"Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus." -- Roma 15:5:
----
Adam pertama telah berdosa dan menurunkan dosa ini kepada semua ras manusia. Tetapi kegagalan Adam ini justru menjadi pembenaran bahwa semua keturunan Adam telah berdosa dan jauh dari Allah -- semua orang yang lahir dari keturunan Adam, pasti akan berdosa, bahkan sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, Allah sendiri yang datang kepada manusia dengan cara dikandung dan dilahirkan oleh seorang perewan Maria dengan kuasa Roh Kudus. Tujuan cara Allah ini adalah agar manusia memahami Allah dengan cara-cara sederhana dalam misinya untuk menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan pelanggarannya. Kelahiran Yesus adalah bukan oleh keinginan seorang laki-laki. Ia lahir dari perawan melalui rahim Maria tanpa Ayah manusia.
Tidak mungkin bagi manusia untuk mengidentifikasi Allah, jadi, Allah sendirilah yang memperkenalkan dirinya. Kata Alkitab, "ada banyak allah-alah dan tuhan-tuhan", seperti banyaknya nabi-nabi yang pernah ada, baik yang sejati atau palsu. Dalam kondisi ini, agar manusia mengenal Allah, maka Allah sendiri yang memperkenalkan diri-Nya sendiri kepada manusia, yaitu dengan cara menjadi manusia yang "sempurna" di dalam diri Yesus Kristus.
Apakah Allah tidak sanggup dengan cara yang labih luar biasa lagi untuk menyelamatka manusia? Kalau Ia Allah, maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Tetapi cara menjadi manusialah yang dipilih-Nya. Karena Ia berurusan dengan manusia. Nah, cara yang sederhana, Allah menjadi manusia inilah yang di tolak oleh orang Yahudi dan diikuti oleh agama-agama lainya. Dalam sumber lain, selain kitab-kitab Yahudi (Nubutan dalam Perjanjian Lama ), Al-Quran juga tidak ada keraguan dalam mengistimewakan tidakkan istimewa Allah ini; Isa al-Maseh (Arab: Maseh = Mesias = Juruselamat), adalah utusan isimewa. Hanya saja kekerasan dan kecemburuan hati pengikutnya saja yang menutup berkat dan karya Allah itu sehingga semakin cemburu, semakin tertutup jugalah mata hati mereka dalam merespon anugerah Allah yang besar melaui Yesus Kristus itu. Bagi kalangan Islam, "dilarang keras" meremehkan nabi Isa yang istimewa ini.
Tindakkan Allah yang sederhana ini yang seharusnya lebih dimengerti oleh manusia, namun, sebaliknya tidak semua memahami, kecuali mereka yang mendapat "rahmat" atau "dipilih" karena percaya saja. Allah yang menjadi "Penebus" inilah nubutan pertama yang diberikan kepada Adam ketika ia telah berdosa.
Bagi seorang Kristen bahkan seorang yang tidak percaya sekalipun akan mengerti pesan kitab suci, bahwa "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia sendiri harus turun ke dalamnya." Analaoginya: Anda tidak akan berhasil menolong seseorang yang sudah tenggelam ke dasar laut yang mematikan jika hanya berteriak. "berenanglah!" atau "ini pelampung, pakailah dan menepilah" atau "berdoalah agar selamat". Untuk menolong orang yang sekarat itu, anda perlu turun dan mengangkatnya, sehingga ia akan segera tersadar dan hidup lagi. Allah di dalam identifikasi Yesus Kristus telah melakukan "seperti" dalam analogi ini untuk menolong dan mengangkat manusia dari kebinasaannya.
Adakah Allah yang kamu kenal lagi, selain Allah yang mentakan dirinya di dalam Yesus Kristus, Allah dan Tuhan Kita. Tuhan inilah yang melakukan perbuatan nyata bagi umat-Nya manusia. Jika Adam pertama telah gagal dan berdosa dan menyebabkan semua keturunannya berdosa -- dosa keturunan atau warisan --, maka kehadiran Allah, Allah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus disebut Adam kedua.
Yesus adalah Adam kedua atau Adam terakhir. Ia diindentifikasikan sebagai Adam kedua karena dikontraskan dengan Adam pertama, manusia pertama. Adam pertama adalah manusia ciptaan Allah yang telah berdosa dan gagal mengemban mandat Allah, tetapi Yesus Kristus adalah Adam kedua yang melalui-Nya berkat-berkat Allah dan anugerah Keselamatan diberikan kepada Manusia keturunan Adam pertama.
Roma 15:5:
"Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus."
Roma 15:22:
"Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus."
I Korintus 15:45
"Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Lynch
Submitted by
Gedalia Lynch
on