Submitted by paulwekwek on

 

Sorry ga kenal...

 

 

 

 

 

 

 

Seandainya engkau bukan bapaku, dan bukan ibuku, anak siapa aku?

Seandainya engkau bukan bapaku, dan bukan ibuku, apa aku kristen?

Seandainya engkau bukan bapaku, dan bukan ibuku, aku ada dimana?

Seandainya engkau bukan bapaku, dan bukan ibuku, siapa saudaraku?

 

Kata-Mu itu anugerah

Kata-Mu itu Adil

Kata-Mu itu KASIH

itukah sebabnya hanya yang terpilih?

 

Jika kutahu ku tak dapat anugrah, siapa Engkau bagiku?

Jika kutahu Engkau tidak mengenalku, adilkah bagiku?

Jika kutahu lembah kelam menantiku, itukah KASIH?

Jika kutahu namaku tak Kau sebut, dengan apa kumenyebut-Mu?

 

TUhan, masih perlukah kumenyebut itu?

Bapa, hanya anak-anak-Mu yang menyebutnya.

Allah, tetap saja Engkau tidak mengenalku.

 

Seandainya aku yang memilih, dimana Kuasa-Mu?

Seandainya aku yang menentukan, Engkau bukan Tuhan.

Ah itu tidak mungkin, itu salah.

 

Yang kutahu  aku tidak tahu namun Kau tahu.  

 

 

Matius 7:22-23

 11'06'10

 

 

Submitted by smile on Fri, 2010-06-11 12:35
Permalink

(T)uhan itu Luas dan besar.... satu kata yang bisa menjadikan bejuta juta kata terangkai menjadi apapun itu.

(T)uhan.....ajaib....

(T)uhan....itu luar biasa....unik...

(T)uhan itu bagiku, (T)uhan...dengan huruf TSincerely,

smile





*Penakluk sejati adalah orang yang bisa menaklukkan dirinya sendiri*

 

Nice poetry bro,......

 

 

Submitted by paulwekwek on Fri, 2010-06-11 17:00

In reply to by smile

Permalink

 Poetry ini tak sebagus poetry2 mu bro.. ^_^

gw lagi iseng merenung berandai2 dan akhirnya bingung stengah mati..

misalnya jika gw tahu gw tidak terpilih atau tidak mendapat anugerah keselamatan lantas mw bagaimana? haha..

 

 

Submitted by paulwekwek on Fri, 2010-06-11 17:57

In reply to by joli

Permalink

 hi paulwekwek, Joli juga suka bingung sendiri bila berandai-andai 


 

ke-tahu-an ku tidak mempengaruhi ke-Tuhan-an NYa

 

 

ke-tidaktahu-an ku jua tidak mempengaruhi ke-Tuhan-an NYA

 

 

 

 

Mba Joli saya pikir kalimat yang saya Bold diatas terucap dalam posisi ketidaktahuan, sebab TAHU yang saya maksud adalah kepastian tentang Keselamatan. Itu sebabnya saya bilang seandainya Mba Joli TAHU bhwa Mba tidak dapat anugerah. KIra-kira pengaruh ngga ke-TUhan-an Nya dalam diri Mba Joli? Sebab kalau itu terjadi dalam diri saya, mnurut saya   ke-TUhan-an Nya akan berubah dimata saya. 

 

Mari beranda-andai lagi.. 

?

? 

 

 

 

Submitted by joli on Fri, 2010-06-11 18:05

In reply to by paulwekwek

Permalink

Paulwek-wek:Mba Joli saya pikir kalimat yang saya Bold diatas terucap dalam posisi ketidaktahuan, sebab TAHU yang saya maksud adalah kepastian tentang Keselamatan. Itu sebabnya saya bilang seandainya Mba Joli TAHU bhwa Mba tidak dapat anugerah. KIra-kira pengaruh ngga ke-TUhan-an Nya dalam diri Mba Joli? Sebab kalau itu terjadi dalam diri saya, mnurut saya   ke-TUhan-an Nya akan berubah dimata saya.

menurut Paulwekwek, maksud kata TAHU adalah kepastian keslamatan, Ok.  Sekarang Joli tanya dulu ah, apa arti kata  Tuhan dalam ke-Tuhan-an nya kalimat paulwekwek diatas? supaya berandai-andainya nyambung, karena bisa jadi ke-Tuhan-an nya kita beda ;)

Submitted by paulwekwek on Fri, 2010-06-11 18:15

In reply to by joli

Permalink

Kata-Mu itu anugerah
Kata-Mu itu Adil
Kata-Mu itu KASIH
itukah sebabnya hanya yang terpilih?
 
Jika kutahu ku tak dapat anugrah, siapa Engkau bagiku?
Jika kutahu Engkau tidak mengenalku, adilkah bagiku?
Jika kutahu lembah kelam menantiku, itukah KASIH?
Jika kutahu namaku tak Kau sebut, dengan apa kumenyebut-Mu?
 
Mungkin juga beda kali ya?

 

 

 

Submitted by joli on Fri, 2010-06-11 18:24

In reply to by paulwekwek

Permalink

ha..ha..

tuhan dalam pikiran-ku adalah tuhan, dia tidak mempengaruhi keTuhananNYA.

gitu loh paulwekwek, tuhan-ku pasti tidak sama dengan tuhanmu.

gak pa-pa bingung, memang ada banyak jalan untuk bingung namun ada satu Jalan yang benar. bila Jalan itu berkenan mendatangimu, itulah anugerah.

Submitted by paulwekwek on Fri, 2010-06-11 18:57

In reply to by joli

Permalink

 Saya kan dah kasih gambaran KeTuhan-anNya dari puisi diatas.. Nah giliran Mba Joli donk nunjukin KeTuhan-an mnurut Mba Joli itu bagaimana? Moso KeTuhanan-Nya cuma tuhan bgitu saja? Mba Joli ga fair tuh!!!  Ato kayaknya Andai-andainya Mba Joli deh yang beda dari Andai-andainya Paulwekwek..

KTuhanan mnurut Pww dari puisi kira2 bgini Mba :

Tuhan yang memberi anugerah, tentu saja Tuhan penuh Kasih dan Adil, tapi Tuhan yang berhak Memilih siapa yang berhak dapat anugerah. Dan Kalau misalnya Paulwekwek yang berhak memilih atau menentukan Keselamatan/anugrah itu berarti Paul wekwek yang jadi "tuhan".. 

nah tiba2 paulwekwek berandai2 nih ceritanya, seandainya pww TAHU siapa saja yang terpilih dan ternyata pww tidak terpilih alias tidak dapat anugerah. Bukankah saat itu juga KeTuhanan mnurut Pww akan berubah?Kenapa Berubah?  Karena pww tahu pww tidak bisa mengubah kenyataan yakni tidak akan selamat, karena Pww tahu Tuhan tidak bisa disogok, dijilat. 

Namun sejauh2nya berandai2 untuk TAHU namun tetap saja tidak tahu..

gito lohhh Mba Joli...

Submitted by smile on Fri, 2010-06-11 17:07
Permalink

Gue juga suka dengar rohana, rohaye, ama rohali......wakakakaka.....

 

 

Sincerely,

smile





*Penakluk sejati adalah orang yang bisa menaklukkan dirinya sendiri*