Seperti sudah jadi ritual tahunan, setiap bulan Juli sampai Agustus, selalu saja ada problem pada situs Sabda Space ini, tidak bisa di akses. Tahun kemarin situs ini menghilang atau libur hampir satu bulan, hingga membuat para bloggernya meradang, seperti ada yang kurang dalam kesehariannya. Ada yang kebingungan blog-blog terbarunya hilang entah kemana, padahal jumlahnya tidak sedikit.
Ketika selesai mengirim satu blog tentang taman Eden, sekitar jam sebelas malam, aku melihat gelagat ketidakberesan pada situs ini. Ramai yang On Line tetapi rasanya membisu, barangkali mereka tidak menyadari, karena baru asyik membaca atau menulis. Untuk mencoba perasaan itu, aku matikan koneknya, satu jam kemudian aku hidupkan kembali. Dan ternyata benar! Sabda Space tidak bisa di akses.
Sebelum tidur aku berdoa, sudah kebiasaan, tapi kali ini aku berdoa agar situs ini baik kembali, doa khusus lah ceritanya. Ketika bangun jam empat pagi, aku langsung mencoba konek ke situs ini, sambil berdoa semoga Tuhan mengabulkan. Eh, tidak bisa di akses juga. Ya, sudah, aku berpikir mesti akan libur sebulan, seperti tahun lalu. Tuhan juga pastinya sudah tahu deh.
Tapi aku hanya meriang doang, tidak sampai meradang seperti beliau-beliau para blogger senior di sini, yang terpaksa harus menulis ulang lagi blognya. Seperti Clara Anita yang biasa pake jurus "impromtu", pastinya berpikir ulang lagi untuk menulis. Beruntung mereka yang sudah menyimpan naskahnya di komputer, jadi bisa mengunggah dengan mudah serta meringankan beban admin dalam menelusuri jejak-jejak blog yang hilang. Untung aku tidak merasakan hal seperti itu, rasanya pasti deh, kesel.
Dalam sunyi aku berpikir, kok bisa tidak bisa di akses ya? Aku coba mengakses lewat Google, Yahoo, Amazon.com, Answer.com, Creativ Commonc, Ebay maupun Wikipedia untuk bisa masuk ke Sabda Space, tetap kagak tembus. Jangan-jangan komputerku atau konekku yang bermasalah. Sorenya aku ke warnet untuk mengecek, eh ternyata memang kagak bisa di akses, aku tanya petugasnya pun, jawabnya memang ada gangguan.
Gangguan apa? Jangan-jangan Sabda Space kena blokir, pikirku buruk. Kalau kena blokir, masalah apa dan dimana? Apa kena virus? Yah, pokoknya banyak pertanyaan yang tak mampu kujawab dengan tepat, apalagi aku manusia gaptek, teknologinya cetek. Bukankan para bloggernya ada yang ahli IT, barangkali merekalah yang bisa menjawabnya dengan tepat.
Hanya aku berharap, semoga tidak sampai satu bulan menghilangnya. Karena Sabda Space sudah menjadi bacaan rutin setiap sore sampai malam. Untuk menghibur diri, aku masih berusah menembusnya lewat banyak blog dan untuk mengurangi rasa rindu pada para blogger yang centil, manis, degil, galak, lembut, lucu, pendiam, cerewet dan bermacam umpatan "alkitabiah"nya, aku masuk ke blognya Purnawan Kristanto, semoga bisa di akses.
Ah, lega juga. Kerinduan sehari ini sedikit terobati ketika membaca telapak kaki Kirana dan juga tulisan-tulisan yang lain di blognya pak Pur. Blog pribadinya pak Pur kok bisa di akses, sementara pasar Klewer yang lebih besar kok macet, puyeng juga mikirinnya he he he.....Kesalahan iptek yang rasanya perlu segera ditanggulangi agar tidak menghilang di kemudian hari.
Sempat terpikir, kalau Sabda Space di"beku" karena "sebab" aku coba menghibur diri, Tuhan mempunyai jalan lain bagiku. Aku terdampar di sini untuk bisa menulis kembali,agar talenta yang kumiliki bisa bermanfaat, begitu mungkin maksud Tuhan,tapi ketika betah, pasarnya tutup, ya udah mau apalagi. Cinta yang sudah bersemi hilang kembali. Aku pun gak berpikir menulis di blog pribadi, udah punya tapi kubiarkan berlumut, belum kepikiran menulis di blog pribadi, maklum kegaptekanku membuat malas berkarya di tempat lain. Dan dengan rutinitas kesibukanku aku toh bisa dengan cepat melupakannya, kuanggap aja mimpi bisa menulis lagi hi hi hi....dengan jurus EGP aku pun cepat melupakan daripada berlarut dengan kesedihan yang tidak tahu ujungnya ini. Dan aku masih asyik setiap hari dengan komunitasku yang semuanya gaptek he he he......Dan aku pun menulis sebuah puisi ketika kehilangan Pasar (ilang kumandange)..............................................................................................................
TANPA SABDA SEPI
(Baca : Tanpa Sabda SPace)
Sarapan roti pagi hari
Menulis puisi sambil minum kopi
Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanpa Sabda terasa sepi
Malam hari sikat gigi
Kebiasaan sehari-hari
Sambil menunggu matahari
Ada sabda menemani sepi
Hati sepi terasa damai
Selamat ulang tahun Sabda SPace
Jangan menghilang lagi
Lelaki menangis susah hati
Ditinggal pergi sang bidadari
Yang setia menunggu lilin suci
Untuk ditiup di malam mimpi.
SS.310709
