Submitted by Tante Paku on

   Waktu itu tak akan terulang untuk kedua kalinya, jika terlambat roda waktu akan menggilasnya.

     Mereka berdua tidak menyadari bahwa Tuhan Allah adalah PUSAT segala kesadaran. Ketika buah Pengetahuan memasuki perutnya, terjadilah gelombang perubahan yang begitu cepat ke dalam alam bawah sadar yang amat luas dan mereka menjadi sadar telah memalukan diri di muka umum.

Adam : "Yang, seandainya kita dulu tidak bersembunyi dari Tuhan Allah dan membiarkan tubuh kita telanjang tanpa perlu ditutupi daun ara, mungkin Tuhan Allah tidak mengusir kita keluar dari taman Eden."

Hawa : "Kalau aku sih bisa dan tidak masalah kalau berpura-pura tidak tahu bahwa kita tahu kalau kita telanjang. Tetapi apakah kamu bisa menutupi reaksi alamiah dari tubuhmu sendiri?"

Adam : "Maksudmu bagaimana Yang?"

Hawa : "Apakah kamu bisa menahan "anu"mu untuk tetap "tidur" pada saat kita berdua dalam kesadaran bahwa kita telanjang bulat?"

Adam : "Memangnya kenapa? Apakah Tuham mengetahui hal itu?"

Hawa : "Itu sama artinya kamu tidak menyadari bahwa Tuhan Allah adalah pusat segala kesadaran, pusat segala kebenaran yang hakiki. Kita telah melanggar larangannya, mustahil Tuhan tidak mengetahuinya, walau kita misalnya bersandiwara seolah tidak terjadi apa-apa."

Adam : "Semoga Tuhan mengampuni kita berdua, Sayang......."

 

DUKAMU LURUH

 

DukaMu luruh, ketika Adam memilih pusara

Seperti layangan putus di terpa angin mabuk

Jiwamu duka, ketika Hawa berdusta

Seperti bulan yang kehilangan sinarnya


Mata air mengalirkan dongengan-dongengan

Tentang taman seindah sorga

Yang membelah alam mimpiku

Menimang-nimang buah pengetahuan

Kunikmati dalam kegaduhan matahari

Dan aku terbakar nikmatnya.


SS31709