Kalau kita nengok sebentar kisah perjalanan hidup para rasul Yesus, apa yang mereka kerjakan pasca menerima curahan Roh Kudus (Kisah 2:1-4) , kita akan menemukan fakta bagaimana nekatnya para murid Yesus itu. Seolah tidak memikirkan akibatnya, mereka terus saja nyerocos memberitakan injil, sementara pada waktu itu Mahkamah Agama rupa2nya sudah memberikan ultimatum bahwa ajaran Yesus adalah SESAT, sehingga para pengikutnya seperti dikasih label " BOLEH DIBUNUH ".
Kepenuhan Roh Kudus bagaikan bara atau sekam dalam jiwa mereka, yang dengan lantang ngomong soal Yesus dan pengajaran-Nya. Kuasa Allah bekerja secara luarbiasa, Roh Kudus menyatakan manifestasinya dengan melakukan banyak tanda dan mujizat yang mencolok mata, sehingga pada hari itu juga 3000 an orang menyerahkan diri untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan minta dibaptis.
Yesus mengajarkan bahwa barangsiapa malu mengakui nama-Nya di hadapan manusia, maka Yesus juga akan malu mengakui orang tersebut (sebagai umat-Nya) di depan Sang Bapa.
Matius 10:32,33
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
Sabda Yesus tersebut dapat menjadi suatu dilema bagi orang Kristen yang tidak penuh Roh Kudus. Kalau memberitakan injil takut digebukin, kalau tidak memberitakan injil, nantinya Yesus akan menyangkalinya di depan Sang Bapa. Sama-sama pahit. Hanya kepenuhan Roh Kudus yang sanggup melawan rasa takut kepada manusia (dalam konteks pertama).
Nah, khan?
Bagi sebagian orang mungkin akan merasa nyaman duduk diam di rumah tanpa beban untuk bicara soal Yesus: "yang penting aman,..." katanya. Tetapi Petrus dkk memiliki hati yang begitu berkobar-kobar untuk memberitakan injil, dan sebagai akibatnya kuasa Tuhan menyertai pemberitaan mereka.
Wahyu 21:8
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Jika kita mengetahui seseorang berada di jalan yang sesat, namun kita tidak berani mengingatkan dia, bahwa jalannya salah, maka orang itu akan mati dalam dosanya, namun darahnya tertanggung atas kita.
Namun di bawah matahari, Muji banyak melihat orang Kristen yang model beginian:

Salam,