Submitted by marwan on

Pendeta, Evangelis, Hamba Tuhan

Pada hari jumat yg lalu, salah satu blogger SS berinisial Nis telah dengan semangatnya menyerang saya di Shout box. Pertanyaan Nis adalah pertanyaan untuk mencobai:
  •  Marwan paling loe bukan pendeta, paling hanya evangelis.
Lewat pertanyaan Nis ini, saya berharap Nis memahami Betul maksud pertanyaannya. Artinya paling tidak dia Tahu apa itu Pendeta, Evangelis dan Hamba Tuhan. Dari dasar ini, saya balik BERTANYA:
  •  Nis, Tolong Sebutkan secara SISTEMATIS apa Beda Pendeta dan Evangelis.
Tampaknya Nis bertanya dengan MEMBEDAKAN antara Pendeta dan Evangelis, SAYANGnya..dia mampu membedakan lewat Pertanyaan Namun dia TIDAK MAMPU membedakan lewat MAKNA. Dengan kata lain, Nis hanya ASAL BUNYI (untuk sementara sy katakana demikian).
Baiklah:
Evangelis diangkat dari bahasa Yunani: The word evangelist comes from the Koine Greek word ε?αγγ?λιον (transliterated as "euangelion") via Latin "Evangelium", as used in the canonical titles of the four Gospels,…. Our modern word "Gospel" comes from the old English word, "Godspell." In old English "spell" meant "word" (we carry this meaning also in our word "spelling")….sumber
Dalam WIKI bahasa belanda masih menjabarkan lagi sbg : Pengajar Kristen juga Pengkhotbah.
WIKIPEDIA.
 
        I.            Secara UMUM
Secara umum, Evangelis adalah Setiap orang Percaya Pada Yesus Kristus. Hal ini dapat kita dasarkan pada Matius 28:18-20. Jadi baik saya, anda semua  maupun Nis yang percaya pada Kristus  adalah seorang Evangelis.
Loh..jika demikian, MENGAPA Nis merendahkan sy sbg “Hanya Evangelis”??? JIKA DEMIKIAN, saudara Nis juga telah Merendahkan dirinya Sendiri sebagai Evangelis.
Demikian juga dengan Pendeta. Kata Pendeta adalah terjemahan ke dalam bahasa sansekerta…silahkan lihat di Wikipedia (ensiklopedia sederhana). Pendeta merupakan terjemahan dari kata Pastor atau sepadan dengan kata Gembala. Dalam PL disebut” ra’ah” (memberi makan kepada domba), dalam PB kata Pastor atau Gembala ditujukan atau sinonim untuk jabatan Penatua atau Penilik atau uskup. Tugas mereka adalah menggembalakan (sumber wikipedia).
      II.            Secara Struktural dan Sistem
Secara struktural dalam kehidupan gereja, Pendeta dan Evangelis dapat di bedakan. Yang menjadikannya berbeda adalah Komposisi dari Tugasnya.
Seorang Pendeta atau Pastor atau Gembala, biasanya bertugas pada tempat tertentu untuk menjamin berlangsungnya kehidupan Rohani Umat Tuhan….Tugas spesifik Pendeta, Pastor silahkan lihat di wikipedia.
Sekalipun dapat di bedakan, namun Tujuannya Tetap SATU. Pastor memberitakan Injil, evangelis juga memberitakan injil.
Kedudukan Pastor dan Evangelis dalam setiap Gereja ada Berbeda-beda. Ada gereja yg menempatkan Pastor sebagai Pemimpin Struktur Utama, ada jg yg menempatkan Pastor sbg bagian dari perpanjangan tangan Majelis Gereja dll. Sedangkan Evangelis, ada juga yg memimpin Gereja namun sistimnya merupakan sebuah Tim untuk satu Wilayah artinya bisa berkeliling. Biasanya sistem ini di anut oleh Gereja Injil. Sekalipun evangelis berkeliling namun juga Menetap untuk menggembalakan. Jadi kalau kita melihat di jakarta ada Hamba Tuhan yg Keliling-keliling setiap minggu memberitakan Firman Tuhan, itu merupakan evangelis model Gereja Injili. Bukan berarti mereka tidak Menggembalakan. Biasanya mereka jg menggembalakan salah satu Gereja Satelit ataupun Sel.
Pendeta adalah juga merupakan Status untuk membedakan Kedudukan Tugas dalam Gereja. Pendeta sebagai status juga merupakan penghormatan atas Pelayanan seseorang dalam gereja. Pendeta sebagai Status Untuk Membedakan Kedudukan Tugas dan sebagai penghormatan atas pelayanan, JUGA berbeda-beda dalam prakteknya bagi setiap Gereja.
Ada Gereja yg mengangkat Pendeta dengan Syarat Harus Lulusan Sekolah Seminari/Theologia (biasanya Gereja Protestan) dan ada juga yg mengangkat Pendeta berdasarkan Pengalaman dan Pengetahuan serta Wujud Pelayanannya (biasanya Gereja Injili).
Dari lanjutan obrolan Shout box itu, ada juga yg mengatakan “Kalau ada Pendeta, lebih baik dengan Pendeta daripada dengan Evangelis”.
Memang mudah untuk memberikan KOTAK-kotak semacam ini, apalagi kalau kita memberikan penilaian atas dasar INGIN Memuaskan Pemahaman kita sendiri.
Bagi saya, ini hal yg agak menyedihkan. MENGAPA? Karena kita mau memberikan penilaian terhadap Hamba Tuhan berdasarkan apa yg kita inginkan.
Padahal alkitab mengatakan:
Roma 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Filipi 2:25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.
 
Baik Pendeta/Pastor/Gembala dan Evangelis haruslah KITA Sambut dengan Baik, Haruslah Kita Hormati..dll.
Sesungguhnya, Pendeta, Gembala, Evangelis TIDAKLah Pengen di Hormat-hormati, di Sambut-sambut dengan Berlebihan. Saya yakin setiap orang yg menekuni pelayanan ini, bukanlah orang yg gila-gila akan hal itu.
NAMUN sebagai Orang Kristen, Patutlah kita mengamalkan Alkitab sebagai dasar untuk memberikan yang sepatutnya kepada mereka para Pelayan Tuhan alias Hamba Tuhan.
Akan tetapi apa yang menjadi kenyataan jaman sekarang adalah “Kebanyakan dari Kita HANYA mengalamatkan Kritik, Hujatan, Makian, Tidak Menghormati dll” Kepada setiap Pendeta, Gembala, Evangelis, Hamba Tuhan yg ada di sekeliling kita.
 
Perlu kita RENUNGKAN bahwa, KATIKA Jemaat masih Tidur, masih Terdiam, dalam Masalah, Dalam Kebahagiaan dalam Segala Hal, PARA Pendeta/Gembala,Evangelis,Hamba Tuhan SUDAH Sibuk BERLUTUT untuk Mendoakan kita semua, SUPAYA kita Baik-baik adanya. Mereka Bekerja Keras untuk Memberitakan Injil, Mereka Bekerja Keras untuk Menggembalakan kita. PATUTLAH kita menghormati, Mengasihi, Menyambut dengan sukacita dan membagi sukacita dengan mereka.
 
Bagi saya secara pribadi, tidaklah terlalu penting untuk hal diatas, dimaki-maki pun itu sudah resiko. Kadangkala saya di Tolak, di Hina, di Pojokkan dll. Tapi itu semua Resiko, resiko yg harus terus di rasakan, harus terus di pikul dll.
 
Hanya sayang jika kita yang belum pernah mengalami, merasakan berat ringannya pelayanan-pelayanan diatas, MENGALAMATKAN tuduhan, makian, kritik, tidak hormat..kepada mereka yg sudah bersusah payah membawakan Kabar Baik.
 
Sekalipun Tidak di hargai, tidak di hormati, di cela, di maki dll, NAMUN ada SPECIAL UPAH yang Tuhan sediakan Bagi setiap Pelayan Tuhan, DEMIKIAN juga bagi mereka yg mengkritik, merendahkan, meremehkan hamba Tuhan, TENTULAH ada Upahnya yg setimpal.
 
Tulisan ini saya angkat berdasarkan pengalaman di blog SS dan juga berdasarkan pengamatan pribadi di kalangan orang-orang Kristen. Tulisan ini merupakan pandangan pribadi saya.