Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Totalitas penyertaan Tuhan

victorc's picture
Totalitas penyertaan Tuhan

Acara: khotbah awal tahun, 1 Januari 2020
Waktu : jam 7:00
Tema khotbah: Totalitas penyertaan Tuhan dan Mengalami Immanuel

Nats: Mat. 1:23
  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.

Shalom bapak ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus,  selamat memasuki awal tahun 2020

Tema kita di awal tahun 2020 ini adalah mengenai totalitas penyertaan Allah melalui Yesus. 


Mari kita mulai dengan fakta bahwa penyunatan Yesus pada usia 8 hari tersebut menyatakan bahwa Yesus dibesarkan menurut peraturan agama Yahudi. Bahkan seorang Rabi Yahudi, Daniel Boyarin, mengatakan bahwa Yesus juga selama hidupnya menjaga makananNya "kosher," artinya tidak melanggar taurat. Namun justru dalam ketaatan pada taurat itulah Dia menggenapi taurat tsb.

Dalam bacaan kita tadi,  Lukas 2:21:

Lukas 2:21 (TB)  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Hal ini adalah penggenapan dari Matius 1:21.

Dengan demikian Yesus menggenapi semua peraturan Taurat, namun tidak hanya itu. Ia juga melampauinya.
Lalu apa maknanya nama Yesus tersebut?

***


Makna nama Yesus (3)

Bagi kita, umat pengikut Kristus, nama “Yesus” merupakan nama yang sudah menjadi bagian dari hidup kita. Lebih daripada itu, nama tersebut pun dikenal oleh mereka yang berbeda keyakinan dengan kita.
Akan terasa aneh jika kita tidak kenal nama tersebut. Namun, baik para pengikut Yesus maupun bukan pengikut-Nya, mungkin tidak mengetahui arti nama “Yesus.”

Ketika Malaikat Gabriel menyampaikan khabar gembira kepada Bunda Maria, Ia menyebut nama itu. Kata Malaikat, “Hendaklah Engkau menamai anak itu ‘Yesus’ (Lukas 1: 31).

Nama itu menandakan kodrat Siapa Dia dan untuk apa Ia diutus. Namun, apa sih arti nama itu? Inilah arti nama “Yesus” yang jarang diketahui orang.
Nama “Yesus” berasal dari kata bahasa Ibrani “Yehoshua.” Kata itu memiliki dua unsur penting.

Pertama, prefiks “Yeho” adalah singkatan dari tetragrammaton, ke empat huruf nama Allah “YHWH.” Arti dari keempat huruf itu adalah “I will be there for you,” kalau diterjemahkan secara harafiah “Aku akan ada di sana untukmu.”

Unsur kedua kata “Yehoshua” adalah bentuk kata kerja bahasa Ibrani “Yasha” yang artinya membebaskan, menyelamatkan, atau menolong. Dari kedua unsur tersebut, secara tata bahasa, nama “Yehoshua-Yeshua-Yesus” mewayuhkan ide bahwa Allah (YHWH) membebaskan atau menyelamatkan melalui Mesias, yang membawa nama Allah.
Mesias itulah Yesus. Ia diutus untuk menebus dosa manusia. Kata penginjil tidak seorangpun memiliki kuasa “mengampuni dosa selain Allah sendiri” (Mrk 2:7).

Maka Allah sendirilah yang “akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21) dalam Yesus, Putera-Nya yang abadi yang telah menjadi manusia. Menurut Injil Matius 1: 21 tersebut, nama “Yeshua” adalah nama yang diberikan oleh Allah. (3)

Illustrasi 1:  tugas mencari Mesias modern bagi umat Israel. Nubuat Rabbi Kaduri (alm) tentang Yehoshua sebagai Mesias. (4)

***


Makna Immanuel (2)

Bapak ibu terkasih, mungkin di awal tahun 2020 ini sebagian kita berpikir dengan sedikit was-was, apa yang bakal terjadi tahun ini? Lebih banyak gempa? Atau resesi ekonomi? Atau kekacauan dan perang?
Meski hal hal buruk bisa saja terjadi, namun toh kita mesti yakin bahwa Tuhan senantiasa beserta kita.
Mari kita renungkan makna nama Yesus yang juga disebut sang Immanuel.

Beberapa bulan lalu, saya mengikuti acara doa pagi dan bahan diskusi kami kemarin adalah mengenai Mat. 1:23 mengenai Immanuel. (Saya bersyukur bahwa melalui doa pagi dan doa sore, iman saya kian dikuatkan. Mari kita berpartisipasi bagi yang tergerak.)

Pengertian Immanuel ada 4 hal:
- Allah yang Ada
- Allah yang hadir dalam hidup kita
- Allah yang menyertai kita
- Allah yang aktif bertindak dan menyapa kita

Betapa hebatnya janji Tuhan. Sesungguhnya ada banyak keyakinan yang menyatakan bahwa Tuhan ada namun begitu jauh dan kurang peduli.
Padahal sebenarnya kita seperti berenang di dalam lautan Tuhan. Perhatikan kotbah Paulus di Areopagus, Athena:

Kisah Para Rasul 17:28
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Allah kita bukan Allah yang jauh.  Allah kita begitu dekat dengan kita. Dia adalah "Imanuel," Allah yang senantiasa hadir dalam hidup kita.

Allah kita bukan Allah yang pasif atau hanya sebagai penonton di tengah pentas dunia ini. Allah kita bukan hanya Allah yang mengawasi atau melihat saja dari jauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Allah kita hadir dan ikut campur tangan dalam setiap aspek hidup kita. Kehadiran Allah kita sebagai Allah Imanuel sangatlah indah dan memiliki makna yang dalam dalam hidup kita. 

Ilustrasi 2
Juergen Moltmann, salah seorang pelopor theologia pengharapan menceritakan dalam kisahnya Experiencing with God. Sewaktu dalam peperangan dalam perang dunia II ia ikut berperang demi negaranya yaitu Jerman. Ia tertangkap lalu dijadikan tawanan. Ia hanya membawa dua buku ke medan pertempuran, sajak-sajak Goethe dan karya Nietzche. Tetapi seorang pendeta penjara memberinya Perjanjian Baru dengan tambahan Mazmur. "Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau." Moltmann sang tawanan membaca. Mungkinkah Tuhan hadir di malam yang gelap itu? " Ia menjadi yakin bahwa "Tuhan hadir, bahkan di belakang kawat berduri....."
Moltmann menemukan sesuatu yang baru yaitu pengharapan, kehadiran Tuhan di tengah penderitaan yang memancar di tengah penderitaan. 

Allah kita bukanlah Allah yang jauh. Saat kita jauh Tuhan bukan menjauh, justru Tuhan yang sudah dekat itu akan semakin mendekati kita. Immanuel adalah Allah yang hadir di setiap tarikan nafas kita, di setiap langkah yang kita ambil, di setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun-tahun yang kita jalani. Dia hadir dan ada saat bahkan kita tidak menyadarinya. Mari, kita terus hidup dengan suatu kesadaran “Immanuel” : Tuhan beserta kita saat ini dan di sini.

Penutup
Jika kita sadar akan hal ini, mungkin akan lebih mudah kita belajar berkomunikasi dengan Tuhan. Maukah Anda berkomunikasi secara akrab dengan Tuhan?

Sebagai penutup, mungkin ada di antara Bapak Ibu yang bertanya: kabarnya kiamat makin dekat ya, apa yang harus kami lakukan?

Pertama-tama, pagi ini saya diingatkan oleh Roh Kudus bahwa ada 2 hal yang Tuhan Yesus akan tanyakan kelak saat Dia datang sebagai Raja dan Hakim dalam Pengadilan Terakhir:
a. Apakah engkau sudah belajar mengasihi?
b. Aku telah berikan nyawaKu bagimu, apa yang kau berikan bagiKu?

Jadi bersiaplah bagaimana Anda menjawab kedua pertanyaan tersebut.
Selanjutnya, belajarlah untuk mulai peka akan pimpinan Roh Yesus setiap hari. (1)
Karena Bapa ingin semua anak-anakNya hidup kudus dan bergaul karib dengan Dia, seperti Henokh, Nuh, Abraham, Musa, Daud dan para pahlawan iman lainnya. Maukah Anda hidup bergaul karib dan berkenan pada Bapa?
Mintalah pengampunanNya dan mintalah agar Dia menyapa Anda.

Dan yang terakhir, mulailah rajin memberitakan kabar baik, karena itulah tabungan Anda di surga kelak. Bukankah hal yang membahagiakan jika nanti banyak orang berterimakasih kepada Anda?
Belajarlah dari percakapan Yesus dengan Nikodemus dan perempuan Samaria, Yoh. 3-4. Yesus selalu memulai dengan pertanyaan sederhana, sampai Ia dapat menjawab pergumulan dan persoalan essensial orang tersebut.
Saya kira itulah cara yang tepat: menjawab kebutuhan.

Mesti memperhatikan problem mendasar umat manusia pasca pembuangan  Eden:
- keluar dari Eden, berarti hidup lebih berat,
- terputus dari Tuhan, buntu akal,
- konflik dengan sesama dan lingkungan,
- keserakahan, kesombongan/egoisme
- kekosongan spiritual / haus akan kasih (Blaise Pascal).

Pada akhirnya pemberitaan kabar baik mesti mulai dari sukacita akan kebesaran Allah. Akan Immanuel yang datang untuk menyertai kita semua.

Matius 13:44 (TB) 
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Sudahkah Anda menemukan mutiara tersebut? Tuhan menyertai bapak ibu sekalian.

“Every man should be born again on the first day of January. Start with a fresh page.” – Henry Ward Beecher

Selamat memulai tahun baru 2020. Immanuel.

Amin

---

Sebagai penutup, mari kita dengarkan lagu berikut, dan bapak ibu boleh ikut menyanyikan bersama:

Waktu Tuhan
(NDC worship)

Verse:
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktuMu
Ku percaya kuasaMu
Memulihkan hidupku

Chorus:
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah di mengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya
Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Verse:
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktuMu
Ku percaya kuasaMu
Memulihkan hidupku

Chorus:
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah di mengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya

Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah di mengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya

Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah di mengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya

Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Lewati cobaan, ku tetap percaya

Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Version 1.0: 19 mei 2019, pk. 8:49
Version 1.1: 21 desember 2019, pk. 5:02
Version 1.2: 22 desember 2019, pk. 15:11
Version 1.3: 23 desember 2019, pk. 9:11
Version 1.4: 27 desember 2019, pk. 18:38
Version 1.5: 29 desember 2019, pk. 14:00

Bacaan:
(1) Cindy Jacobs. The voice of God. Light Publisher, 2018.
(2) https://inspirroni.blogspot.com/2010/12/imanuel-makna-kehadiran-allah.html?m=1
(3) https://amorpost.com/inilah-arti-nama-yesus-yang-jarang-diketahui-orang/
(4) Rabbi Kaduri menunjukkan siapa Messias sebenarnya. URL: http://www.yeshuahamashiach.org/Kaduri_names_Messiah.htm

    

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.