Tulisan pertama mengenai nubuat mendapatkan tanggapan yang serius dari rekan-rekan blogger SabdaSpace.Mereka mempermasalahkan ayat yang saya gunakan dalam menjelaskan bahwa nubuat sudah berhenti,yaitu ayat 1 korintus 13:8-10.Ada 3 penafsiran yang mengartikan kata “sempurna” dalam ayat tersebut,yaitu:
1. Sempurna diartikan sebagai Alkitab
2. Sempurna diartikan sebagai Gereja
3. Sempurna diartikan sebagai Tuhan Yesus.
Sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan penafsiran.Oleh sebab itulah khusus diSabdaSpace ini,komentar-komentar sangat diperlukan sebagai bahan perbandingan untuk menemukan yang benar,sebab perbedaan penafsiran terlalu sering terjadi. Sejak konsili Yerusalem abad pertama,perbedaan penafsiran mulai timbul,namun pada saat itu otoritas para rasul masih bisa mengatasai masalah.Sejarah gereja mencatat dengan jelas setelah meninggalnya para rasul,aliran-aliran kekristenan yang berbeda dengan aliran utama mulai muncul sebagai akibat dari penafsiran yang berbeda,walaupun akhirnya mereka harus berhadapan dengan otoritas gereja yang mencap mereka sebagai bidat.Abad-abad selanjutnya perbedaan penafsiran semakin memperparah keretakan gereja sampai saman reformasi.Pasca reformasi pengetahuan alkitab masyarakat umum mulai meningkat dibandingkan masa prareformasi,namun hal ini juga membawa dampak perbedaan penafsiran yang mengakibatkan timbulnya perpecahan didalam gereja.
Saat ini kekristenan memiliki puluhan bahkan ratusan denominasi yang kebanyakan timbul karena perbedaan penafsiran alkitab. Firman Tuhan adalah kebenaran yang diilhamkan oleh Roh kudus,dan kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri.Apabila dalam satu topik kita menemukan dua kubu yang saling bertahan dengan pendapatnya masing-masing,maka adalah hal bijaksana untuk kembali mengingat bahwa firman Tuhan tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri. Kebenaran firman Tuhan hanya ada satu.Dua atau tiga pendapat berbeda disebabkan oleh adanya cara penafsiran yang berbeda namun kebenaran hanya satu.
Semoga apa yang disampaikan dalam komentar-komentar disini boleh menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama saya sendiri dalam menemukan yang satu itu.
Saya percaya bahwa Allah masih turut campur tangan secara langsung di dalam kehidupan orang-orang yang dikasihi-Nya dengan berbagai cara yang ajaib,namun Ia tidak lagi memberikan kuasa kepada individu pribadi untuk melakukan nubuat ataupun mujizat.
Begitu banyak orang yang mengaku mendapat penglihatan dan bernubuat,tetapi kemudian ternyata bahwa nubuat mereka tidak terbukti alias omong kosong belaka.Hal yang sama juga terjadi pada orang-orang yang mengaku memiliki karunia mujizat tetapi ketika mujizat tidak terjadi mereka berdalih dengan alasan macam-macam.Yang berbahasa roh juga melanggar aturan yang dibuat Rasul Paulus dengan menetapkan aturan-aturan mereka sendiri.Ketiga hal ini adalah realita yang terjadi disekitar kita yang tidak bisa dipungkiri.
Mujizat
diSabda Space ini terdapat banyak tulisan-tulisan yang membahas tentang Mujizat antara lain tulisan-tulisan sdr Hai-hai,tulisan sdr Mujizat,dan rekan-rekan yang lain, lengkap dengan komentar-komentar para blogger yang bisa dipelajari sebagai bahan perbandingan.Untuk itu saya merasa tidak perlu untuk membahasnya secara detail karena dalam tulisan-tulisan yang ada disini sudah mencukupi untuk menambah pengetahuan kita tentang masalah Mujizat itu.
Bahasa Roh
Tulisan-tulisan mengenai bahasa roh juga banyak terdapat disini yaitu antara lain tulisan sdr Hai-hai,Hiskia 22,Kiem dan rekan-rekan lain,lengkap dengan komentar-komentar dari para blogger sebagai bahan perbandingan.Untuk itu sayapun merasa tidak perlu lagi membahasnya dalam tulisan ini.
Kedua hal diatas merupakan isu yang hangat dibahas diSabdaSpace ini,dan menjadi topik yang diperdebatkan dengan sengit antara dua kubu yang pro dan kontra mengenai topik ini.Kedua kubu bertahan dengan argumenya masing-masing untuk mempertahankan ajaranya disertai dengan ayat-ayat firman Tuhan sebagai pendukung.Yang pro beranggapan bahwa ajaran mereka benar sesuai dengan firman Tuhan,sedangkan yang kontra juga bertahan dengan menunjukan kebenaran cara penafsiran mereka berdasarkan konteks alkitab.
Firman Tuhan adalah kebenaran yang diilhamkan oleh Roh kudus,dan kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri.Kebenaran selalu konsisten.Kebenaran yang tidak konsisten bukanlah kebenaran.
Firman Tuhan adalah kebenaran yang diilhamkan oleh Roh kudus,dan kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri.Perasaan dan keyakinan seseorang bahwa dia dibimbing oleh Roh kudus pada saat mensafsirkan firman Tuhan,bukanlah standart kebenaran.Standart kebenaran adalah Alkitab.Apabila seseorang mengaku bahwa dia dibimbing oleh Roh kudus pada saat menafsirkan Alkitab,dan ternyata hasil penafsiranya tidak konsisten maka itu bukanlah kebenaran.
Amin.