Untuk menjawab pertanyaan hai hai, tentang hal itu aku pernah alami.
Orang kepercayaanku, meskipun bukan mbak atau bawahanku ya, ini mengenai 'sahabat' mengkhianati aku dengan menyebarkan rahasiaku dan dia. Walaupun ia memang sudah berjanji, dan ia juga mencurahkan rahasianya padaku, yang bila diukur kami saling terbuka, dan itu juga rahasia berdua, seenaknya saja ia membukanya. Rahasianya padaku pun masih tersimpan rapi sekali. Selain itu, ia selalu menggosip, panggil saja X. X dan aku sekelas dari sd, dan sejak kelas 2 sd gosip pahit tentang diriku bermunculan. Siapa sih yang tahan gosip. Memang ada. Bukan itu, maksudku adalah, bila ada yang berkata, hei tahu nggak, si Raissa itu kalau sehabis olah raga bajunya disimpan di kolong meja dan dipakai minggu depannya! Untuk seumur itu, jelas sakit hati mendengarnya, diucapkan terang-terangan, dan semua orang percaya. Aku mau membalas. Tetapi Tuhan bilang, pembalasan adalah Hak-Nya. Tunggu dan berdoa. Hanya itu yang kulakukan.
Tuhan memakai cara-Nya, Ia membukakan kejelekannya yang busuk itu. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan keminderanku bila diolok-olok, dihina, dilukai fisiknya, yang waktu itu dijatuhkan, untuk tidak diberi mahkota duri, tapi bagiku, mereka memakai kepandaianku begitu saja sudah seperti mahkota berduri rasanya. Aku memang suka menolong, siapa saja, kapan saja bila aku bisa, dan memang aku bisa mengajari mereka soal pelajaran.
Dua orang ini (X dan temannya, sebutlah dia Y) berkawan dan mermufakat mengolok-olokku sedemikian rupa. Tapi untunglah, kelulusan sd sebentar lagi dan aku sudah berharap banyak pada sekolah baruku.
Ternyata Y 1 sekolah denganku disini. Tapi tidak akan separah dulu, di sekolah baru banyak teman-teman yang mengasihiku. Sedikit-sedikit aku dijauhi lagi. Sampai setahun. Baru-baru ini sebelum ambil rapor kenaikan kelas, ia memintaku dengan sangat untuk membantunya. Dan ia mengirim pesan yang berbunyi, Kamu baik banget deh sama aku. Padahal kan aku sudah jahat sama kamu. Tapi kamu malah baik banget sama aku. Maafin aku. terdengar biasa? Berarti belum dengar cerita selanjutnya. Ia menyesal sudah nggak serius setahun ini, tapi ia mau nilainya nggak pas-pasan, lalu ia minta tolong aku untuk bantuin dia mengusir kekuatirannya ini. Dia sudah mau nangis rasanya, dan aku nggak tau mau bagaimana. Tuhan baik, Ia memberiku kata-kata. Singkat cerita aku di-sms lagi besoknya, dan ia sangat kuatir. Aku bilang, dengarkan lagu-lagu rohani, dan percaya kamu naik kelas. Ia mulai bercerita tentang hubungannya sama Tuhan ternyata baru membaik akhir-akhir ini. Ia meminta aku untuk mengembalikan hubungannya dengan Tuhan, maksudku, membantunya kembali. dan sekarang, kami berdua masih akrab dan lebih baik dari yang dahulu.
Untuk hai hai, hai hai masih dalam taraf dikhianati, dan cuma doa dan kesabaran tiap hari yang buat hai hai kuat. "Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Aku alami, aku tekun minta kesabaran setiap hari, dan buktinya, aku lebih bisa sabar dari semua teman-teman. Hai hai, butuh 6 tahun bagiku untuk kembali berteman. Butuh bertahun-tahun aku minta kesabaran. Yang harus dilakukan adalah berdoa, dan ingat, pembalasan adalah hak Tuhan. Tetap tersenyum bila menemui Ynot Duad, dan berkati dia, PASTI, Tuhan menghitung dalam buku harian Tuhan dan hai hai. Satu lagi, ingat kisah Ester, waktu Mordekhai menyelamatkan Raja Ahasyweros dari dua pembantunya yang berikhtiar membunuh Raja? Hai hai aja baru diomongin begitu, Raja Ahasyweros malah mau dibunuh!! Apakah waktu Mordekhai menyelamatkan Raja Ahasyweros dia langsung dihormati? Nggak kan? Tapi Tuhan membuat event sendiri untuk kebesaran Mordekhai. Dan waktu itu bukankah nama Mordekhai dicatat dalam buku sejarah? Hai hai juga, dicatat sama Raja di surga karena sudah tidak membalas, memaki-maki Ynot Duad, atau perbuatan lain. dan Suatu saat Tuhan akan bikin event sendiri untuk hai hai.
Artikel ini untuk semua orang, yang kupercaya diberkati.