Submitted by Purnomo on

masih tersisa derap langkah kakimu

di atas lantai kayu rumah ini

masih bergaung nyaring lengkingmu

ketika tangan tua ini menyerikan pahamu

 

 

ah anak muda anakku lanang

betapa hati ini selalu tertegun

bila terbaca di sudut-sudut koran

ada narkoba terselip dalam tas sekolah

anggur merah tertumpah di ranjang anak dara

dan berita belati di perut terkoyak

 

 

terletup tanya di dada tua

adakah engkau anakku lanang

terselip di berita nista ?

 

masih ingatkah derap langkah kakimu

di atas lantai kayu rumah ini ?

masih ingatkah tamparan tangan tua ini

menera kasih di paha kecilmu ?

 

 

ah anak muda anakku lanang

betapa hati ini selalu tertegun

bila mereka yang datang dari kota

membawa berita tentang kaummu

yang merubah sekolah menjadi medan laga

yang membuang nista dalam gereja

yang menukar nyawa dengan nikmat sesaat

 

 

menggeletar tanya di hati tua

adakah engkau anakku sayang

berdiri di antara mereka ?

 

 

ah anakku lanang anakku sayang

betapa rinduku melihat matamu nyalang

seperti dulu ketika kau marah disebut banci

hanya karena kau tak mau diajak mencuri

 

 

ingin aku melihat kau kembali

membawa ilmu untuk desa kecil ini

dan membawa nyalang matamu tetap

hingga dapat kucungkil bongkah-bongkah bangga :

- anakku tak berubah di kota sana



PS : Salam untuk Joli.