Dalam isu mayoritas-minoritas di Indonesia kekristenan adalah kelompok minoritas secara kuantitas dan berposisi rawan menerima tindak diskriminatif. Sebagai salah satu elemen dalam kehidupan bermasyarakat umat Kristen perlu untuk mengimplementasikan sikap hidup yang tepat dalam menyikapi posisi tersebut.
Menimbang semua itu, menurut saya, ada beberapa hal yang perlu menjadi pemikiran bagi umat Kristen, yaitu, pertama membuang sejauh mungkin mentalitas minder sebagai komunitas yang berjumlah kecil. Khususnya dalam kaitan perwujudan peran serta dalam upaya memajukan bangsa. Umat kristen perlu untuk mengembangkan kapasitas dalam berpartisipasi demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Keminderan hanya akan menenggelamkan kita dalam ketakutan terhadap bayang-bayang dominasi kaum mayoritas yang berujung pada mandeknya peran serta kita dalam pembangunan.
Kedua, membangun dialog antar agama dalam konteks mengasihi sesama dan hidup berpancasila. Dalam kedua konteks tersebut manusia dipandang sebagai pribadi yang layak untuk dihargai dan dihormati oleh sesamanya. Bagi kekristenan Allah memperlihatkan diri-Nya melalui penyataan umum sebagai Sang Yang Maha Kuasa yang memberikan kasih kepada semua manusia, dan bagaimana Allah mengasihi manusia patut untuk dicontoh oleh umat Kristen. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila manusia adalah makhluk bermartabat dan semua manusia memiliki hak yang sama dalam hidup bermasyarakat. Dalam konteks tersebut pelaksanaan dialog antar pemeluk agama sejatinya adalah usaha untuk menghadirkan kedamaian dan kesejahteraan bagi semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Jadi bukan untuk mencari keuntungan bagi salah satu golongan. sebaiknya dialog dilakukan secara reguler dan mengusung agenda-agenda yang berkaitan dengan peran serta pemeluk agama dalam pembangunan.