Sitor Situmorang punya puisi pendek MALAM LEBARAN yg sangat terkenal dan cuma sebaris: "bulan di atas kuburan"
Dari karya-karya Sitorlah saya menyukai puisi. Sebegitu enggan dengan puisi, saya baru mengambil mata kuliah Pengkajian Puisi pada tahun ketiga. Saya beruntung karena pengajarnya adalah profesor yang juga penyair, dan tugas-tugas kuliah yang beliau berikan menggugah minta saya untuk menyukai puisi. Berhubung agak telat dalam hal perpuisian, saya baru menyukai sebagian bentuk puisi tertentu dan masih alergi dengan sebagian yang lain.
Lalu datanglah hari itu, hari yang sangat tidak mengenakkan dalam percintaan saya dengan setumpuk puisi Sitor. Saya sedang membacanya di bawah pohon rindang di pelataran kampus, dan seorang senior menghampiri.
"Hee lg baca Sitor ya? Loe tau ga?"
"Tau apa?"
Ia meraih buku kumpulan puisi di tangan saya, membolak-balik dan membuka halaman puisi Malam Lebaran ini.
"Nah, yg ini. Tau ga ceritanya?"
"Cerita apa sih?"
"Malam itu malam Lebaran dan Sitor sedang jalan menuju rumah Pramoedya. Trus ada tembok putih panjaang. Sitor penasaran, ada apa di balik tembok. Dan ternyata itu kuburan."
"Trus?"
"Ya udah gitu aja ceritanya."
Dan.... cerita itu tidak sekedar gitu aja. Imaji mistik dalam kepala saya tiap menekuni larik "Malam lebaran/bulan di atas kuburan/" pun berganti dengan gambaran "Sitor Situmorang--memanjat tembok melongok kuburan--dalam perjalanan ke rumah Pram."
Kepolosan saya dalam menikmati puisi telak direnggut oleh tradisi, suatu cerita dari mulut ke mulut bahwa pada malam lebaran yang itu, Sitor melihat kuburan dalam perjalanan ke rumah Pram.
"Jangan larut dalam teks, Mia. Kamu harus tetap terjaga dan kritis terhadap teks. Dengan begitu kamu bisa jadi kritikus yang baik. Bila kamu larut, kamu akan berpihak."
Ngga mau. Untuk yang lain saya akan tetap terjaga dan kritis. Tapi untuk Sitor, Iwan Simatupang, Camus atau Sartre, saya mau larut, saya mau nyemplung dan berenang berkubang; mau menyelam dengan mata terpejam. Lagian, kan saya bukan mau jadi kritikus. Saya mo jadi guru TK, hehehe.