Pedang Yang Terkubur
Suatu hari adikku (Jakarta) sms, anaknya sakit , badannya panas, dan ia ingin agar anaknya itu sembuh karena iman.
Saya (di Jateng) jawab, bahwa sebagai orang kristian dalam diri kita ada Kuasa Allah, kemudian saya suruh dia tumpang tangan di kepala atau tubuh anaknya yang sakit, dan bayangkan ada suatu roh yang membuat anaknya itu panas, kemudian katakan dengan mantap: " Demi nama Yesus Kristus, hayo, roh yang bikin anak saya ini panas, sekarang aku perintahkan KELUARRR ! .."
Saya tambahkan, agar adikku itu jangan bimbang.
Trus malamnya dia praktek sesuai sms saya, dan kesokan harinya dia sms, katanya anaknya sudah sembuh.
Haleluya.
Dalam injil Lukas pasal 19 dikisahkan perumpamaan seorang bangsawan calon raja yang memberikan kepada sepuluh orang hambanya masing2 satu Mina (ayat 13). Satu orang menggunakan minanya yang satu itu untuk berdagang, menghasilkan 10 mina (ayat 16). Orang kedua, dengan satu mina hasilkan 5 mina(ayat 18), namun orang ketiga menyimpan satu minanya dalam sapu tangan (ayat 20), dan dimarahi tuannya.
Dalam perumpamaan tsb, mina menggambarkan Roh Kudus yang diberikan kepada setiap orang percaya, masing-masing orang kristen memperoleh satu Roh Kudus.
Tujuan Tuhan memberikan Roh Penolong ini ialah untuk menolong orang percaya mengatasi situasi2 yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia dengan kekuatan naturalnya, misalnya mengusir roh penyakit dari seseorang, melakukan mujizat, mengubah karakter, dari karakter duniawi menjadi karakter Kristus, kuasa untuk melepaskan pengampunan secara tidak terbatas, dan sebagainya.
Orang Kristen yang tidak memanfaatkan fasilitas surga ini, ibaratnya sudah diberi pedang yang begitu tajam dan sakti, namun dikubur di dalam tanah, atau dibiarkan dalam sarungnya. Ada musuh bukannya menghunus pedang dan membabatnya, eh, malah lari terbirit-birit.
Yakinlah bahwa di dalam diri Kristian ada Kuasa Allah, mulailah praktek Markus 16:17-18. Kakak saya, adik saya, kawan2 saya sudah mulai melangkah, hayo jangan biarkan Roh Penolong menganggur.
Mujizat