Setelah baca-baca beberapa blog temen-temen pedagang klewer tentang hukum Taurat. Aku pengin nulis juga, sekedar nulis sejauh yang aku tahu.
Hukum taurat seperti yang telah ditulis sodara Samuel franklin, adalah hukum yang diturunkan kepada Musa. Adanya hukum itu untuk mengatur kehidupan bangsa israel. Yesus and friends harus diakui juga hidup dalam situasi dan kondisi di bawah hukum Taurat. Dan mereka menjalankan hukum Taurat juga. Kristen awal, yaitu orang kristen berkebangsaan yahudi juga melaksanakan hukum taurat (pada awalnya), tetapi setelah banyaknya bangsa non yahudi yang mengikuti jalan Tuhan (a.k.a percaya Yesus) masalah mulai timbul, apakah mereka (kristen non yahudi) harus menjalankan hukum Taurat juga??? (*berat banget bo! baca kisah rasul 15:10)
Akhirnya setelah melewati mekanisme musyawarah mufakat yang dipimpin oleh Roh kudus diputuskanlah orang-orang kristen non yahudi hanya dibebani untuk hidup kudus yaitu dengan tidak memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, darah, daging binatang yang tercekik dan percabulan ( kisah rasul 15:29). Saya kurang tahu apakah ini masih bener-bener dipegang teguh oleh kita kristen indonesia yang notabene non yahudi. Beberapa teman saya suka banget makan "saren" darah beku goreng yang banyak dijual di warung-warung hik di solo.
Memang keselamatan kita bukanlah berasal dari kepatuhan terhadap hukum Taurat tetapi hanya oleh pengorbanan Yesus, tapi harus diakui hukum Taurat juga masih berlaku, terutama untuk meciptakan sesuatu yang berguna, yang bermanfaat dalam hidup kita. Salah satu contohnya mungkin pada kasus sunat, sunat adalah hal yang wajib dalam perspektif hukum taurat, sunat adalah tanda perjanjian antara manusia dan Allah, kalo ga sunat tentu ga ada perjanjian itu. Tapi dengan adanya pengorbanan Kristus tanda perjanjian itu sekarang terletak pada iman kita pada Tuhan Yesus, bukan lagi pada tanda sunat.
Menarik apa yang dilakukan oleh Paulus pada Timotius, ketika Paulus ingin mengajak Timotius ke kalangan orang yahudi, Paulus menyunatkan Timotius. Bukan supaya Timotius beroleh selamat tentunya, tapi Paulus ingin menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat (supaya Timotius tidak tertolak). Contoh manfaat lain dari sunat klik disini.
Jadi menurut saya, meskipun hukum Taurat masih berlaku, kepatuhan dan ketaatan kita kepada hukum Taurat tidaklah membawa kita kepada keselamatan. Hukum Taurat hanya akan menimbulkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna, yang menurut saya, masih kita perlukan dalam hidup kita di dunia ini.
(*hanya tulisan pendapat pribadi saya saja, sebenarnya takut neh nulis hal-hal berat gini, tapi sekali lagi ini hanya pemahaman saya pribadi yang sangat terbatas)