"Anakku, tentang satu hal engkau harus waspada. Penulisan buku tak ada akhirnya, dan terlalu banyak belajar melelahkan jiwa dan raga" Pengkotbah 12:12
-----o0o-----
Saya tidak habis pikir, kenapa orang mau membaca buku novel tebal-tebal, dari yang tentang pembunuhan, tembak-tembakan, tusuk-tusukan (dari pedang sampai 'tusuk atas ranjang'), mesra-mesraan, pokoknya banyak deh.
Saya sendiri, baca koran saja ogah. Tiap kali, kalau ada koran gratis (alias nilep temen sebelah), langsung saya buka halaman komik. Lagipula, beritanya sama terus: bencana alam, ekonomi naek-turun, si itu-ono digrebek, yah begitu-begitu aja deh.
Apa manusia sudah kehabisan cerita kali yah? Coba dong contoh cerita di Alkitab, seperti cerita ayah yang rela memberi putrinya 'digituin' oleh para kaum 'homo-beringas' demi membela tamunya (Hakim-Hakim 19:22-26). Naaaah, ini baru seru... (terlalu banyak kekerasan di dunia membuat rusdy jadi 'kapalan' sama peristiwa-peristiwa ginian)
Belum lagi cerita si Salomo, yang bijaksananya sampai tidak ada seorangpun seperti dia, sebelum dan sesudah dia, tak akan bangkit seorangpun seperti dia (1 Raj 3:12).
Walaupun menurut si rusdy, si Salomo ini tidak sebijaksana yang disangka, buktinya, ketika dihadapi cewek-cewek kece nan seksi, dia jatuh terkapar! "Halah, segitu aja nggak kuku", kata si rusdy. Sampai Tuhan sendiri ditolaknya demi mereka (1 Raj 11:4)
"Terus napeh?" tanya para penonton.
Gini lho, setelah mojok di pasar klewer lumayan lama, dan melihat para penghuni ribut tentang gelap-gelapan, baca Alkitab yang KS-ILTan lah, terus mujizat-mujizatan, bagaimana proses penciptaan, adam-adaman, bahkan sampe bertolol-ria-an, ternyata membangkitkan rasa irinya si rusdy. Lho? Kok bisa?
Maksudnya, kok bisa yah, sempet-sempetnya mikir gitu jauh, bak orang-orang yang suka baca buku tebel seperti novel itu. Sedangkan, si rusdy baca koran aja ogah. Wong mengerti pengorbanan Yesus di kayu salib aja syusah, masih mao spekulasi hal yang begituan, bisa cepet tua nih (botak lagi)!
Walaupun 'pinter keblinger' bukanlah tujuan mengikut Yesus (begitu bijaksananya Salomo aja tidak menyelamatkannya dari murka Tuhan), kebalikannya tentu juga tidak benar, yaitu berdiam diri dan puas dengan 'susu' saja.
Masalahnya, kita memang cenderung menitik-beratkan pada 'hati', 'jiwa', 'akal budi', atau 'kekuatan' saja. Padahal, perintahNya adalah: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu" (Markus 12:30), dan "haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Matius 5:48).
Yah, si rusdy sekarang sedang bergumul bagaimana melaksanakan perintah ini, supaya kata sambungnya adalah 'dan', bukanlah 'atau'.
Balik ke pojok untuk berdoa:
"...agar hati mereka (kita semua) menjadi kuat dan mereka (kita semua) saling mengasihi sehingga mereka (kita semua) erat bersatu. Dengan demikian mereka (kita semua) sungguh-sungguh mengerti dan yakin serta mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus sendiri" Kolose 2:2