Submitted by
erick
on
Kulihat Ia berjalan
dalam lorong teramat gelap dan penuh derita
Kuteriakkan tanya padaNya
Guru, mengapa Kau lakukan itu?
Mengapa, Guru?
Ia menoleh Kebelakang
Kulihat segores senyum amat menawan dari wajahNya yang mengenaskan
Dan kudengar jawabNya,
Hanya untukmu, Nak,!
Lalu Iapun berjalan terus, terus dan tak pernah berhenti!
Dari: Binar Kasih Sang Pembebas
Oleh: Leonardo W. Permana