Submitted by smile on

Kekecewaan, rasa marah, bahkan sampai menjadi suatu kepahitan, adalah suatu keadaan yang banyak kita temui dalam kehidupan kekristenan. Rasa kecewa, sakit hati, bisa saja membuat kasih didalam diri kita memudar, dan terbias dengan begitu mudah.  

Sesama umat, bahkan antar gembala, atau bisa saja terjadi dengan siapa saja,dan kapan saja, dalam lingkungan kehidupan kerohanian kita,mengakibatkan kita, menjadi sesorang yang lupa akan apa yang kita pelajari, akan apa yang kita ketahui, akan arti dari kasih itu sendiri.

Kepahitan menjadikan semuanya menjadi kelam, dan menimbulkan banyak luka batin yang tidak mudah untuk diobati, sekalipun kita mengklaim diri kita sebagai seorang Kristen.

Banyak sekali sikap dan perbuatan orang Kristen yang tidak sama sekali menunjukkan kekristenannya, bahkan sampai Mohatma Gandhi, pun berkata:

“ I know Christ, and I know about Christianity, but many of you Christians are so unlike Christ.

Malukah kita akan semuanya ini?

Tidakkah kita seharusnya menjadi GARAM dan TERANG dunia? Dan bila garamnya menjadi tidak asin, untuk apalah lagi gunanya selain di buang dan diinjak orang? Atau Ketika Yesus berkata, bila ada yang mengingini bajumu, berikan juga jubahmu? Atau bila ditamparnya pipi kananmu, berikanlah juga pipi kirimu? Atau tidakkah kita menyadari bila matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkilah,  atau tanganmu menyesatkan engkau potonglah?

Kadang semua ajarannya itu menjadikan kita harusnya merasakan malu akan apa yang sering kita lakukan terhadap sesama kita,Patutkah kita menerima kasihNya yang begitu besar, buat kita? Sedangkan kita sendiripun tidak bisa dengan tulus mengasihi sesame kita dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita?

Ada sebuah cerita tentang kepahitan, yang akan saya tuliskan dibawah ini,:

Waktu itu ketika masih SMP, aku sudah harus mengalami kejadian yang amat luar biasa, kejadian yang menghancurkan hidupku. Apakah yang ku alami?

 Ayahku sendiri, ayah kandungku, menghamili aku.Aku mengatakannya kepada ibu, bahwa aku hamil. Dan Ayah lah yang telah menghamilinya.

Aku Hamil,bu…Aku hamil.

Aku jijik, saya najis, dan malu, ibu.Pokoknya ibu harus menggugurkan kandunganku.Kenapa ini semua terjadi padaku, bu? Kenapa? Sebagai seorang ibu, yang lembut, menangislah yang bisa dilakukannya, dan memeluk anak perempuan kesayangannya itu dengan kasih yang luar biasa.Cukup, nak…cukup..Jangan gugurkan kandunganmu, jangan buat lagi dosa yang baru

Akhirnya aku pun berhenti sekolah, dan mengalami stress yang amat sangat menyebabkan aku diasingkan kesebuah rumah milik ayahku, dan hanya ditemani oleh pembantu saja.Karena sering berteriak dan meronta dan selalu ingin bunuh diri, maka keluargaku memasung aku.

Tiga Belas tahun sudah berselang, sampai pada suatu hari, pasung yang membelenggu kaki dan tanganku itu terlepas dan aku segera mencari pisau dan dengan mengangkat tangan tinggi tinggi, sambil berkata : Tuhan,ampuni aku, sudah tidak ada lagi yang mengerti dan perduli kepadaku, aku mau mati saja.Ketika hendak menujamkan pisau itu kedada, tiba tiba sosok pribadi menhampiriku dan menahan tanganku, hatiku tahu bahwa itu adalah Tuhan Yesus,

Saat Tuhan Yesus memelukku, aku meronta dan memukul mukul, dan berkata : Kemana Tuhan selama ini? Tuhan tidak sayang padaku. Kalau Tuhan sayang sama aku, seharusnya saat itu Tuhan menggagalkan rencana jahat ayah, Apa Tuhan tidak sayang sama Aku? Tuhan mempererat pelukannnya dan sambil menangis Dia berkata,”AnakKu, Ampuni ayahmu, Aku mengasihiMu…..” Sekeras atau sepahit apapun hati manusia,tetapi kalau Tuhan Yesus sudah menyentuh hatinya,maka hati itu akan berubah. Demikian juga yang terjadi dengan ku.

 

Setelah itu aku tersadar, membersihkan badan serta gigiku, dan memotong rambutku yang sudah panjang tak teratur,dan pergi mencari ayahku yang sudah 13 tahun lamanya tidak pernah aku lihat

Ketika tiba dirumah, Aku melihat ayahku tergeletak tak berdaya .Ternyata ayahku sangat menyesali perbuatan bejatnya, sampai tak dapat berbicara dan akhirnya terkena stroke.

Melihat kejadian itu, Aku menghampiri ayahku dan dan berulang kali berkata: Ayah, aku pulang,….ayah dengarkan aku,….aku pulang… Tiba tiba ayahnya menangis, dan saat itu aku menjadi sadar, bahwa kasih berarti memberi kesempatan kepada orang lain untuk kembali ke jalan yang benar, dan menyesali semua kesalahannya.

 

Inilah sebuah kisah pengampunan yang luar biasa, yang bisa menjadikan contoh bagi setiap kita agar mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan memberikan kesempatan untuk orang itu memperbaiki dirinya. Ampuni dengan tulus, karena Bapa disorga juga mengampuni setiap kesalahan kita. Hilangkan kepahitan dengan kasih, dan hilangkan kekecawaan dengan kegembiraan,…..seperti doa Yang Tuhan Yesus ajarkan juga untuk mengampuni kesalahan orang lain, dan untuk itu juga Yesus mengampuni kita.

 

 

KOLOSE

 

3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian