Submitted by Josua Manurung on

KETIKA AIR MATA SUDAH HABIS

 

Ketika air mata sudah habis...

kau merasa sendiri...

tidak tahu mau kemana...

sendiri...

di tengah keramaian jalan raya...

di hiruk-pikuk pedagang kaki lima

di suara-suara erangan manusia

yang tak terdengar...

ketika melawan hebatnya derita dunia...

terlukis dalam guratan wajah...

terlukis dalam mata sayu 

kuyu... kehilangan sinarnya...

 

Lalu kau pikir...

mengapa kita tak menyerah saja...

tertunduk lesu hadapi semua masalah...

yang tak kunjung berakhir...

dari satu masalah ke lain masalah...

kapan selesainya TUHAN...

lalu kau pikir...

lebih baik ada bersama TUHAN sekarang...

bertemu muka dengan Muka

betapa indahnya....

 

Ahh... bukankah pangkuan-Nya selalu ada...

bukankah Ia selalu mendekap hangat

dalam setiap doa dari lubuk terdalam kita...

Bapa mengerti.... Bapa peduli...

biarkan iblis mencobai kita dengan tipu-dayanya

tapi Bapa akan selalu ada di sana...

bukankah TUHAN ALLAH yang membangunkan kita

setiap pagi...

Bukankah TUHAN ALLAH yang mengijinkan kita

untuk menghirup udara segar pertama pagi hari

bukankah TUHAN ALLAH yang membuka mata kita

dengan candaan sinar matahari pagi...

TUHAN ADA DI SISIMU....

MALAIKAT2-NYA MENJAGAMU...

TUHAN ADA.... 

JANGAN TAKUT... JANGAN RAGU...

HARI INI TUHAN ALLAH BERKATI!

SAMPAI SELAMA-LAMANYA!

TUHAN ALLAH MENCUKUPKAN...

mari melangkah maju bersama-Nya...

 

lalu kau berkata...

itu aku sudah tahu...

bagaimana caranya...

mengatasi penderitaan...

yang semakin lama semakin berat...

dan tak tertanggungkan katamu...

 

katamu kau sudah berdoa...

berdoa yang seperti apa? 

kataku...

 

katamu kau sudah pergi ke Gereja...

bertemu dengan siapa di Gereja?

kataku...

 

katamu kau sudah pelayanan terus-terusan...

melayani siapa jika musuhmu saja tidak terampunkan...

 

katamu aku sudah memuji TUHAN siang dan malam...

mulutmu memuji tapi hatimu jauh dari-Nya buat apa... 

 

baiklah aku menyerah katamu....

bagaimana ini...

TUHAN ALLAH tetap diam saja...

DIA tidak dan belum berbuat apa-apa sampai sekarang...

lalu aku berdiri tegak...

diantara saudaraku yang letih lesu

dan berbeban berat...

 

TUHAN adalah Pendengar yang baik...

ketika kau terus-menerus mengeluh dan mengaduh...

DIA tetap mendengarkan...

lalu kau berteriak-teriak dan meronta-ronta...

minta ampun akan dosamu... dan kesalahanmu...

DIA tetap mendengarkan...

lalu kau menangis .. berdoa semalam suntuk...

lalu kau berpuasa... menyiksa diri dengan hebatnya...

DIA tetap mendengarkan...

lalu kau ikut KKR... kau dengarkan khotbah yang dashyat...

semangat korek apimu menyala....

lalu padam lagi atau menjadi bara...

DIA tetap mendengarkan... 

lalu kau ke Gereja dan pelayanan...

kau pikir dengan begitu Hati TUHAN akan tawar kepadamu...

DIA tetap mendengarkan hatimu...

lalu kau beri perpuluhan berjuta-juta banyaknya...

kau bangun Gereja di sana dan sini....

kau pikir... TUHAN ALLAH pasti mengabulkan keinginanmu...

DIA tetap mendengarkan...

lalu kau terdiam....

lama sekali...

....................................................................................................................

apalagi yang harus aku lakukan...

untuk menyenangkan Hati Bapa...

ternyata TUHAN melihat hatimu...

 

syukurilah keadaanmu sekarang...

baik kelebihan ataupun kekurangan...

nikmati penderitaanmu...

pikul salibmu tanpa bertanya-tanya....

hati yang bersyukur...

akan membuat hati menjadi gembira....

hati yang gembira adalah obat kehidupan....

walaupun di meja makan hanya ada tempe...

walaupun di meja makan hanya ada garam dan kecap dan kerupuk...

walaupun hutang ada di mana-mana...

walaupun masalah keluarga tak kunjung selesai...

walaupun pekerjaan menumpuk di kantor...

walaupun pertengkaran rumah tangga sering terjadi...

walaupun cemoohan dan cibiran orang sering terjadi...

apa salahnya hati kita gembira...

apa salahnya kita duduk, diam dan tenang...

berbicara dengan Bapa......

lalu kau akan tersenyum...

karena kau tahu rencana-Nya indah pada waktu-Nya

PADA WAKTU-NYA bukan pada waktu mu...

 

 

Ketika air mata sudah habis...

kau merasa sendiri...

tidak tahu mau kemana...

sendiri...

di tengah keramaian jalan raya...

di hiruk-pikuk pedagang kaki lima

di suara-suara erangan manusia

yang tak terdengar...

ketika melawan hebatnya derita dunia...

terlukis dalam guratan wajah...

terlukis dalam mata sayu 

kuyu... kehilangan sinarnya...

kau tahu kau tidak sendiri...

ALLAH BAPA hadir di sampingmu...

ROH KUDUS-NYA menghiburmu...

ucapkan syukur... naikkan pujian...

hati yang gembira adalah obat...

menangislah jika ingin menangis...

merontalah jika ingin meronta...

berteriaklah sekuatnya sampai ke pintu surga...

setelah itu...

DIAMLAH DAN TENANGLAH...

karena TUHAN ALLAH melihat hatimu...

DIA ada di dalam hatimu...

selalu...

 

hari ini TUHAN berkati...

hari ini TUHAN mencukupi...

TUHAN KUASA!

ATAS SEGALANYA!

 

BIG GBU!

jm29082008.1917.