Waktu itu tak akan terulang untuk kedua kalinya, jika terlambat roda waktu akan menggilasnya.
Mereka berdua tidak menyadari bahwa Tuhan Allah adalah PUSAT segala kesadaran. Ketika buah Pengetahuan memasuki perutnya, terjadilah gelombang perubahan yang begitu cepat ke dalam alam bawah sadar yang amat luas dan mereka menjadi sadar telah memalukan diri di muka umum.
Adam : "Yang, seandainya kita dulu tidak bersembunyi dari Tuhan Allah dan membiarkan tubuh kita telanjang tanpa perlu ditutupi daun ara, mungkin Tuhan Allah tidak mengusir kita keluar dari taman Eden."
Hawa : "Kalau aku sih bisa dan tidak masalah kalau berpura-pura tidak tahu bahwa kita tahu kalau kita telanjang. Tetapi apakah kamu bisa menutupi reaksi alamiah dari tubuhmu sendiri?"
Adam : "Maksudmu bagaimana Yang?"
Hawa : "Apakah kamu bisa menahan "anu"mu untuk tetap "tidur" pada saat kita berdua dalam kesadaran bahwa kita telanjang bulat?"
Adam : "Memangnya kenapa? Apakah Tuham mengetahui hal itu?"
Hawa : "Itu sama artinya kamu tidak menyadari bahwa Tuhan Allah adalah pusat segala kesadaran, pusat segala kebenaran yang hakiki. Kita telah melanggar larangannya, mustahil Tuhan tidak mengetahuinya, walau kita misalnya bersandiwara seolah tidak terjadi apa-apa."
Adam : "Semoga Tuhan mengampuni kita berdua, Sayang......."
DUKAMU LURUH
DukaMu luruh, ketika Adam memilih pusara
Seperti layangan putus di terpa angin mabuk
Jiwamu duka, ketika Hawa berdusta
Seperti bulan yang kehilangan sinarnya
Mata air mengalirkan dongengan-dongengan
Tentang taman seindah sorga
Yang membelah alam mimpiku
Menimang-nimang buah pengetahuan
Kunikmati dalam kegaduhan matahari
Dan aku terbakar nikmatnya.
SS31709
