Indraku menanggapi duniamu; tetapi, seberapa nyatakah tanggapan itu? Gambar tentangmu yang terlihat adalah lukisan. Akalku menafsirkan apa yang dilihat mata darimu. Segala tentangmu diurai dalam benakku. Apakah ini kebenaran atau hanya menyerupainya saja? Sebab, tanpa itu mustahil ku bertahan!
Sejauh manakah pengalaman indraku tentangmu itu adalah apa adanya? Jujurkah akal budiku pada tuannya? Apakah aku hanya melihat apa yang ingin kulihat darimu?
Apabila kau bersenandung di belantara sana, jauh dari siapa pun, akankah terdengar lagumu? Ada gejolak di udara dan berdampak, tetapi hanya bunyi apabila seseorang berada di sana mendengarnya.
Sangat sulit bagiku untuk tidak berpikir bahwa kau ada sebagaimana aku melihat keberadaanmu. Aku bergumul dengan itu! Bagaimanakah aku melihat dirimu?
Realita dirimu adalah teka-teki yang hendak kupecahkan. Menarik dirimu ke dalam benakku dan mengurainya di sana. Mungkin aku meragu tetapi itu hanya agar aku tidak terkecoh; bukan olehmu, melainkan oleh indraku. Sebab ku yakin bahwa kau melebihi apa yang dapat ditangkap oleh indraku! Bergegas menyimpulkan tentang dirimu dari yang terjamah oleh indraku adalah sama halnya dengan diriku kehilanganmu! Jadi, biarkan kesadaranku membatin tentangmu di hatiku! Sebab, kau ada sebagaimana adanya, dalam dirimu sendiri. Itulah yang ingin kupahami, kumiliki!
Submitted by
alfian
on