuk memelihara hari sabat, dan itu memang tetap kita lakukan sampai hari ini. ada sebagian kecil orang Kristen yang menyatakan bahwa hari sabat adalah hari sabtu bukan hari minggu, sehingga menurut mereka merayakan sabat pada hari minggu adalah melanggar 10 perintah Tuhan. Mereka berdalih bahwa tanggal bisa dirubah tetapi hari tidak bisa dirubah. Dari dulu sampai sekarang setelah hari ke satu maka berlanjut hari ke dua dan seterusnya kembali lagi ke hari ke satu. Kita akan buktikan bahwa sebenarnya argument itu tidak tepat.

 

Hari Tuhan

(Waktu matahari)

 

Hari kalender Yahudi

(Waktu imajinasi)

Hari kalender masehi

(Waktu imajinasi)

hari ke 1

hari ke 2

hari ke 3

hari ke 4

hari ke 5

hari ke 6

hari ke 7

yom rishon

yom sheni

yom shlishi

yom revii

yom chamishi

yom shishi

yom shabbat

Minggu

senin

selasa

rabu

kamis

jumat

sabtu

 

1 hari kalender Yahudi adalah dari matahari terbenam sampai matahari terbenam.

1 hari kalender Masehi adalah dari pkl 00:00 tengah malam sampai pkl 24:00 tengah malam. = 24 jam

Ini adalah perhitungan waktu kalender menggunakan satuan waktu MEAN TIME atau waktu imajinasi,bukan perhitungan waktu yang sesungguhnya.

Perhitungan waktu yang sesungguhnya adalah SOLAR TIME

( waktu matahari ) inilah waktunya Tuhan.

 

1 hari mean time = 24 jam sedangkan waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi matahari sesungguhnya adalah 23 jam 52 menit. Dengan demikian hari kalender baik kalender Yahudi maupun kalender Masehi tidak akan pernah sama dengan hari Tuhan.

 

Bulatan bumi = 360° lingkaran, dihitung dari kota Greenwich di Inggris sebagai 0°. kearah barat 180° dan kearah timur 180°

 

1´ lingkaran = 0,066 detik waktu.

1° lingkaran = 4 menit waktu

15° lingkaran = 1 jam waktu

360° lingkaran = 24 jam waktu = 1 hari waktu.

 

Inilah waktu imajinasi (Mean Time). Karena perhitungannya mulai dari kota Greenwich, maka disebut GMT (Greenwich mean time), atau UTC (Universal time coordinated)

 

1´ lingkaran = 1852 m

 

Gereja GMIM Exodus berada pada posisi 124° 55´ BT. maka perbedaan waktu adalah = 8 jam 19 menit 3 detik waktu.

Apabila saya berjalan dari gereja tersebut ke tempat lain dengan jarak lebih dari 2 km maka saya akan tiba pada zona waktu yang berbeda, Itulah perbedaan waktu.

Dengan demikian setiap tempat dibumi akan ada perbedaan waktu walau sekecil apapun jaraknya. Untuk menyelaraskan waktu maka setiap Negara menentukan sendiri waktu setempat (LOCAL MEAN TIME). Di Indonesia kita mengenal 3 local mean time yaitu waktu Indonesia bagian barat WIB, waktu Indonesia tengah WITA Dan waktu Indonesia timur WIT.

 

Hari sabat di Yerusalem tidak sama dengan hari sabat di manado karena ada perbedaan waktu kurang lebih 5 jam. Panjangnya waktu matahari di Indonesia pada musim panas berbeda dengan panjangnya waktu matahari di Israel.

Apabila di Indonesia matahari terbit pada pkl 06:00 dan tenggelam pada pkl 18:00, maka pada tgl dan hari yang sama di Israel matahari terbit pada pkl 05:30 dan tenggelam pada pkl 18:30. Hal ini terjadi karena matahari berada di lingkaran balik mengkara atau Vernal Equinox.

Dalam kalender Yahudi 1 hari dimulai dari matahari tenggelam hingga matahari tenggelam keesokannya. Apabila hari sabtu dalam kalender Masehi adalah hari sabat, maka justru orang advent telah melanggar sabat selama hidupnya menjadi advent, Karena mereka merayakan sabat 6 jam pada hari jumat dan 18 jam pada hari sabtu.

Apapun dalil yang dikemukakan untuk menyatakan bahwa sabat harus hari sabtu, sehingga merayakan sabat pada hari yang lain adalah melanggar 10 perintah Tuhan adalah tidak tepat.

Sepuluh Perintah Allah hanya menyatakan bahwa kita harus memelihara satu hari dalam setiap minggu sebagai hari sabat, namun tidak menentukan hari tersebut sebagai harus hari sabtu. karena Tuhan maha tahu, Ia tahu apabila Dia menetapkan 1 hari secara spesifik misalnya harus hari sabtu, maka manusia akan selalu melanggarnya, karena 1 hari waktu Tuhan (waktu matahari) tidak sama dengan 1 hari waktu manusia (waktu imajinasi) Itulah sebabnya Tuhan hanya mewajibkan kita memelihara 1 hari dalam setiap minggu untuk kita beristirahat dan beribadah kepada-NYA

Tuhan sungguh adil dan bijaksana sehingga Dia berkata melalui Paulus:

Kolose 2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Roma 14:4-5 “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri”

Tuhan Yesus tidak pernah meniadakan sabat, sebab yang di amandemen hanyalah peraturan pelaksanaanya yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman, bahkan para ahli taurat telah menambahkan begitu banyak larangan yang tidak dibolehkan untuk dilakukan pada hari sabat padahal larangan-larangan itu tidak masuk akal karena tanpa sadar mereka sendiri melanggarnya ketika melakukan sunat. Bahkan raja Daud pernah melanggar aturan sabat dan tata ibadah demi dirinya dan pengikutnya yang kelaparan.

 

Yohanes 7:23 Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat.

 

Markus 2:25-28 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,

26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu—yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam—dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya

27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

 

Markus 3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.

 

Peraturan-peraturan tentang makanan dan lainya yang dirubah oleh Tuhan Yesus adalah peraturan-peraturan yang tingkatanya dibawah 10 perintah Tuhan jadi sama sekali tidak melanggar hukum taurat.

 

Peraturan-peraturan tambahan pada hukum taurat adalah untuk mengatur kehidupan sehari-hari bangsa Israel. Dan peraturan-peraturan itu sama sekali tidak lengkap dan tidak dapat mengakomodir segala kebutuhan peraturan untuk bangsa Israel sendiri, dan untuk seluruh bangsa di dunia yang berbeda bahasa, budaya, Geografis dan cara hidup, yang harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman dialam sekitar lingkungan hidup masing-masing bangsa tersebut. Anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi dengan dunia ini kalau kita hidup hanya dengan berpedoman pada peraturan-peraturan tambahan pada hukum taurat yang ada di Kitab Keluaran dan Imamat. Pada jaman hukum taurat diberikan digunung Sinai sampai Yesus datang kedunia, orang Israel bepergian jalan kaki atau naik onta. Belum ada mobil,media cetak dan elektronik dan lain sebagainya. Apakah aturan-aturan yang ada tersebut dapat mengakomodir kebutuhan peraturan didalam dunia yang terus berkembang ini?

 

Contohnya; di Indonesia saja undang-undang dasar kita sudah berapa kali di amandemen karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman. Apalagi peraturan perundang-undangan dibawah UUD 45 yang sebentar-sebentar dinyatakan tidak berlaku lagi dan diganti dengan UU baru.

 

Indonesia adalah bangsa yang sangat cocok sebagai analogi karena kita memiliki Pancasila sebagai dasar Negara kita yang tercantum dalam pembukaan UUD 45. Peraturan perundang-undangan yang biasa kita sebut undang-undang (UU), bisa diganti dengan UU yang baru asalkan UU itu tidak bertentangan dengan UUD 45. UUD 45 masih bisa diamandemen asalkan tidak bertentangan dengan Pancasila.

 

Untuk membuat ataupun mengganti peraturan setingkat UU harus mendapatkan persetujuan dewan perwakilan rakyat (DPR). Sedangkan untuk mengamandemen UUD 45 harus melalui perwakilan yang lebih tinggi yaitu majelis permusyawaratan rakyat (MPR).

 

Apabila anda bertanya apa haknya Yesus merubah hukum-hukum itu dan siapa yang memberikan-NYA otoritas untuk melakukan itu ? maka jawabnya sangat jelas.

 

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Yohanes 5:19-20

 

Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

 

Dengan demikian sangat jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan yesus justru adalah sebuah hal yang sungguh sangat baik. Karena Yesus tahu bahwa dunia akan mengalami kemajuan dan membutuhkan banyak peraturan-peraturan baru, dan peraturan tambahan dalam hukum taurat tidak bisa mengakomodir semua itu. Itulah sebabnya Yesus memberikan contoh dengan mengamandemen ayat-ayat dalam pasal empat yang menyangkut hukum sabat, dan mengganti hukum makanan haram dll, yang tidak bertentangan dengan 10 perintah Tuhan. Dia adalah benar-benar Tuhan Terpujilah Dia dari kekal sampai kekal.

 

 

 

 

Amin.