Allah Yang Maha Baik telah menciptakan dunia dengan segala keindahan dan
misterinya. Sejak dari zaman dahulu kepercayaan tentang hal-hal yang
tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia telah membawa manusia
kedalam cara menghadapi hal-hal yang yang tidak dapat dijelaskan oleh
akal manusia.
Hal-hal yang lazim disebut hal-hal gaib (asal kata GHOIB dlm bahasa arab
berarti yang tidak kelihatan/yang terselubung) diyakini memiliki
andil dalam kehidupan manusia. Sehingga manusia sejak dulu ingin
membuat suatu kompromi dengan hal-hal gaib agar andil yang diberikan
oleh hal gaib merupakan andil yang positif. Jadilah model model
selamatan, model meminta ijin penunggu hutan, model membangun
jembatan pake kepala kerbau dll.
Cara kompromi antara manusia dan hal gaib mulai memasuki tataran yang
lebih kompleks ketika kebudayaan mulai bersinggungan dengan agama.
Beberapa pendeta, penginjil dan pengkhotbah bahkan mengkhususkan diri
pada pelayanan hal gaib ini. Dan pelayanan inipun tidak semata-mata
memberikan pengetahuan kepada jemaat tentang apa sih hal-hal gaib
itu?, jenis hal-hal gaib itu apa? Tapi tetap pada point akhir yang
mereka sampaikan adalah bagaimana membuat deal-deal positif dengan
hal-hal gaib itu. Atau lebih gamblangnya adalah menaklukkan hal-hal
gaib agar mereka berandil sesuai yang kita inginkan dalam kehidupan
kita.
Sebagai pribadi saya menilai hal ini kurang perlu. Gereja sebagai Tubuh
Kristus ga akan berkembang kalau hanya berfokus pada hal ini. Tujuan
utama Gereja tetap ada di bumi adalah untuk menjadi Terang dan Garam
sehingga banyak jiwa diselamatkan. Dan saya yakin kita tidak akan
bisa menjadi Terang dan Garam kalau setiap hari cuman acara
nengking-menengking, patah-mematahkan dan lain sebagainya.
Kuasa atas hal-hal gaib memang telah diberikan kepada Kristus Yesus. Dan
kita telah diberi kuasa Dalam NamaNya agar kitapun turut berkuasa
atas hal itu. Tapi bukan berarti mentang-mentang hal gaib adalah
limited resources kita mengeksploitasi sedahsyat-dahsyatnya. Tiap
hari ngomongin roh jahat, tiap hari ngomongin kuasa gelap, tiap hari
ngomongin kutuk. Satu yang pasti kita diperintahkan untuk mengejar
kekudusan dan hidup serupa dengan Kristus. Dan saya yakin kalau kita
benar-benar mengejar kekudusan dan berusaha hidup serupa dengan Dia,
kita ga akan punya waktu untuk berkutat dengan masalah yang ga
kelihatan.
Jadi kasarannya, kalo ada yang kerasukan baru tengking, kalo ga ada
yang kerasukan ya jangan nakut-nakuti orang agar kerasukan.