Submitted by hiskia22 on

Pelajaran dari Yusuf ( Matius 1 : 18 - 25 )

1. tidak pernah terburu - buru mengambil keputusan ( Matius 1 : 19 - 20 )

1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
 

Ketika Yusuf sedang bertunangan dengan Maria, dia mendapati Maria sedang mengandung ( Matius 1 : 18 ) Sebagai laki - laki normal, tentu saja ini menjadi suatu pukulan yang keras di dalam kehidupan Yusuf. Bayangkan saja...tunangannya hamil di luar pernikahan.

Kemungkinan yang ada di dalam pikiran Yusuf :

1. Maria bukan perempuan baik - baik.

2. Dia adalah wanita yang tidak setia. Belum menikah saja sudah berbuat aib. Apalagi setelah menikah.

3. Dan masih banyak kemungkinan - kemungkinan yang lain.

karena itu dituliskan di dalam Ayat 19...Yusuf berniat menceraikan / memutuskan hubungan dengan Maria.

Tetapi Yusuf bukan orang yang senang mengambil keputusan secara terburu - buru. Dia mempertimbangkan keputusan yang akan diambilnya. Apakah dia akan melakukannya apa tidak ( Ay 20 ). Karena keputusan yang diambilnya menentukan masa depan dirinya dan juga tunangannya Maria.

Seberapa banyak dari kita laki - laki yang mengalamai hal ini.Ketika kita mendapati tunangan kita hamil di luar nikah, apakah yang akan kita lakukan?

Belajar dari Yusuf...

1. Dia tidak langsung marah. Tetapi merencanakan suatu jalan keluar.

2. Jalan keluar yang sudah direncanakan itu dipertimbangkan kembali. Apakah itu menguntungkan bagi dirinya saja atau menguntungkan keduanya.

3. Dengan pertimbangan yang ada...akhirnya dia menemukan jawabannya.

Yakobus 1 : 19

1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 


2. Miliki ketulusan hati di dalam mengambil keputusan ( Matius 1 : 25 )

1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 

1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

Saya tidak mengharuskan anda sebagai laki - laki melakukan apa yang dilakukan oleh Yusuf yaitu tetap mengambil Maria sebagai istrinya.

Yusuf dapat melakukan hal ini karena dia memiliki hati yang tulus ( Matius 1 : 19 )

1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 

Apabila anda mampu melakukan hal ini saya akan berkata anda RUARRRRR BIASAAAAA....Tidak sedikit laki - laki yang akan memutuskan tunangannya apabila mendapati tunangannya hamil di luar nikah. Tetapi sedikit sekali yang bisa menerima pasangannya.

Apabila keputusan untuk memutuskan hubungan pertunangan menjadi langkah yang terbaik, kenapa tidak dilakukan? Yang penting jangan sampai menjadikan kenyataan itu menjadi suatu dendam, suatu kepahitan apalagi sampai menyakiti hati orang lain.

Yang terutama, milki ketulusan hati di dalam mengambil setiap keputusan. 

Apakah menerima tunangan kita sebagai pasangan? Lakukan dengan hati yang tulus.

Apakah memutuskan hubungan dengan tunangan kita? Lakukan pula dengan hati yang tulus.

GBU all

Submitted by Samuel Franklyn on Tue, 2009-02-10 13:20
Permalink

Yusuf laki-laki biasa menurut Firman. Dia nggak banyak dibahas dalam Firman itu artinya dia nggak dianggap penting. Kalau Yusuf nggak di kasih tahu malaikat maka kemungkinan besar dia akan menceraikan Maria. Soal dia mau menceraikan diam-diam kalau menurut saya bukan hal luar biasa. Ini cuma karena watak Yusuf yang tidak senang konflik dan sensasi. Banyak orang punya watak seperti ini jadi Yusuf biasa-biasa saja bukan barang langka.

Submitted by erick on Tue, 2009-02-10 13:22
Permalink

Kemungkinan yang ada di dalam pikiran Yusuf :

1. Maria bukan perempuan baik - baik.

2. Dia adalah wanita yang tidak setia. Belum menikah saja sudah berbuat aib. Apalagi setelah menikah.

3. Dan masih banyak kemungkinan - kemungkinan yang lain.

 

Ah masa???? cuma ada dalam pikiran hiskia22 kaleeee

Submitted by hiskia22 on Tue, 2009-02-10 13:29
Permalink

ha...ha...ha... juga....

Iya juga kaleee....Yusuf dan saya sama -sama laki - laki....

GBU

Submitted by jesusfreaks on Tue, 2009-02-10 14:23
Permalink

ah yusuf masih kalah... sama hosea...

orang kayak yusuf, pasarannn

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Submitted by hai hai on Tue, 2009-02-10 18:11
Permalink

Yusuf orang luar biasa. Setelah sekian lama Tuhan tidak berbicara kepada bangsa Israel, begitu saja Dia hadir dalam mimpi Yusuf dan menyuruhnya menikahi wanita yang hamil karena Roh Kudus.

Yusuf bukan ahli taurat yang paham tentang nubuatan Mesias. Apa yang dia pahami tentang Roh Kudus? Mungkin Yusuf tahu kisah-kisah tentang Malakh Eloah atau Malaikat Tuhan yang mengunjungi manusia dalam wujud.

Menurut anda, apa yang melintas di sel-sel kelabu otak Yusuf ketika mendengar kabar Maria hamil karena Roh Kudus?

Setelah Yesus lahir, Yusuf melihat kedasyatannya. Para gembala menyempatkan diri untuk merayakan Natal pertama. Mereka bercerita tentang perayaan Natal di surga. Kemudian datang orang majus dengan kisahnya sendiri. Setelah itu dilanjutkan dengan tindakan Herodes yang daysat.

Di Israel dan Mesir, sudah biasa ada wanita-wanita yang menjadi istri dewa. Wanita-wanita demikian tidak boleh dirayu apalagi disetubuhi. Bila tidak istimewa, beranikah Yusuf merayu dan menyetubuhi wanita yang mengandung karena Roh Kudus yang kehamilannya diberitakan oleh Malakh Yehovah?

 

 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Submitted by Samuel Franklyn on Tue, 2009-02-10 18:35

In reply to by hai hai

Permalink

Yusuf orang luar biasa. Setelah sekian lama Tuhan tidak berbicara kepada bangsa Israel, begitu saja Dia hadir dalam mimpi Yusuf dan menyuruhnya menikahi wanita yang hamil karena Roh Kudus.

Kelihatannya yang luar biasa adalah Tuhan disini. He he he. Tuhan sudah bisa memprediksi dengan pasti tindakan Yusuf.

Setelah Yesus lahir, Yusuf melihat kedasyatannya. Para gembala menyempatkan diri untuk merayakan Natal pertama. Mereka bercerita tentang perayaan Natal di surga. Kemudian datang orang majus dengan kisahnya sendiri. Setelah itu dilanjutkan dengan tindakan Herodes yang daysat.

Yesus memang luar biasa. KelahiranNya disambut dengan nyanyian malaikat, harta persembahan orang Majus dan pembantaian oleh Herodes.

Di Israel dan Mesir, sudah biasa ada wanita-wanita yang menjadi istri dewa. Wanita-wanita demikian tidak boleh dirayu apalagi disetubuhi. Bila tidak istimewa, beranikah Yusuf merayu dan menyetubuhi wanita yang mengandung karena Roh Kudus yang kehamilannya diberitakan oleh Malakh Yehovah?

Berani merayu dan menyetubuhi istri sendiri mah biasa-biasa saja. He he he.

Submitted by henso on Tue, 2009-02-10 18:25
Permalink

Thayhiap saja yang jelasin.

Toh tidak ada yang sehebat thayhiap dalam teologi?

Siauwte senang membaca tafsiran-tafsiran thayhiap yang bisa menambah wawasan.

Salam.