Submitted by Viesnu on

Ah rempeyek

Mengapa setiap kali aku memakan mu

Kau selalu membawa ku terbang ke masa lalu

Saat mamak membuat mu untuk mencukupi kebutuhan kami

 

Ah rempeyek

Tiap biji kacang kering yang ku kunyah memberikan sensasi masa kecil

Suara kriuk - kriuk dalam mulut pun masih tetap sama

Minyak yang menempel kembali bercerita tentang panasnya dapur

Keringat yang mengucur

Pecikan - percikan saat adonan tepung berisi kacang

Berenang dalam panasnya minyak sayur

 

Ah rempeyek,

Apakah ini juga yang diminta

Tuhan saat dia berkata

Pada perjamuan terakhir

Menjadi peringatan akan Aku

 

Ah rempeyek

Aku tak tahu...

 

Tebet, 13 May 2008 habis makan peyek kacang