Gerak jalan Mojokerto - Surabaya....tradisi setiap Tahun di bulan November.
Sehingga terciptalah lagu di tempat saya bekerja:
Mojokerto - surabaya menjadi tradisi utama
Long mars tak kenal lelah semboyan...................yang jaya
Mojokerto - Surabaya, semangat yang membara
Segala rintangan kita coba.................pantang putus asa
.......................
Latihan demi latihan untuk menghadapi gerak jalan Mojokerto - Surabaya yang ditempuh dalam waktu sekitar 9 jam dengan jarak 55 km, membuat saya semakin percaya diri bahwa saya mampu
Latihan yang menguras banyak tenaga, dengan daya tahan tubuh yang saya bilang cukup luar biasa untuk menempuh jarak Mojokerto - Surabaya, membuat percaya diri saya semakin lama semakin meningkat. Kian hari kian bertambah dan bertambah. Hingga tiba waktunya pertandingan.
Usaha oke....doa.....tidak oke...... itulah awal kegagalan manusia. Itulah yang saya alami.
MAJUUUUU............JALAN.........
Panitia meneriakkan aba-aba pelaksanaan untuk memulai gerak jalan Mojokerto - Surabaya....maju...maju...maju...semangat....dan tibalah pada KM ke 44......Kram.....urat kaki kanan ketarik...dan intinya...saya tidak bisa melanjutkan gerak jalan.
Hu....hu.....hu.....
menyesal sekali.....dan amat sangat menyesal.....Tetapi setelah saya renungkan kenapa hal ini harus terjadi?
1. Saya mengandalkan kekuatan manusia, dan Tuhan membenci itu.
2. Saya diajar bagaimana untuk tidak masuk finish. Perasaan saya saat itu kecewa dan kecewa. Semua usaha yang saya lakukan sia-sia. Itulah perasaan orang yang didunia ini di saat berusaha untuk mencapai garis akhir....ternyata tidak dapat....
Thanx God....didikan yang mendatangkan sukacita. Saya tidak mau mengulangi lagi hal bodoh yang saya lakukan. Di dalam setiap bekerja dan berusaha, Engkaulah yang selalu nomor 1.
Dan saya tidak mau menjadi orang yang tidak dapat mencapai garis akhir di dalam mencapai hidup kekal.....
GBU