Submitted by soni sigilipoe on

Tuhan memang pernah menjelma menjadi manusia.

Alkitab tidak memerinci bagaimana ketika itu orang menyapa Yesus.

Jaman sekarang bila berpapasan dengan sahabat, kita biasa menyapa hai, selamat malam, apa kabar, hallo, atau langsung menyebut nama Yesus.

Sayang kita tidak seberuntung orang2 jaman dahulu yang bisa berpapasan langsung dengan Yesus.

Seandainya berjumpa, berpapasan, apa yang akan anda ucapkan?

Dalam kekuatan percaya, kita dapat berpapasan dengan Yesus. Misalnya dalam doa, sapaan yang sering adalah langsung menyebut Bapa, Yesus. Tentu saja ini banyak dipengaruhi "Doa Bapa Kami" .

Sepuluh tahun terakhir sering terdengar sapaan yang seolah menyegarkan dan tidak monoton mengawali doa, selamat pagi Tuhan. Dari penyegaran, jadi kebiasaan, lama2 berpikir juga, benarkah sapaan ini?

Orang menyampaikan selamat karena ternyata hingga saat tertentu orang yang diberi selamat diberkati Tuhan, misalnya mendapat anak, mendapat jabatan, gelar, umur dll.

Maka kepada Tuhan, apakah kita perlu mengucapkan selamat? Tidak ada alasan memberi selamat kepada Tuhan, karena dari mana lagi Tuhan memperoleh selamat? Dan kita meragukan 'kejuruselamatan' Tuhan?

Apakah Tuhan tertawa? tersenyum? Semoga senyuman Tuhan karena ketaatan, bukan karena kebodohan, kekerasan hati dan kesalahan kita, amin.