Submitted by martha pratana on

Beberapa hari yang lalu, aku dan suami berbincang-bincang dengan seseorang yang umur Kekristenannya jauh lebih muda dari kami berdua.

Dia mengatakan bahwa dia dulu tidak suka kepada orang Kristen karena orang Kristen itu suka memaksakan kehendak, merasa paling benar sendiri dan angkuh.

Ooooopsss...mengapa aku tidak terkejut mendengarnya? Karena hal yang sama pernah dilabelkan kepadaku. Salah seorang sahabtku-my own very good friend-pada suatu kesempatan menangis jengkel karena sikapku yang katanya sok paling benar sendiri dan memaksakan keyakinanku sendiri.

Waktu itu aku terkesiap. Baru aku menyadari selama ini aku mengesankan tidak menerima dia apa adanya.

Sejak saat itu aku bertobat. Aku tidak lagi memandang remeh keyakinan orang lain dan menyadari jika sampai hari ini aku menjadi orang percaya, itu hanya karena "hak istimewa" itu dilimpahkan kepadaku. Sama sekali bukan karena aku memperjuangkannya.

Mungkin dengan menjaga sikapku dengan lebih rendah hati, akan lebih banyak lagi orang yang tertarik untuk mengetahui bagaimana caranya untuk memiliki hak istimewa itu.