Submitted by
kabarsukacita
on
Saudara Hai Hai sering menulis di bawah comment-nya " Karena Di Surga, Yang Terbesar adalah Anak-Anak", Betulkah begitu?
Mari kita simak, sepertinya Hai hai mengambil ayat :
Matius 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Ayat ini benarlah demikian dan saya pun tidak menolaknya karena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya sendiri untuk mengajar supaya manusia mengerti sebuah kepolosan anak kecil, yang bergantung penuh dengan Bapa. Anak kecil tidak bisa berbuat banyak, dia sangat bergantung pada Bapanya tentang makanan, kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan apapun tentang kebutuhan hidup seorang anak kecil. Tidak ada hubungan yang lebih dekat dari pada hubungan anak dan bapa, jika dipandang dari segi kasih.
Tapi ijinkan saya sedikit beragumen, dengan sangat mudah saya mengatakan:
"Yang Terbesar di Sorga adalah Tuhan Yesus Kristus"
Salahkah saya berkata begitu? Atau Sesatkah Hai hai berkata lain di comment-nya? atau Benarkah keduanya?
Ayat di dalam Yudas 1:25 mengatakan : Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
Seringkali fakta-fakta seperti ini yang dihadapi oleh pembaca Alkitab, kita (saya dan saudara) kadang2 merasa benar ketika menyimak satu ayat saja tanpa punya pengertian yang mendalam tentang ayat2 yang lain juga. Saya disini mencoba memberikan contoh yang sangat mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca antara POINT OF VIEW saya dan POINT OF VIEW Hai hai.
Ada ayat yang mengatakan 1 Kor 13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
Apakah dengan kita belum tahu seluruh kebenaran, kita tidak boleh berkomentar setelah membaca sebagian Alkitab? Tidaklah demikian, justru oleh belajar Alkitab kita tahu kebenaran sekalipun belum mutlak benar. Roh Kudus-lah yang menuntun kita dalam segala kebenaran dengan membaca Alkitab (Firman Tuhan). Akal manusia bisa berjalan sendiri tanpa Roh Kudus sehingga dapat menafsirkan ayat2 Alkitab tanpa Hikmat dan Wahyu dari Roh Kudus, dan acap kali merasa SUDAH TAHU padahal BELUM TAHU benar, atau merasa dapat Hikmat baru lalu padahal justru salah kaprah. Saya pribadi mesti banyak belajar dari kesalahan-kesalahan saya dalam membaca alkitab sebelum-sebelumnya, dan sadar bahwa hikmat yang saya dapat masih minim, sehingga perlu disempurnakan oleh Tuhan Yesus.
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Eph 1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
Eph 1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
Eph 1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Eph 1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
Eph 1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Note: Maafkan saya Saudara Hai Hai, karena kata2 di comment-mu saya buat contoh, dan memang kenyataannya blog dan nama anda seringkali laris untuk dibaca. :) Smile
Brother in Christ, GBU.