Submitted by Bereans on

Dari mulanya Iblis adalah malaikat.

Dalam Matius 25:41 Yesus katakan: "Enyahlah dari hadapan-Ku hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya". Dari awal diciptakan sampai dengan akhirnya Iblis tetaplah malaikat. Bagaimana Iblis yang adalah awalnya malaikat bisa disebut Iblis? Sedangkan di wahyu juga disebutkan Satan? Dan dalam Matius 4:1-9 disebut Iblis tetapi di Ayat ke 10 disebut Satan oleh Yesus.  Apakah Iblis atau Satan adalah satu oknum tunggal ataukah 2 oknum yang berlainan? Mengapa juga disebut 1/3 malaikat yang merosot bukan 1/7atau 1/8,mengapa? Apakah setan/roh-roh najis/roh-roh kotor/unclean spirit itu sama dengan Satan? Apakah setan sama dengan Iblis? Lalu siapakah Ilah zaman ini yaitu roh bidat, roh nabi palsu dan roh antikris? Lalu siapakah roh penyesat atau roh yang menggoda Saul? Allah tidak pernah menciptakan Iblis, Allah hanya menciptakan malaikat. Allah tidak pernah menciptakan setan/roh-roh najis tetapi Allah hanya menciptakan manusia. Allah tidak pernah menciptakan neraka, Allah hanya menciptakan angkasa.

Alkitab hanya bercerita tentang 3 keberadaan roh. Allah adalah Roh yang esensinya adalah roh, Malaikat adalah roh, tubuhnya adalah roh dan manusia adalah roh yang memiliki daging. Diluar itu Alkitab tidak berbicara lagi mengenai keberadaan roh.

Allah menciptakan malaikat dan manusia, lalu memberikan kepribadian kepada mahluk rohani itu. Kepribadian itu adalah menunjuk kepada jiwa, sedangkan roh menunjuk kepada keberadaan kekal. Malaikat diciptakan oleh Allah sebagai pelayan Allah dan juga melayani keturunan Abraham (Ibrani 1:14) sedangkan manusia diciptakan oleh Allah sebagai jalan pembuka bagi datangnya Gambar Wujud Allah yang adalah Yesus/Anak Allah (Matius 3:3; Ibrani 1:3: Kolose 1:15).

Allah yang kita sembah adalah yang berada dengan sendirinya (Keluaran 3:14) dan dari pada mulanya (Yohanes 1:1). Yang berada dengan sendirinya kita sebut Allah/Yehova. Allah menciptakan sorga untuk Anak-Nya dan diwariskan kepada Anak-Nya (Ibrani 1:1-4). Cerita penggarap-penggarap kebun anggur adalah cerita sorga sebelum penciptaan angkasa (Matius 21:33-41). Cerita itu juga mengenai Kerajaan Sorga, Gambar Kehendak Allah yang seutuhnya dan kemerosotan Satan.

Allah menciptakan sorga untuk Anak-Nya, tetapi Anak Allah telah memutuskan untuk masuk kedalam sorga bukan dengan keberadaan roh melainkan mengambil rupa seorang hamba oleh sebab itu angkasa diciptakan oleh Allah (Filipi 2:6-11). Jika Anak Allah masuk ke tahta-Nya atau ke sorga dengan keberadaan roh maka angkasa dan manusia tidak akan pernah diciptakan. Tetapi karena masuk kedalam sorga dengan mengambil rupa seorang hamba maka angkasa diciptakan dan manusia diciptakan sebagai jalan pembuka bagi datangnya Anak Allah.

Allah menciptakan sorga dan Allah menciptakan malaikat berlaksa-laksa secara sekaligus di dalam sorga karena malaikat tidak kawin dan mengawinkan (Matius 22:29-30), jadi malaikat diciptakan sendiri-sendiri dan sekaligus. Malaikat diciptakan oleh Allah sebagai pelayan Allah dan keturunan Abraham (Ibrani 1:14).

Yesus adalah Gambar wujud Allah yang tidak kelihatan (Ibrani 1:3, Kolose 1:15, Filipi 2:6)  sedangkan manusia adalah gambar dari gambar wujud Allah. Manusia bukanlah gambar wujud Allah langsung tetapi Yesuslah gambar wujud Allah langsung. sedangkan manusia diciptakan serupa dengan gambar wujud Allah yang adalah Yesus, karena Yesus datang sebagai manusia maka benar bahwa manusia bukan berasal dari kera. Allah menciptakan manusia dengan sempurna bukan arti bahwa manusia itu sempurna seperti Allah sebab yang sempurna dan utuh itu hanya Allah saja. Manusia dan malaikat diciptakan oleh Allah sempurna maksudnya sempurna sebagai ciptaan. Misalkan manusia diciptakan oleh Allah bermata 2, berkaki dua dan berjalan dll, jika manusia mulai terbang berarti manusia itu tidak sempurna, begitu juga malaikat. Malaikat diciptakan sempurna seperti malaikat, tidak lebih dari itu. 

Malaikat dan manusia diciptakan oleh Allah lalu diberikan kepribadian untuk merespon akan perintah Allah. Respon itu bisa mentaati atau juga menolak akan perintah Allah. Jika mentaati akan perintah maka akan memperoleh hidup untuk roh jiwanya jika tidak mentaati maka itulah keadaan yang disebut merosot rohaninya atau yang disebut mati artinya terputus hubungannya dengan yang memberi hidup yaitu Allah. Mati dalam hal ini bukan hilang keberadaannya melainkan tidak bisa menerima hidup dari Roh yang menghidupkan. Yesus katakan Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Hidup itu hanya diberikan oleh Allah, Yesus adalah Roh yang menghidupkan sedangkan manusia adalah roh yang dihidupkan.

Manusia dan malaikat karena diberi kepribadian maka bisa taat dan menolak perintah. Malaikat diciptakan oleh Allah untuk melayani tahta Allah. Allah berada diluar dan didalam sorga. Dalam doa Bapa Kami dikatakan:"Bapa Kami yang ada di sorga", Apakah artinya Allah terikat dalam ruangan rohani? padahal kita tahu bahwa yang ada itu hanya Allah saja yang adalah Roh . Allah itu tidak terikat dalam ruangan rohani dan Allah itu Roh dan lebih besar dari langit yang mengatasi langit (3 tingkatan langit; 2 Tawarikh 2:5-6 dan 2 Tawarikh 6:18-20) dan Allah menciptakan sorga di dalam Allah dan menciptakan angkasa di dalam sorga. Mengapa? karena di luar Allah tidak ada ruangan lain karena jika Allah  menciptakan sorga diluar Allah, nanti sorga itu bisa menjadi Allah, oleh sebab itu Allah menciptakan sorga didalam Allah dan Allah menciptakan angkasa didalam sorga. Seperti janin bayi yang dikandung didalam tubuh ibu, dengan terpaksa ibu memberikan ruangan dalam tubuhnya untuk mengandung janin, sebab jika janin berada di luar tubuh ibu berarti ada 2 manusia. Begitu juga Allah, dimana Allah merelakan keberadaan sorga didalam Allah, jika diluar Allah nanti akan ada 2 Allah. Jadi urutannya adalah sebagai berikut: kita tinggal didalam angkasa yang mana dari sudut pandang mata manusia angkasa itu luas. Kalau kita bisa menembus dinding angkasa yang adalah air maka kita akan sampai di sorga yang adalah ruangan rohani. Jika kita bisa menembus lagi keluar dari sorga maka kita akan sampai ke Allah. Diluar Allah tidak ada ruangan lagi yang ada hanya Allah. Oleh sebab itu Firman katakan kemanakah kami akan pergi menjauhi Roh-Mu Tuhan. Tidak bisa karena kita semua berada didalam Allah. Itulah urutannya. Angkasa dari sudut pandang manusia itu besar tetapi dari sudut pandang sorga, angkasa itu seperti bola basket yang berada di dalam angkasa.

Allah itu Roh, maksudnya roh itu bukanlah suatu bentuk, roh itu bukanlah suatu materi, roh itu tidak dapat dilihat dan roh itu tidak dapat didengar (Yohanes 5:37). Jadi Allah yang adalah Roh itu tidak ada bentuk, tidak dapat dilihat dan tidak dapat didengar. Roh malaikat dan manusia juga sama, karena roh malaikat diciptakan atau dibagikan dari roh Allah, maka roh malaikat dan roh manusia juga tidak ada bentuk, tidak dapat didengar dan tidak dapat dilihat. Jika ada yang menggambarkan roh malaikat dan roh manusia itu hanyalah reka-rekaan manusia saja.

Allah menciptakan malaikat di sorga. Sorga dalam bahasa aslinya disebut sebagai ruangan ilah-ilah. Sorga tempat tinggal para ilah atau tempat tinggal para malaikat. Batas kekuasaan malaikat adalah sorga. Tugas malaikat adalah pelayan. Allah menaruh Nama-Nya, Yehova di dalam sorga dan nama itu dilayani oleh para malaikat. Mengapa bukan nama Yesus yang ditaruh di dalam sorga? Pertama Karena Yesus masih berada bersama Bapa dan Firman itu baru keluar dari pangkuan Bapa dan masuk kedalam angkasa baru 2000 tahun yang lalu. Jadi sebelum keluar dari pangkuan Bapa Firman itu berada bersama Bapa yang adalah Roh, maka Firman itu adalah Allah.

Lalu siapa yang memimpin sorga sebelum Anak Allah keluar dari Pangkuan Bapa 2000 tahun yang lalu? (Yohanes 1:18).

Dalam Kejadian 22:1 dikatakan: "Setelah semuanya itu Yehova mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:"Abraham", lalu sahutnya:"Ya, Yehova." lalu diayat 11 dikatakan: Tetapi berserulah Malaikat Yehova dari langit kepadanya:"Abraham, Abraham." Sahutnya:"Ya, Yehova." lalu di ayat 15 dikatakan : Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Yehova dari langit kepada Abraham katanya:"Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman Yehova.

Yehova yang berfirman tetapi mengapa Malaikat Yehova yang menjawab dan bersumpah demi dirinya sendiri? Yang berfirman apakah Yehova ataukah Malaikat Yehova?

Dalam tulisan saya baik di SS maupun di ICN sudah saya jelaskan mengenai Malaikat Yehova. Siapakah Malaikat Yehova? Yehova adalah nama Allah. Yehova bukanlah nama Malaikat. Ada yang salah sangka bahwa orang Berea mengatakan Yehova adalah nama Malaikat. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Yehova adalah nama Allah. Yehova artinya adalah yang berada dengan sendirinya, nama Sebutan yang ditujukan hanya kepada jemaat padang gurun, bangsa Israel (Keluaran 3:14). Sedangkan nama Yesus yang adalah nama Resmi Allah yang artinya adalah Yang menyelamatkan (Matius 1:21-23) untuk semua manusia.

Malaikat Yehova bukanlah inkarnasi Yesus. Mengapa? karena Pelayan tidak bisa menjadi Anak (Ibrani 1:5) dan dalam ke kristenan tidak ada inkarnasi. Jika Yesus sudah datang dalam PL melalui rahim siapakah Yesus datang. Jika Yesus sudah datang dalam PL dan disamakan dengan malaikat berarti pekerjaan Allah itu kacau balau artinya nanti Yesus datang dalam roh, nanti Yesus datang lagi dalam daging, itu namanya Allah ganti topeng yang artinya 1 Allah dengan ganti topeng. wah...semuanya bisa jadi kacau. Jika Yesus sudah datang dalam PL berarti Yesus di salib, dimanakah? Sungguh pemikiran yang kacau balau. Mengapa semua itu bisa terjadi? karena memaksakan dan mencocokkan firman yang memang tidak selaras dan karena doktrin gereja.

Malaikat Yehova adalah malaikat. Malaikat Yehova adalah pelayan Allah. Malaikat Yehova bukanlah Allah itu sendiri melainkan yang membawa nama Allah atas nama Allah. Seperti seorang utusan Presiden/Raja. Utusan itu bukanlah Raja/Presiden itu tetapi bertindak atas nama Presiden/Raja. Seolah-olah Utusan itu adalah Raja/Presiden tetapi sebenarnya bukan Presiden/Raja tetapi utusan itu diberi kuasa atas nama Raja/Presiden.

Mengapa Allah pada Perjanjian Lama tidak berbicara langsung tetapi melalui perantara? Karena Yesus sudah katakan tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah yang adalah Roh (Yohanes 1:18, Yohanes 5:37) Dalam Perjanjian baru pun Allah berbicara melalui perantaraan Anak-Nya. Malaikat Yehova adalah Duta besar Allah atau dengan kata lain Malaikat Yehova adalah Pemimpin sorga atau disebut juga Allah Bapa di sorga pada Perjanjian lama atau juga disebut Allah Bapa di sorga sebelum Pemilik sorga yang adalah Anak Allah datang. Setelah Pemilik sorga keluar dari Pangkuan Bapa masuk ke angkasa 2000 tahun yang lalu dan mati kemudian masuk ke sorga dengan mengenakan tubuh kebangkitan maka peranan Malaikat Yehova bergeser dan Anak Manusia dengan tubuh kebangkitan menjadi Allah Bapa di sorga (Ibrani 1:4, Filipi 2:6-11). Allah yang adalah Roh tetap berada di dalam maupun diluar sorga juga. Sebelum Anak Allah keluar dari pangkuan Bapa sorga dipimpin oleh Malaikat Yehova. Allah adalah Raja. Allah bekerja melalui para pelayannya. Allah bukanlah kacung yang bekerja semuanya dengan sendirian. Sama seperti Yesus, Yesus adalah Raja, Yesus hanya memerintahkan pelayan-pelayannya yang adalah para malaikat. Karena malaikat itu roh yang tidak bisa dilihat mata manusia maka mata manusia hanya melihat yang kelihatan saja yaitu Yesus seorang diri padahal Yesus dilayani oleh malaikat dan malaikat selalu berada bersama Yesus (Matius 4:11).

Malaikat Yehova adalah pemimpin sorga. Alkitab berbicara tentang 3 Penghulu Malaikat. Penghulu Malaikat Gabriel, Penghulu Malaikat Mikael, Penghulu Malaikat Luciel. Meskipun di Kitab Wahyu masih ada 7 bintang/ 7 Penghulu Malaikat (Wahyu 1:16), tetapi karena tidak disebutkan dan diceritakan siapakah mereka maka kita tidak perlu mereka-reka. Dalam Mazmur 104:1-7 diceritakan mengenai penciptaan malaikat. Malaikat itu awan-awan, angin, api. Dalam Ibrani 1:7 malaikat itu adalah badai dan nyala api.  

Sewaktu Yesus naik ke sorga dimana awan yang membawa Yesus adalah malaikat. Sewaktu badai di laut Yesus berjalan diatas air, badai itu adalah malaikat. Malaikat jika satu dan bertemu manusia menjadi manusia, jika malaikat banyak menjadi awan, api, badai, bintang. Bangsa Israel di PL dinaungi oleh tiang awan dan tiang api adalah penyertaan malaikat. Sewaktu Yesus akan lahir dikatakan oleh orang Majus bahwa mereka melihat bintang-Nya di timur, bintang itu juga adalah malaikat.

 Allah menciptakan malaikat sebagai pelayan Allah dan malaikat tidak bisa sampai kapanpun menjadi Anak. Penghulu malaikat adalah pemimpin malaikat yang membawahi para malaikat. Semua sudah tahu siapa itu Gabriel yang adalah pembawa pesan Allah. Mikael artinya siapakah seperti Allah dan Luciel adalah malaikat yang paling sempurna dari semua malaikat yang diciptakan oleh Allah.

 Dalam Yehezkiel 28:11-15  cerita kejatuhan raja Tirus adalah latar belakang kemerosotan Satan. Malaikat Luciel adalah Penghulu malaikat. Dia diciptakan nyaris sempurna dari semua malaikat. Karena malaikat juga memiliki kepribadian maka malaikat juga memiliki kehendak. Dia berpikir bahwa dialah yang akan memiliki nama Yehova tetapi kenyataannya Allah memiliki kehendak lain. Nama Yehova dititip kepada malaikat biasa yang diangkat menjadi duta besar Allah. Oleh karena itu Malaikat Luciel iri mengingini nama Yehova yang dititip kepada Malaiakat biasa itu.

Pada kenyataannya dalam kehidupan iman dikatakan bahwa Iblis melawan Allah, apakah benar? Allah tidak pernah menciptakan Iblis/Satan. Allah hanya menciptakan malaikat.  Satan melawan Allah?? Pada dasarnya itu adalah doktrin yang membahayakan untuk pertumbuhan iman. Pertanyaannya adalah apakah Allah itu sederajat dengan malaikat? tidak. Apakah Allah menanggapi tantangan dari ciptaan? Tidak. Allah bertindak sepihak. Allah tidak menanggapi tantangan dari ciptaan.

Pemimpin sorga adalah Malaikat Yehova. Dalam Yesaya14: 12-17 diceritakan kemerosotan Satan. Penghulu Malaikat Luciel berkata dalam hatinya hendak naik ke langit dan mendirikan tahtanya dan mengatasi para bintang/pelayan Yehova, lalu di ayat 14 dikatakan bahwa dia hendak naik mengatasi ketinggian awan/malaikat hendak menyamai Malaikat Yehova.

Karena Malaikat luciel mengingini nama Yehova tetapi di sorga tidak boleh ada 2 pemimpin, maka Wahyu 12:7-9 terjadi peperangan di sorga dan Penghulu Malaikat Luciel tidak dapat bertahan dan Satan/Iblis itu dilemparkan ke bawah maksudnya ke angkasa bukan ke bumi karena isi angkasa masih kosong. Yang berperang bukanlah Malaikat Yehova itu sendiri tetapi penghulu malaikat Mikael.

Dalam wahyu 12 dikatakan Satan/Iblis. Sewaktu melawan Allah di sorga disebut Satan. Dalam Matius 4:10 sewaktu pencobaan di padang gurun Yesus mengatakan:"Enyahlah, Satan." Pada ayat sebelumnya di ayat 8 Iblis memerintahkan Yesus untuk menyembahnya. Padahal kita tahu hanya Allah yang patut disembah. Karena Iblis ingin menuhankan dirinya dan melawan Allah maka Yesus menyebutnya Satan. Jadi sewaktu Penghulu malaikat Luciel itu melawan Allah di sorga di sebut Satan yang artinya musuh. Sedangkan sewaktu dibuang ke angkasa dan memisahkan manusia dengan Allah disebut Iblis yang artinya adalah Diabolos=pemisah.

Satan atau Iblis adalah satu oknum tunggal yaitu Mantan Penghulu Malaikat Luciel. Tidak ada itu sebutan Iblis-Iblis. jika disebut begitu berarti yang menyebut tidak mengenal firman. Iblis adalah sebutan sewaktu berhadapan dengan manusia dan memisahkan antara manusia dengan Allah. Dalam Matius 4:1-7 dimana Iblis mencobai Yesus yang adalah Anak Manusia dimana di ayat 5 dikatakan jika Engkau terjun kebawah maka Engkau tidak akan mati dan malaikat akan menatang Engkau. Padahal jika Yesus menjatuhkan diri-Nya Yesus pun mati pasti.Oleh sebab itu sewaktu mencobai manusia di angkasa disebut Iblis. Tetapi sewaktu melawan Allah di sorga di sebut Satan.

Kejadian 1:1 dikatakan Allah menciptakan sorga dan angkasa. Sorga diciptakan lebih dulu walapun sepertinya bersamaan tetapi walaupun beda sedetikpun berarti ada urutan waktu.Waktu di sorga yang ada hanya lah saat ini. Seperti lingkaran tidak ada awal dan akhir. Seperti kita naik pesawat ulang-alik dimana jika kita sudah berada diangkasa kita tidak memiliki waktu, di atas angkasa yang ada hanya saat ini. Waktu diangkasa seperti garis lurus. Ada pagi, siang, sore. Waktu bisa ada di angkasa karena ada benda penerang/matahari dan bumi berputar. 

Allah menciptakan angkasa untuk Anak Allah mengecap kematian dan juga sebagai penjara bagi Iblis bekerja sebelum dihukum. Sama seperti penjara yang ada di Indonesia, penjara itu berada selama penjahat itu ada tetapi jika sudah tidak ada penjahat maka penjara itu akan ditutup. Makanya angkasa ini juga akan lenyap menjadi lautan api/neraka setelah Iblis dihukum. Satan merosot di sorga karena mengingini nama Yehova. Sebenarnya dalam Doa Bapa kami dan 10 perintah sudah tertulis bahwa kemerosotan Satan disebabkan oleh beberapa hal: 

  1. Men-Tuhankan ciptaan.
  2. Ingin menjadi Allah. 
  3. Mengacaukan sorga.
  4. Menghina nama Allah.

Semua itu adalah kemerosotan Satan. Dan kemerosotan itu yang disebut dosa dan selalu berulang dalam kehidupan manusia termasuk juga pencobaan oleh Iblis di Taman Eden. kesalahan yang sama juga diterapkan kepada Hawa.

Iblislah yang berbuat dosa dari mulanya. Apakah dosa Iblis? 4 hal diatas adalah kemerosotan Satan. Di sorga Satan ingin menjadi Tuhan, ingin men-Tuhankan dirinya yang adalah ciptaan, menghina nama Allah dan mengacaukan suasana sorga. Karena tidak dapat bertahan maka Satan dilemparkan ke dalam angkasa dan dibelenggu dengan belenggu abadi sehingga tidak bisa naik turun lagi ke sorga tetapi hanya malaikat kudus/yang tidak merosost saja yang bisa turun naik ke sorga. Abadi adalah sifat Allah dan para badai/malaikat/RUHAHE yang melayang-layang diatas permukaan air yang menjaga dinding angkasa yang adalah air. Iblis bekerja dengan hak yang ilegal di dalam angkasa. Sebenarnya Iblis tidak memiliki kuasa yang legal. tetapi kuasa itu di legalkan oleh Allah karena untuk menolong pekerjaan Allah juga. 

Karena Anak Allah mau datang maka isi angkasa di set ulang oleh Allah. Hal ini sudah ditulis dalam blog saya mengenai cerita Alkitab. Allah menciptakan manusia sebagai jalan pembuka bagi kedatangan Anak Allah. Kedatangan Anak Allah adalah untuk menggenapi kehendak Allah yaitu untuk mewarisi sorga, membinasakan perbuatan Iblis dan terakhir menyelamatkan manusia itupun jika manusia mau. Oleh sebab itu Anak manusia hanya 33 tahun berada diangkasa karena tugasnya telah selesai.

Jadi kita tahu sekarang Satan atau Iblis adalah mantan penghulu malaikat Luciel. Manusia tidak bisa menjadi Iblis, tetapi memiliki sifat-sifat Iblis. Iblis adalah malaikat dan sampai kapanpun tetap malaikat karena sifat firman kekal yang artinya adalah tidak dapat berubah.