Hari Kamis dan Jumat Akhir pekan ini aku harus mengisinya dengan terbaring di tempat tidur karena sakit. Sakit benar rasanya sampai aku terkadang merintih lewat mulutku. Kamis pagi sekitar pukul 3 dini hari, perut rasanya perih dan sakit. Sempat kucoba tahan dengan mencari posisi tidur yang nyaman sampai jam 6 pagi akhirnya aku ke toilet. Cairan yang cukup banyak pun keluar saat BAB. Tentunya perih dan rasa sakit perut yang melilit pun menyertainya. Kupikir itulah akhir penderitaanku di pagi itu, tetapi ternyata baru awal penderitaan dari sakitku. Perut masih perih, ditambah mual mau muntah rasanya dan inipun berefek juga pada badanku yang mulai demam sampai pusing-pusing.
Keracunan makanankah diriku? Atau gejala tipes? Duh ... Aku paling benci sakit ini, karena ini akan merepotkan banyak orang. Atau mungkin juga aku trauma sakit model ginian yang dulu pernah aku alami hampir selama 2 minggu, seperti mau mati rasanya, muntah-muntah kalau dikasih makan, menggigil karena demam dan harus BAB setiap beberapa menit. Capek, repot dan menyiksa. Kasus yang dulu gara-gara nonton sepakbola Liga Champion 2 hari berturut-turut jam 2 dini hari sampai jam 5 pagi. Tapi kasus kali ini karena apa ya? Seperti Film dr.House yang beberapa waktu lalu aku tonton, aku mulai menganalisa, merunut satu persatu, makanan apa yang masuk lewat mulutku yang mungkin jadi penyebabnya. Keripik singkong rasa udang, pilus, dodol rasa Durian, kopi (ups ini belum kuminum dink), atau jamu gendong yang kuminum di sore hari sebelum pulang ke rumah, itu beberapa makanan yang awalnya kucurigai. Di malam harinya terakhir yang kumakan adalah arem-arem bawaan Bapak dari pertemuan arisan.
Mmm .. makanan dikantor? Kayaknya enggak lah, aku cuma makan sedikit dan sedikit lagi kok (banyak donk
). Karena aku makannya siang hari, masak efeknya baru jam 3 pagi terjadi? Kayaknya gak mungkin. Biasanya makan siangku dikantor keluar kalo petang / malam hari hari kok beserta buahnya :p. Kesimpulan terakhirku saat ini adalah karena jamu gendong yang kuminum sore hari tersebut. Aku baru ingat, terakhir minum jamu dah lama banget, dan itu membuat diare alias BAB cair. Haduh, padahal dulu minum jamu oke2 aja lho, apa karena sekarang jarang minum, perutku jadi sensitif? Duh ...
Analisa model dr.House cukuplah. Di sepanjang Kamis itu seharian hanya bisa tiduran. Perut mual, sedikit demam, lemas, dan tidurpun gak enak rasanya, karena badan terasa pegal semua. Bersyukur juga karena beberapa kali sempat nyenyak tidurku dengan beberapa macam mimpi menyertainya. Langkah awal di Kamis itu adalah minum Diapet dulu waktu pagi dan siang harinya agar perut nyaman dan tidak ke toilet mulu. Sempurna, perut yang perih jadi lebih nyaman sepanjang siang sampai sore, ke toilet cuma sekali pagi itu, tetapi rasa ingin muntah masih ada. Sore atau petang hari merasa perut sudah lebih nyaman, kuganti obat INZA yang kuminum untuk meredam demam dan sakit kepala.
Tetapi perut yang tadinya sudah tenang kembali berulah pada malam harinya. ![]()
Bersyukur banget aku masih memiliki orang tua. Aku tinggal dirumah bertiga sama kedua orang tuaku. Sementara kakak-kakakku sudah melalang buana ke Jakarta dan Palembang. Orangtuaku sudah tidak bekerja karena sudah tua. Hanya ibuku yang jual karak kecil-kecilan untuk dititipkan ke beberapa warung. Dulu mereka bekerja keras untuk aku. Sekarang giliran aku bekerja keras untuk mereka. Bersyukur aku diberi kesempatan untuk membalas kebaikan orang tua dan masih diberi kesempatan hidup bersama mereka. Itulah sebabnya aku gak suka sakit karena akan merepotkan mereka berdua. Ibuku mondar-mandir membelikan obat dan makanan, sedangkan ayahku yang memijitin dan mengoles badanku dengan minyak kayu putih hangat. Ah, terima kasih Tuhan untuk orang tua yang masih ada yang sayang sama aku. Aku jadi makin sayang sama mereka. Aku mau lebih mengasihi, menghargai mereka dan menghormati mereka. Bagaimanapun keadaan orang tua kita, mereka adalah orang yang paling berjasa membesarkan kita. Terima kasih Tuhan untuk orang tua yang kauberikan kepadaku. ![]()
Jumat pagi ini aku bisa menyalakan mainan baru dan menyempatkan menulis blog, karena aku sudah bisa bangun dari tempat tidur. Satu hari ini lagi aku masih ijin dari kantor untuk memulihkan stamina dan membersihkan diri. Semalam aku bisa merenung dan merasakan kasih orang tuaku. Pijitan dan elusan hangat tangan ayahku membuat aku nyaman di tidurku. Ibuku yang merepotkan diri ke sana kemari mencarikan makanan dan obat membuat aku bisa nyaman dan tenang beristirahat untuk memulihkan diri. Terima kasih ayah. Terima kasih ibu.
Terima kasih Tuhan buat keberadaan mereka yang masih bisa kurasakan hingga saat ini. Aku sayang sama mereka.
Submitted by
Ari_Thok
on