Ada yang sejak awal berdiam dalam kepala manusia, yaitu paradigma tentang PENCIPTAAN. Konsekwensi logis dari paradigma penciptaan adalah ADA PENCIPTA yang menciptakan sesuatu yang ADA dari ketiadaan. Hal itu berlanjut terus dan mengakibatkan munculnya agama-agama yang hampir semua memperkenalkan tokoh Tuhan, Allah, Pencipta, Dewa.dll.
Ketika ada hal hal yang kurang memuaskan, diberikan penjelasan bahwa Tuhan punya maksud yang kita tidak ketahui dan menjadi rahasia Tuhan. Hal semacam itu bervariasi dari sederhana sampai ekstrim dan kadang menuntut penyangkalan diri, pengorbanan dsb.
Jadi segala "kesalahan" itu berawal dari "kesalahan awal" yaitu paradigma penciptaan tsb.
Padahal TIDAK ADA sesuatu yang tercipta dan berasal dari ketiadaan. Yang ada adalah PERUBAHAN. Perubahan dari ADA menjadi ADA YANG LAIN.
Pertanyaan biasanya muncul dari kalangan orang beragama: "Lalu dari mana ASAL MULA KEHIDUPAN?" Jawabnya: Kehidupan berasal dari Kehidupan yang lain sebelumnya, dan begitu seterusnya sampai tak berhingga.
Jawaban itu tak pernah memuaskan orang beragama, karena dalam benaknya sudah menginginkan jawaban: Tuhanlah asal muasal kehidupan itu. Maka dalam hal ini, Manusia telah menciptakan karakter Tuhan untuk memuaskan diri sebagai jawaban atas pertanyaan yang HARUS ADA JAWABANNYA.
Dalam hal ini, Tuhan telah "diciptakan" oleh angan-angan manusia.
Bisa dipahami, tuhan buatan manusia itu dengan mudah "terbunuh: oleh pemikiran sederhana: "segala kehidupan secara sistematis berasal dari kehidupan sebelumnya" dan TIDAK ADA yang mengawalinya, seperti angka 23 berasal dari angka 22 ditambah satu, angka 22 berasal dari angka 21 ditambah satu, demikian terus tak ada awalnya.
Bagi kaum beragama yang konservatif, pemikiran ini mengganggu kepercayaannya akan adanya "tuhan yang mencipta". Di forum ini tentu banyak orang orang seperti ini. Tentu saja mereka punya alasan sendiri. Ada yang rasional dan ada yang tidak rasional.
Dengan yang punya alasan rasional untuk menyanggah pendapat saya, saya ingin berdikusi.
Ferry Wardiman
PS. Diskusi dengan cara "blog" seperti ini saya sebetulnya kurang suka. Tapi saya harus mencobanya karena di forum sebelumnya saya :"ditendang keluar" berdasarkan kecurigaan yang tidak berdasar. Semoga di situs ini Adminnya lebih berkecerdasan, lebih punya keberanian untuk menerima pendapat yang kurang lazim, dan tidak mudah minder dan takut oleh pendapat yang "kurang Kristen".