Submitted by yosefsurya on

Ketika sy sdg mengendarai motor,lalu di depan sy ada lubang yang membahayakan maka sy akan berusaha menghindari lubang itu dengan membelokkan motor ke arah yg aman.Sungguh bodoh apabila respon sy saat itu tetap menghantam lubang sambil beriman bahwa Tuhan yg ajaib mampu melakukan mujizat shg tdk akan terjadi hal yg membahayakan.

Ketika waktu sakit,sy pernah bersikap tidak perlu perawatan medis,tdk perlu dokter krn ada Tuhan yg mampu membuat mujizat,yg penting beriman.

 

Ini bukanlah beriman tapi mencobai Tuhan. Mengapa?  Tuhan menciptakan kita dg pikiran spy dg pikiran itu kita bisa merespon secara benar atas apa yg terjadi. Menggunakan pikiran dg benar adalah anugrah skaligus tanggung jawab yang diberikan Tuhan. Tidak berpikir secara benar merupakan sikap tdk bertanggung jawab & penghinaan terhadap anugrahNya. Dalam 1Tim 5:23 ditulis bhw ketika pencernaan Timotius terganggu, Paulus menyarankan minum sedikit anggur. Paulus yg penuh Roh Kudus & sering melakukan muzijat tetapi menggunakan pikiran dalam mengatasi penyakit.

 

Ekstrim lain dari kita adalah tidak dg spenuh hati percaya kepada Tuhan, lebih mengandalkan pikiran semata atau hal2 yg kelihatan. Ketika sakit kita ke dokter tp tdk berdoa terlebih dulu atau berdoa juga tp tidak dg beriman sepenuh hati.

 

Kita  hrs memulai & melakukan segala sesuatu dg bersandar sepenuh hati kpd Tuhan dan mengunakan anugrah Tuhan yaitu pikiran kita sambil tetap trus bersandar kepadaNya.

 

Saya sampai saat ini menderita tuli di telinga kiri dari sejak kecil, tapi saya tetap terus bersandar & mengetuk pintu hati Tuhan. Baik disembuhkan atau tidak,saya ingin hidup saya menjadi maksimal di hadapanNya.

 

Harus beriman spy terjadi mujizat & mrpk suatu mujizat apabila tetap beriman walau apapun yg terjadi.