Ini hanya cerita biasa ... kisah sederhana ...
Weisss…. Untuk pertama kalinya dalam perjalananku ke Solo - Salatiga naik bis yang supirnya ngebut abis. Awalnya sih, saat dari Solo ke Boyolali bis berjalan dengan normal. Beberapa kali bisa dilanggar oleh bis lainnya namun, sang sopir tetap cuek bebek aja. Eh, nyampe di terminal ia justru turun dan mematikan mesin.
Nah, ceritapun dimulai ketika ada bis lain yang memiliki nama sama (perusahaan yang sama) masuk ke terminal. Si supir langsung masuk bis dan memulai aksinya. Tancap gas keluar lalu ngerem, ciiittt, nyaris nabrak seorang bapak yang sedang naik sepeda. Parahnya lagi bapak tersebut justru dimaki sama si sopir bis.
Entah kerasukan apa, sepanjang jalan supir bis tersebut mengemudikan bis dengan ugal-ugalan. Nyaris nabrak mobil dan ngerem mendadak. Kalo dah gini bisa-bisa aku jadi emosi sendiri. Tapi lha wong aku sendiri aja juga terburu-buru jadi yan nikmati aja. Walau dalam hati sempat was-was kalau ada apa-apa.
Aku sering heran dengan ulah para supir bis. Mereka kadang mengemudikan bis dengan lambat dan sering juga suka berhenti terlalu lama di titik-titik tertentu. Apalagi kalau bisa kota, jangan ditanya lagi. Ditinggal supirnya main caturpun pernah. Padahal bis sudah keluar dari terminal. Tapi… ketika melihat temannya (terutama yang satu perusahaan) mereka langsung melarikan bis sekencang mungkin tanpa menghiraukan lagi keselamatan. Alasannya sih sederhana. Mengejar target, jangan sampai penumpang diambil temannya.
Lha kalo dia gak jalan pelan-pelan tentu gak bakalan kesusul temannya kan? Lagi pula keberangkatan setiap bis pasti telah diatur dengan rapi dan pasti sudah diketahui oleh supir yang bersangkutan. Ia harusnya bisa mengira-ira rentang waktu antara dia dengan bis yang ada dibelakangnya. Jadi kalau ia berjalan pelan, tentunya ia bisa berpikir bahwa ia akan didahului oleh temannya.
Namanya aja cari duit mas. Mungkin itulah argumen para supir bis kalo diajak ngobrol kayak gini. Kalo dah dijawab kayak gini lebih baik diam aja. Mau gimana lagi kalo dipanjangkan ntar malah ramai ujung-ujungnya malah dibilangin, “Kalau takut ya gak usah naik bis!” Wah memang benar-benar harus bersabar. Orang sabar disayang Tuhan.