Baru aja debat sama orangtua. Bukan debat sih. Ga tau juga awal mulanya kaya gimana.
Ortuku kan kongsian sama orang bangun rumah. Memang hidup ga selalu mulus, dapet temen kongsian yang rese. Pas lagi meluruskan masalah, orang itu bawa2 nama Tuhan. Akhirnya sih beres. Nah, pas aku pulang dari kantor, mamaku cerita tuh. Terus pas sampe bagian yang bawa-bawa Tuhan itu, jadilah kita ngomongin Tuhan.
Orang itu kan bilang, "Tuhan yang tau siapa yang bener". Mamaku kesel, masalah kaya gitu, yang salah dia, kok bawa-bawa Tuhan. Jadi mamaku bilang, "Tuhan itu ga ngurusin kita."
Denger cerita itu, aku ngomong deh ke mamaku (versi yang disederhanakan):
8: "Ma, Tuhan itu bukannya ga ngurusin kita."
Mama: "Lah, kalo Tuhan ngurusin, masa itu bom dijatoin terus. Tuhan itu ga bisa mencegah kejahatan terjadi. Justru karena kejahatan itu ada, baru Tuhan ada."
8: "Mama terbalik, justru jahat itu karena Tuhan ga ada. Kalo mama bilang gitu, berarti kejahatan yang ada. Tapi kan Tuhan yang ada, yang awal mulanya. Tuhan bukan ga bisa cegah. Tuhan itu maha bisa."
Mama: "Jadi kenapa ada kejahatan?"
8: "Nah, itu kita manusia ga tau karena Tuhan punya rencana sendiri, kita manusia ga bisa mengerti rencana Tuhan karna kita bodoh"
Dengan tololnya aku berusaha cerita tentang Adam dan Hawa, gimana manusia jatuh k dalam dosa, gimana hubungan manusia dengan Tuhan jadi rusak karena itu, dan manusia uda terkutuk, dan yang bisa selamatin kita cmn Tuhan Yesus yang datang ke dunia untuk mati demi kita. Menebus dosa kita.
Dalam usahaku untuk cerita itu, aku ga bener2 dapat kesempatan sih, dan aslinya banyak dialog yang ga selesai. Aku bilang Yesus itu Allah. Kata mamaku Yesus itu nabi, terus ngomongin agama Budha deh. Aku sih bukannya keberatan dengan agama Budha or apa. Aku cuman mo ngomong tentang Yesus mati di kayu salib tuk manusia. Mamaku bilang Budha aja ajarkan jangan membunuh, Tuhan malah suruh korbanin binatang untuk persembahan.
Kubilang, justru karena Tuhan itu sayang sama manusia makanya Dia mengijinkan korban pengganti dosa itu cukup binatang. Harusnya manusia itu mati kalo uda berdosa. Terus aku coba lanjutin dialog2ku tentang gimana Tuhan Yesus menjembatani manusia. Kubilang manusia uda tercemar dosa makanya Tuhan harus trun jd manusia tuk nebus dosa manusia.
Mamaku ga mau dengar, ya sudahlah. Aku pikir aku mau coba posting di sini nanya gimana sebaeknya. Eh mau buka SS ga bisa, dns problemkah hahaha....
Saat sedang googling2 cari cara solving problem ini, papaku dateng, dan mulai ngajak aku ngomong. Papaku bilang:
"Kamu salah, Tuhan Yesus itu utusan Allah, Putra Allah, tapi BUKAN ALLAH. ALLAH ITU CUMAN ADA SATU"
terus aku dikhotbahin tentang pandangan agama-agama. Aku berusaha bilang, aku bukan mau ngomongin agama lain, lalu aku coba kasi analogi, tapi papaku sama mamaku ga mau dengar. Kata papaku, Tuhan itu mana bisa dianalogikan. Aku bilang bukannya mau analogikan Tuhan, tapi karna aku sendiri ga tau mau ngomong apa, kubilang coba dengerin dulu, ga sampai 2 menit kok. Tapi setelah beberapa debat baru papaku mau kasi aku kesempatan buat ngomong. Itu aja setelah aku diomel2in.
Terus pas aku baru mulai ngomong, "Contoh presiden ya, dengan rakyat jelata" Papaku langsung ngomong "GA! GA BISA ITU! Masa Tuhan disama2in begitu." Aku bilang coba denger dulu, terus aku lanjutin, ga bisa rakyat itu datang langsung ke presiden, karena tingkatannya sangat besar. Apalagi Tuhan yang begitu suci dan sempurna, mata kita kelilipan debu aja ga tahan. Tuhan Allah lebih suci lagi dari mata, dan lebih terang dari matahari. Manusia ga bisa dekat dengan Allah, makanya Allah harus turun sendiri dalam bentuk manusia yaitu Tuhan Yesus.
Tapi papa sama mamaku ga mau dengar. Katanya aku salah. Terus mulai ngomong2in agama lain lagi. Papaku bilang ke aku supaya aku belajar kristen lagi yang bener. Papaku uda tau semua ajaran agama, dah baca injil. Tau susunan nabi Islam, belajar Budha. Dan merasa Budha itu yang paling baik. Karena welas asih. Yesus menyelamatkan manusia, tapi Budha menyelamatkan seisi bumi. Aku udah coba bilang, Tuhan Yesus tuh menyelamatkan manusia dari maut tapi papaku ga mau dengar. Papaku bilang Budha aja ga pernah maksakan ajarannya, suruh orang pindah agama. Pokoknya Yesus bukan Allah.
Akhirnya aku sendiri pun udah ga tau aku lagi ngomongin apa sebenarnya. Jadi aku diam dulu. Terus pas uda agak tenang, aku diam aja tuh kan, berusaha sabar. Aku coba nanya baik2, "Menurut papa, kalau kita manusia mati itu ke mana?" Papaku jawab menurut agama ini menurut agama itu. Tapi aku bilang, "Aku ga nanya tentang agama apa. Aku tanya menurut papa, yang papa imani." Kata papaku dia juga ga tau, terus ngomongin agama lain lagi.
Aku udah cape. Jadi aku diam aja. Sibuk cari2 cara solving dns problem. Karna kalo kuterusin aku bisa emosi nanti. Mungkin marah sambil teriak2. Dan kalo gitu malah makin keliatan aku salah kan jadi aku diam aja deh.
Aku jadi mikir, sama orang tuaku aja aku ga bisa nyampaikan apa yang mau aku sampaikan.
Dipikir2, buat apa sih sebenarnya bilang2 begitu. Coba Tuhan ga aneh2 bikin manusia. Coba Tuhan ga aneh2 kasi manusia kehendak bebas. Kenapa bikin rencana rumit gitu sih. Kenapa harus ada neraka? Seperti pernah kubilang, manusia berdosa masuk neraka pun ga ada untungnya buat siapa2 kan?
Dulu aku dijawab itu untuk keadilan. Salah harus dihukum karena kalo tidak dihukum maka tidak adil untuk orang tersebut, tidak dapat kesempatan untuk belajar dan bertobat. Nah uda mati mau bertobat gimana lagi? Buat apa neraka?
Kenapa ga langsung hilang aja? Toh hidup di dunia bukannya menyenangkan. Semuanya ga pasti. Banyak masalah. Banyak penderitaan kalo bukan di kita maka di sekeliling kita. Coba baca berita tentang perang rasanya sampe pusing. Banyak kejahatan. Sampe mikir kenapa sesama manusia kok bisa begitu. Bumi juga, udah banyak lukanya, ga global warming lah, ga ozon lah, ga hutan gundul lah, ga makhluk hidup punah/terancam lah, ga lumpur ga minyak ga wabah penyakit.
Purpose kita apa sih. Kenapa Tuhan aneh sih. Ah bete.
Doain aku donk biar aku sama orang-orang yang ga selamat itu hilang aja. Langsung dari sekarang. Toh Tuhan juga uda tau kan. Minta kepada Tuhan bikin boneka2 aja yang jahat untuk pengganti kami2 ini. Aku capek