Submitted by fresh salad on

Aku datang terlambat sekitar 15 menit dari jam ibadah yang seharusnya. Segera saja kutuju daerah balkon yang biasanya masih cukup kosong meski ibadah sudah dimulai. Wah, yang pimpin pujian WL yang paling tidak kusukai di gereja. Dia lebih suka berkotbah daripada memimpin pujian. Jam pujian seringkali dipakainya untuk menyampaikan khotbah. Saat berdoa pun dia tetap berkhotbah.



Sebentar kemudian muncul para dancer yang mengiringi lagu pujian dengan semangat. Mereka melompat-lompat dengan energik, mengajak jemaat untuk menyanyi dengan penuh semangat. Sudah kuduga, pasti sebentar lagi jemaat akan disuruh mengikuti gerakan mereka. Benar juga, sebentar kemudian WL menyuruh jemaat menyahut nyanyiannya dengan sorakan. Tak lama kemudian dia menyuruh kami mengangkat tangan dan mengacung-acungkannya bak para demonstran. Kebetulan karena aku duduk di balkon, aku bisa menikmati pemandangan dari atas. Rasanya seperti di film Evita Peron pas nyanyi "don't cry for me argentina" ato malah filmnya Marie Antoinette yang sedang didemo massa. hehehehe...



Tak lama kemudian saatnya memberikan persembahan. Wah, persembahanku belum kusiapkan dari rumah! Jadi saat doa persembahan dinaikkan, aku masih sibuk kasak kusuk masukin persembahan ke dalam amplop. Mana amplopnya makin banyak lagi! Maklumlah gerejaku memang sedang menggalang dana pembangunan. Lagu mengiringi persembahan dilantunkan. Sambil menunggu kantong kolekte tiba di barisanku, aku asik membaca warta jemaat. Melihat-lihat siapa yang menikah di minggu ini, jam-

jam ibadah sepekan, siapa pendeta tamu kali ini, dst.



Sejenak kubuka hapeku. Hmm, ada sms. hihihihhi... Cekikian sendiri membacanya. Dari temanku yang pasti juga sedang ke gereja di jam yang sama. Entah dimana dia duduk. Dia bilang cowok berbaju kuning disebelahku terus ngelirik aku. Lebih tepatnya om di sebelahku kalee... Sekalian aja kubalas smsnya. Tapi kutunggu-tunggu balasannya ga datang-datang. Ah sudahlah... Sudah waktunya denger khotbah.



Doa untuk Firman Tuhan dinaikkan. Sebentar kemudian ternyata masih ada acara kesaksian. Diputar 2 video kesaksian yang durasinya menurutku lamaaa banget. Yang pertama dari seorang ibu yang penuh semangat. Kegemarannya mengulang-ulang

kalimat dengan penuh penekanan dan sangat antusias. Yang kedua dari seorang bapak yang super kalem. Intonasinya serba datar dengan wajah tanpa ekspresi. Karena mulai bosan dan ga konsen mendengarkan, kubuka catatanku dan kupilih untuk menulis. Setelah kebaktian ini aku langsung melayani anak-anak. Daripada bosan mendingan mematangkan persiapan pelayananku pikirku. :p



Khotbahnya diambil dari kitab Ester. Ulasannya buanyak banget. Slideshownya juga komplit macam-macam. Intinya sih sebenernya simpel aja, melayani Tuhan lewat pekerjaan sehari-hari. Contoh-contohnya mulai dari atlet bola dunia sampe agnes monica, mulai dari pekerjaan umum sampe semua program gereja. Wah khotbahnya kali ini bener-bener lama. Seharusnya jam ibadah selesai jam 11, tapi sudah 11.15 khotbahnya belum selesai. Padahal pelayananku jam 11.30. Karena harus mempersiapkan pelayanan anak, kutinggalkan ruang ibadah meski belum waktunya pulang.



Dalam hati aku bertanya-tanya kenapa hari ini rasanya aku nggak ke gereja. (masih nanya lage!)